Jenis Bukti Asesmen Kompetensi

March 7, 2026 Leave a comment

Dalam tulisan saya sebelumnya terkait Metode dan Instrumen Asesmen terdapat 6 metode asesmen yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan bukti asesmen kompetensi. Metode asesmen tersebut digunakan sesuai dengan jenis bukti yang dipersyaratkan. Terdapat 3 jenis bukti asesmen kompetensi yaitu bukti Langsung, Tidak Langsung, dan Tambahan (jika diperlukan sebagai pelengkap bukti langsung/tidak langsung) dengan penjelasan sebagai berikut,

  1. Bukti Langsung
    • didapatkan dengan pengamatan langsung oleh asesor
    • bisa menggunakan metode observasi langsung (psikomotorik lewat praktek/demontrasi di tempat kerja atau simulasi) atau kegiatan terstruktur (kognitif lewat skenario kegiata terstruktur/studi kasus)
    • apabila dirasakan kurang dapat menggunakan bukti tambahan berupa tes tertulis atau tes lisan
  2. Bukti Tidak Langsung
    • didapatkan dari verifikasi hasil karya/portofolio asesi oleh asesor
    • bia menggunakan metode verifikasi portofolio atau review produk
    • apabila dirasakan kurang dapat menggunakan bukti tambahan berupa pertanyaan wawancara atau verifikasi pihak ketiga

Tembagapura – FN (07/03/2026)

Categories: Asesmen

Bias Keinginan Sosial

February 28, 2026 Leave a comment

Ada pertanyaan yang masuk ke inbox saya terkait dengan Bagaimana memastikan kuesioner/survei yang diisi oleh pekerja benar2 mencerminkan realitas di lapangan terutama terkait dengan skala likert dimana responden cenderung memilih hal-hal yang baik/diharapkan baik daripada memilih sebaliknya. Dalam konteks penelitian, hal ini disebut sebagai sampling error dimana hal ini disebabkan karena pemilihan responden yang tidak mewakili populasi dan/atau Bias Keinginan Sosial (Social Desirability Bias). Bias Keinginan Sosial adalah kecenderungan seseorang untuk memberikan jawaban yang menurut norma sosial dianggap baik meskipun itu tidak sesuai dengan realitas yang ada.

Berikut adalah contoh instrumen yang telah saya sesuaikan untuk digunakan bersama-sama dengan instrumen kuesioner/survei yang ada untuk melihat korelasi dan sejauh mana responden memberikan jawaban yang jujur/berpura-pura jujur.

PertanyaanB (Benar) / S (Salah)
Saya selalu melaporkan setiap insiden yang saya lihat tanpa terkecualiB / S
Saya tidak pernah merasa malas untuk menggunakan APDB / S
Saya selalu mengikuti seluruh langkah dalam prosedur kerjaB / S
Saya tidak pernah merasa kesal/marah ketika ditegur oleh pengawas/petugas keselamatanB / S
Saya selalu memeriksa keselamatan area/peralatan kerja sebelum dan sesudah melakukan pekerjaanB / S
Saya tidak pernah mengabaikan satu pun instruksi/rambu keselamatanB / S
Saya selalu jujur mengakui jika saya merasa lelah/fatigueB / S
Saya tidak pernah bicara negatif tentang pimpinan/manajemenB / S
Saya tidak pernah absen dalam setiap pertemuan keselamatanB / S
Saya selalu menindaklanjuti rekomendasi temuan dengan senang hatiB / S

Intepretasi Nilai: Jika Jumlah Benar (0 – 3): Bias Rendah, (4 – 7): Bias Menengah, (8 – 10): Bias Tinggi

Tembagapura – FN (28/2/2026)

Categories: Culture

Proses Pengelolaan Mitra Kerja

February 22, 2026 Leave a comment

Mengadopsi ISO 31000, Pengelolaan Mitra Kerja memiliki Prinsip, Kerangka, dan Proses Pengelolaaan Berbasis Risiko. Prinsip pengelolaan mitra kerja merupakan panduan nilai yang diperlukan untuk setiap tahapan kerangka dan/atau proses pengelolaan mitra kerja, meliputi integritas, kehati-hatian, kemandirian, kompetitif, transparan, adil, akuntabel, efektif, dan efisien. Kerangka pengelolaan mitra kerja mengikuti pola PDCA dalam tulisan saya sebelumnya (klik disini). Proses pengelolaan mitra kerja merupakan desain dan implementasi dari Kerangka pengelolaan mitra kerja yang dapat digambarkan sebagai berikut,

Penilaian RisikoPra-KualifikasiSeleksiAktivitas Pra-KerjaPelaksanaan PekerjaanEvaluasi
Pemillik ProyekMembuat SOW (Scope of Work)

Mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan peringkat risiko (Tinggi,Menengah, Rendah)
Membuat dan mengirimkan daftar pertanyaan dan periksa berisi persyaratan yang perlu diisi dan dilengkapi oleh mitra kerjaMenilai dan memilih mitra kerja terbaik berdasarkan persyaratan dalam daftar periksa sebagai pemenangMelakukan koordinasi dengan mitra kerja pemenang untuk mobilisasi dan pemenuhan persyaratanMelakukan pengawasan dan pemantauan selama pekerjaanMelakukan evaluasi berkala dan akhir

Memberikan masukan kepada mitra kerja
Mitra KerjaMengisi, melengkapi, dan mengirimkan persyaratan dalam daftar pertanyaan dan periksaMemberikan penawaranMelakukan mobilisasi dan memenuhi persyaratan sesuai hasil koordinasiMelakukan pekerjaan sesuai SOWMenindaklanjuti masukan dari pemilik proyek

Tembagapura – FN (22/2/2026)

Categories: Contractor Management

Contractor Engagement

February 21, 2026 Leave a comment

Tulisan saya sebelumnya terkait Employee Engagement, menginspirasi saya untuk melakukan modifikasi sedikit untuk mengukur Contractor Engagement. Kontraktor yang beragam jumlah dan budayanya tentu saja membutuhkan penanganan/pengelolaan yang berbeda dari sisi program maupun target yang ditetapkan oleh pemilik proyek. Berikut adalah contoh kuesioner yang dapat digunakan dengan responden adalah PJO/Penanggung Jawab Proyek/Manager Proyek dari kontraktor yang ada. Tingkat engagement yang tinggi mencerminkan adanya keselarasan dengan pemilik proyek, sedangkan tingkat engagement yang rendah mencerminkan kebalikannya.

PernyataaanSangat Tidak Setuju (1) – Tidak Setuju (2) – Netral (3) – Setuju (4) – Sangat Setuju (5)
Saya memahami dengan jelas lingkup kerja (scope) dan ekspektasi hasil yang diinginkan pemilik proyek.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Pemilik proyek menyediakan data, akses, atau sarana yang diperlukan agar kami bisa bekerja dengan aman dan efisien.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Saya merasa memiliki kesempatan untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai standar keahlian kami.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Pemilik proyek memberikan apresiasi atau umpan balik positif atas progres kerja yang tercapai tepat waktu/kualitas.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Perwakilan pemilik proyek bersikap profesional dan menghargai kami sebagai mitra bisnis.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Ada jalur komunikasi yang jelas untuk mendiskusikan kendala teknis atau perubahan lapangan.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Saya merasa masukan atau saran teknis dari tim kami dipertimbangkan oleh pemilik proyek.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Visi dan tujuan proyek ini membuat tim kami merasa pekerjaan ini penting untuk diselesaikan dengan baik.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Pihak pemilik proyek berkomitmen penuh terhadap standar keselamatan kerja (K3) di lokasi.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Saya merasa hubungan kerja sama ini bersifat saling menguntungkan (win-win) bagi kedua belah pihak.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Dalam periode berkala, pemilik proyek memberikan evaluasi kinerja yang objektif dan membangun.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Melalui proyek ini, tim kami mendapatkan pengalaman atau pengetahuan baru yang berharga.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Saya memahami arah strategis jangka panjang dari kerja sama dengan pemilik proyek ini.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Budaya kerja yang diterapkan pemilik proyek sejalan dengan nilai-nilai profesionalisme perusahaan kami.1 – 2 – 3 – 4 – 5
Manajemen puncak dari pemilik proyek menunjukkan komitmen nyata terhadap keberhasilan proyek ini.1 – 2 – 3 – 4 – 5

Interpretasi nilai: Engagement tinggi (60-75); Engagement sedang (45-59); Engagement rendah (15-44)

Tembagapura – FN (21/02/2026)

Categories: Contractor Management

Kerangka Pengelolaan Mitra Kerja – SMKP

February 15, 2026 1 comment

SMKP memiliki kerangka Pengelolaan Mitra Kerja mulai dari Persyaratan, Seleksi, dan Penetapan Perusahaan Mitra Kerja; Tanggung Jawab, Pemantauan, dan Pelaporan Perusahaan Mitra Kerja; dan Evaluasi Perusahaan Mitra Kerja. Berikut adalah penjelasan singkat dari ketiga langkah tersebut,

  1. Persyaratan, Seleksi, dan Penetapan Perusahaan Mitra Kerja
    • memastikan kontrak kerja memuat komitmen perusahaan mitra kerja untuk mematuhi persyaratan keselamatan pertambangan
    • memberikan sanksi atas ketidaksesuaian unjuk kerja perusahaan mitra kerja terhadap persyaratan keselamatan pertambangan
    • menjelaskan secara rinci program dan biaya keselamatan pertambangan
  2. Tanggung Jawab, Pemantauan, dan Pelaporan Perusahaan Mitra Kerja
    • menggunakan pekerja yang kompeten
    • menggunakan SPIP (Sarana, Prasarana, Instalasi, Peralatan Pertambangan) yang layak
    • melaporkan pelaksanaan program keselamatan pertambangan dan insiden secara berkala
  3. Evaluasi Perusahaan Mitra Kerja
    • melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap kinerja keselamatan pertambangan melalui pemeriksaan, pengujuian, pengukuran, dan audit
    • melakukan evaluasi akhir untuk semua penyelesaian kontrak dalam bentuk laporan kinerja keselamatan pertambangan
    • memberikan umpan balik untuk pengetahuan dan pembelajaran di masa yang akan datang
    • melakukan tindakan perbaikan untuk pekerjaan berikutnya

Tembagapura – FN (15/2/2026)