Home > Culture > Bias Keinginan Sosial

Bias Keinginan Sosial


Ada pertanyaan yang masuk ke inbox saya terkait dengan Bagaimana memastikan kuesioner/survei yang diisi oleh pekerja benar2 mencerminkan realitas di lapangan terutama terkait dengan skala likert dimana responden cenderung memilih hal-hal yang baik/diharapkan baik daripada memilih sebaliknya. Dalam konteks penelitian, hal ini disebut sebagai sampling error dimana hal ini disebabkan karena pemilihan responden yang tidak mewakili populasi dan/atau Bias Keinginan Sosial (Social Desirability Bias). Bias Keinginan Sosial adalah kecenderungan seseorang untuk memberikan jawaban yang menurut norma sosial dianggap baik meskipun itu tidak sesuai dengan realitas yang ada.

Berikut adalah contoh instrumen yang telah saya sesuaikan untuk digunakan bersama-sama dengan instrumen kuesioner/survei yang ada untuk melihat korelasi dan sejauh mana responden memberikan jawaban yang jujur/berpura-pura jujur.

PertanyaanB (Benar) / S (Salah)
Saya selalu melaporkan setiap insiden yang saya lihat tanpa terkecualiB / S
Saya tidak pernah merasa malas untuk menggunakan APDB / S
Saya selalu mengikuti seluruh langkah dalam prosedur kerjaB / S
Saya tidak pernah merasa kesal/marah ketika ditegur oleh pengawas/petugas keselamatanB / S
Saya selalu memeriksa keselamatan area/peralatan kerja sebelum dan sesudah melakukan pekerjaanB / S
Saya tidak pernah mengabaikan satu pun instruksi/rambu keselamatanB / S
Saya selalu jujur mengakui jika saya merasa lelah/fatigueB / S
Saya tidak pernah bicara negatif tentang pimpinan/manajemenB / S
Saya tidak pernah absen dalam setiap pertemuan keselamatanB / S
Saya selalu menindaklanjuti rekomendasi temuan dengan senang hatiB / S

Intepretasi Nilai: Jika Jumlah Benar (0 – 3): Bias Rendah, (4 – 7): Bias Menengah, (8 – 10): Bias Tinggi

Tembagapura – FN (28/2/2026)

Categories: Culture
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a comment