Leading – Kualitatif dalam Kepdirjen 10.K/2023

April 5, 2026 Leave a comment

Melanjutkan tulisan saya terkait Leading-Lagging dalam Kepdirjen 10.K/2023 (klik disini), Terdapat 121 item (dari 194 item, 62%) yang merupakan data leading-kualitatif. Berikut adalah 121 item tersebut,

IndikatorItem
Partisipasi Pekerja Tambang1.1.1 Kesadaran Pekerja terhadap Risiko KP
1.1.2 Komitmen dan Inisiatif Pekerja dalam Pengelolaan KP
1.1.3 Kedisiplinan Pekerja di Dalam Pekerjaan dan di Luar Pekerjaan
1.1.4 Aktualisasi Nilai-Nilai inti Perusahaan (Core Values) oleh Pekerja
1.1.5 Aktualisasi Aturan Emas KP (Golden Rules) Perusahaan oleh Pekerja
1.2.3 Peran Pekerja dalam Kegiatan KP
1.2.5 Peran Perwakilan Departemen/Bagian/Seksi dalam Tim Manajemen Risiko KP
1.2.7 Peran Pekerja Non Pengawas dalam Manajemen Risiko KP
1.2.8 Keterlibatan Komite KP dalam Penyusunan TSP KP
1.2.9 Peran Anggota Komite KP dalam Penyusunan TSP KP
1.2.10 Peran Komite KP dalam Pemantauan Pelaksanaan dan Perkembangan TSP KP
1.2.12 Peran Ketua Komite KP dalam Rapat Komite KP
1.2.14 Peran Wakil Ketua Komite KP dalam Rapat Komite KP
1.2.16 Peran Sekretaris Komite KP dalam Rapat Komite KP
1.2.18 Peran Anggota Komite KP dalam Rapat Komite KP
1.2.19 Peran Anggota Komite KP dalam Mewakili Departemen/Bagiannya
1.2.21 Kesesuaian dan Kehandalan Kesesuaian Pelaporan Bahaya dan/atau Pengaduan Pelanggaran KP oleh Pekerja
1.2.23 Kesesuaian dan Kehandalan Saran dan Masukan Pekerja untuk Peningkatan KP
Tanggung Jawab Pimpinan Unit Kerja2.1.1 Upaya Internalisasi Nilai-Nilai Inti (Core Values) Perusahaan oleh Manajemen
2.1.2 Upaya Internalisasi Aturan Emas KP (Golden Rules) Perusahaan oleh Manajemen
2.1.4 Persepsi Pekerja terhadap Komitmen Manajemen dalam Penerapan Kebijakan KP
2.2.1 Persepsi Manajemen Puncak terhadap Peran KP
2.2.2 Persepsi Pekerja terhadap Kepemimpinan dan Komitmen Manajemen
2.2.3 Ketersediaan Angggaran KP dalam RKAB
2.2.5 Kecepatan Manajemen Puncak dalam Merespon Isu KP
2.2.7 Peran Manajemen Puncak dalam kunjungan Site
2.2.9 Peran Pimpinan Tertinggi pada Rapat Tinjauan Manajemen
2.2.10 Dukungan Manajemen untuk Inovasi dan Peningkatan Kinerja KP
2.2.11 Pemberian Penghargaan atas Kinerja KP dari Pekerja
2.2.12 Pemberian Sanksi atas Pelanggaran KP dari Pekerja
2.2.13 Persepsi KTT/PJO terhadap Peran KP
2.2.15 Persepsi Pekerja terhadap Kepemimpinan dan Komitmen dari KTT/PJO
2.2.16 Persepsi Pimpinan Departemen/Bagian/Seksi terhadap peran KP
2.2.17 Persepsi Pekerja terhadap kepemimpinan dan komitemen dari pimpinan departemen/Bagian/Seksi
2.2.19 Peran KTT/PJO dalam keigatan KP (Rapat, Pertemuan, Seminar, dan Kegiatan lainnya)
2.2.20 Peran KTT/PJO dalam Penyusunan dan Tinjauan kebijakan KP
2.2.21 Peran KTT/PJO dalam Manajemen Risiko KP
2.2.23 Peran Pimpinan Departemen/Bagian dalam Penyusunan dan Tinjauan Kebijakan KP
2.2.25 Peran Pimpinan Departemen/Bagian/Seksi dalam Kegiatan KP
2.2.26 Keterlibatan Pimpinan Departemen/Bagian/Seksi dalam Majemen Risiko KP
2.2.27 Peran Pimpinan Departemen/Bagian/Seksi dalam Manajemen Risiko KP
2.2.29 Peran Pengawas Operasional/Teknis dalam Pertemuan KP Kelompok Kerja
2.2.30 Keterlibatan Pengawas Operasional/Teknis dalam Manajemen Risiko KP
2.2.31 Peran Pengawas Operasional/Teknis dalam Manajemen Risiko KP
2.3.1 Inisiatif dan Kesadaran untu Pemenuhan Persyaratan Perundangan dan Persyaratan Lainnya yang Terkait Aspek KP
2.3.3 Respon Manajemen Perusahaan terhadap undangan dari Instansi Pembina Sektor
2.3.4 Kepatuhan Perusahaan dalam Menindaklanjuti Arahan Tertulis dari Instansi Pembina Sektor melalu Surat Edaran KaIT
2.3.5 Kepatuhan Perusahaan dalam Menindaklanjuti Hasil Pembinaan dan Pengawasan oleh Inspektur Tambang
2.3.7 Kepatuhan KTT Pelaporan Khusus atas Kasus KP kepada KaIT
2.3.8 Kepatuhan Pimpinan Departemen/Bagian dalam menindaklanjuti Arahan/Instruksi KTT terkait pemenuhan Peraturan KP
2.4.1 Kemandirian Pengelolaan KP
2.4.2 Ketersediaan KTT
2.4.3 Ketersediaan PJO
2.4.5 Ketersediaan TTPYB
2.4.8 Ketersediaan dan Kewenangan Bagian K3 dan Bagian KO Pertambangan
2.4.9 Penetapan Tanggung Jawab terkait KP untuk Pekerja
2.4.10 Pemberian Dukungan dan Kewenangan kepada Pekerja untuk Menyatakan Keberatan Bekerja jika Syarat KP Diragukan
2.4.11 Penerapan Mekanisme Pemilihan Perwakilan Pekerja pada Komite KP
2.4.12 Persepsi Manajemen terhadap Pengelolaan Pekerja
2.5.1 Formulasi Strategi KP
2.5.2 Penjabaran dan Penyelarasan Strategi Pengelolaan KP
2.5.3 Ruang Lingkup Pemantauan dan Pengukuran Kinerja Pengelolaan KP
2.6.1 Kesesuaian Induksi KP
2.6.3 Kualitas Pertemuan KP
2.6.5 Efektivitas Kampanye KP
2.6.6 Efektivitas Komunikasi KP Eksternal dengan Mitra Kerja (Customer, Kontrator, Sub Kontraktor, dll)
2.6.7 Efektivitas Komunikasi Vertikal antara Pimpinan Unit Kerja dengan Anggota
2.6.8 Efektivitas Komunikasi Horisontal antar Rekan Kerja
2.6.9 Efektivitas Komunikasi antar Ketua Kelompok Kerja
2.6.10 Efektivitas Komunikasi antar Penanggung Jawab Gilir Kerja/Shift
2.6.11 Kehandalan Fasilitas dan Media Penunjang Komunikasi KP
2.6.12 Jumlah Mentoring, Coaching, dan Councelling untuk Pekerja dari Pimpinan Tim Kerja
2.6.13 Efektivitas Mentoring, Coaching, dan Coucelling untuk Pekerja dari Pimpinan Tim Kerja
2.6.14 Ketersediaan Ruang dan Akses Informasi KP untuk Pekerja
2.6.15 Proteksi Pelapor dan Mekanisme Penanganan Pelaporan dalam Pengaduan Pelanggaran KP (Whisltelowing system)
2.6.16 Penjangkauan Pemangku Kepentingan Eksternal
2.6.17 Inventarisasi Harapan dan Kebutuhan Pemangku Kepentingan
2.7.2 Efektivitas Tata Cara Kerja Baku untuk Operasi Kerja
2.7.3 Kesesuaian Penerapan Pemeriksaan Kesiapan Operasional Harian
2.7.4 Kesesuaian Penetapan Rencana Kerja Operasional Harian
2.7.5 Kesesuaian Pemberian izin Masuk Lokasi Pertambangan
2.7.6 Kesesuaian Pemberian Lisensi dan Surat Izin Pengoperasian Peralatan
2.7.8 Kesesuaian Penetapan Area, Aktivitas, dan Kontrol Kritis dalam aspek KP
2.7.9 Kesuaian Penetapan Distribusi dan Komposisi Area Pengawasan
2.7.11 Kesuaian dan Kehandalan Hasil Inspeksi, Pemeriksaan, Pengujian oleh Pengawas Operasional Langsung
2.7.13 Kesuaian dan Kehandalan Hasil Inspeksi, Pemeriksaan, Pengujian oleh Pengawsa Operasional Jenjang Menengah
2.7.15 Kesesuaian dan Kehandalan Hasil Inspeksi, Pemeriksanaan, Pengujian oleh Pihak Internal di Luar Penanggung Jawab Area (Silang)
2.8.1 Dasar Pelaksanaan Audit Internal SMKP
2.8.2 Kesesuaian Metodologi Audit Internal SMKP
Analisis dan Statistik Insiden3.1.1 Integritas Data KP
3.1.2 Ruang Lingkup Analisis dan Pengelolaan Data Kasus KP
3.1.3 Maturitas Hasil Analisis Data KP
3.2.1 Jumlah Kasus KP yang diinvestigasi
3.2.2 Pengumpulan Data dan Infomasi Kasus KP
3.2.3 Paradigma Investigasi Kasus KP
3.2.4 Teknik Analisis Kasus KP
3.2.5 Penetapan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan
3.4.1 Pembelajaran Retrospektif dari Pengelolaan KP
3.4.2 Jumlah Perbaikan Berbasis Pembelajaran KP
Upaya Pengendalian yang telah dilakukan 4.1.1 Dasar Pengelolaan Risiko KP
4.1.2 Ketuntasan Siklus Manajemen Risiko KP
4.1.3 Ruang Lingkup Manajemen Risiko KP
4.2.1 Dasar Pengembangan Program Kesehatan Kerja Pertambangan
4.3.1 Dasar Pengembangan Program Lingkungan Kerja Pertambangan
4.4.1 Kesesuaian Penerapan Rekayasa Pertambangan: Kehandalan Desain Kehandalan Desain Kegiatan Operasional Pertambangan
4.4.2 Kesesuaian Penerapan Rekayasa Pertambangan: Kehandalan Metode Kegiatan Operasional Pertambangan
4.4.3 Kesesuaian Penerapan Rekayasa Pertambangan: Kesesuaian Penggunaan Peralatan dan Perangkat Keras untuk Kegiatan Operasional Pertambangan
4.4.4 Kesesuaian Penerapan Rekayasa Pertambangan: Kesesuaian Penggunaan Perangkat Lunak untuk Kegiatan Operasional Pertambangan
4.5.2 Inventarisasi Aset KP
4.5.3 Manajemen Rantai Pasok
4.6.1 Pemenuhan Kelaikan Kerja (Fitnes for Duty): Kesiapan Psikologi dan Fisiologis Pekerja
4.6.6 Pendekatan Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan KP
4.6.8 Retensi Pengetahuan dan Peningkatan Kinerja Pekerja Pasca Pendidikan dan Pelatihan
4.6.9 Retensi Pengetahuan dan Peningkatan Kinerja Pekerja Pasca Sertifikasi
4.6.10 Kesesuaian Penetapan Roster dan Shift/Gilir Kerja Pekerja
4.6.11 Penyataan Pekerja terkait Kepuasan Kerja (Job Satisfaction) dan Kesejahteraan Mental (Mental Well-being) dalam Bekerja
4.7.1 Dasar Manajemen Perubahan
4.7.2 Kebermanfaatan Manajemen Perubahan
4.7.3 Daya Tanggap Organisasi atas Perubahan dari Eksternal
4.10.1 Manajemen Dokumentasi KP
4.10.3 Manajemen Pengetahuan

Tembagapura – 5/4/2026 (FN)

Categories: Culture

Pembelajaran Kasus Kecelakaan Tambang Triwulan I Tahun 2026

April 4, 2026 Leave a comment

Berikut adalah pembelajaran kasus kecelakaan tambang triwulan I Tahun 2026 sebagaimana tersurat dalam SE KaIT Nomor B-3288/MB.07/DBT.KP/2026 tanggal 1 April 2026 untuk peningkatan kewaspadaan dan kinerja Keselamatan Pertambangan.

  1. masih terdapat kelemahan yang berulang dalam pengendalian risiko kritis (SMKP II.2.4), pengawasan operasional (SMKP III.5), manajemen perusahaan jasa pertambangan (SMKP IV.8), kepatuhan terhadap desain (SMKP IV.6) dan prosedur kerja aman (SMKP IV.1.1), serta kesiapsiagaan tanggap darurat dan penanganan medis pascakejadian (SMKP IV.9)
  2. demografi menunjukkan sebanyak 39% korban merupakan pekerja dengan masa kerja 0 – 2 tahun dan 92% korban berasal dari perusahaan kontraktor dan subkontraktor
  3. faktor pribadi yang muncul adalah ketidakpatuhan terhadap tata cara kerja; kurangnya pemahaman terhadap bahaya dan risiko pekerjaan; rendahnya disiplin terhadap prosedur dan arahan pengawas; lemahnya sistem pembinaan, pengawasan dan verifikasi kompetensi.
  4. faktor pekerjaan yang muncul adalah kurang memadainya kuantitas dan kualitas pengawasan; belum efektifnya manajemen risiko pekerjaan berisiko tinggi; serta ketidaksesuaian antara desain, prosedur dan pelaksanaan operasional di lapangan
  5. tindakan pengendalian yang perlu dilakukan sebagai berikut,
    • melakukan management walkthrough – inspeksi ke area2 berisiko tinggi (SMKP V.2)
    • memastikan terlaksananya fungsi evaluasi kinerja perusahaan jasa pertambangan (SMKP IV.8.3)
    • memastikan sistem respon dan penanganan medis pasca-kejadian telah disusun, diuji, dan ditingkatkan secara berkelanjutan (SMKP IV.9)
    • memastikan seluruh hasil inspeksi, investigasi, dan audit sudah ditindaklanjuti (SMKP V.7)
    • memastikan KTT memiliki kewenangan dan dukungan yang memadai (SMKP III.2.1)
    • memastikan bagian K3 dan KO berperan aktif sebagai fungsi assurance dan advisori manajemen risiko (SMKP III.4)
    • memastikan adanya penguatan sistem pembinaan, verifikasi kompetensi (SMKP III.10.2), pendampingan pekerja, dan pengawasan berlapis bagi pekerja baru, kontraktor, dan subkontraktor (SMKP III.5)
    • memastikan seluruh kegiatan operasional dilaksanakan sesuai dengan desain, kajian teknis, dan rekomendasi rekayasa yang mempertimbangkan faktor keamanan pada kondisi ekstrem, serta setiap penyimpangan dikendalikan melalui mekanisme yang sah (SMKP IV.4.5, IV.6)

Leading – Kuantitatif dalam Kepdirjen 10.K/2023

April 3, 2026 Leave a comment

Melanjutkan tulisan saya terkait Leading-Lagging dalam Kepdirjen 10.K/2023 (klik disini), Terdapat 35 item (dari 194 item, 18%) yang merupakan data leading-kuantitatif. Berikut adalah 35 item tersebut,

IndikatorItem
Partisipasi Pekerja Tambang1.2.1 Kehadiran Pekerja dalam Pekerjaan di Hari Kerja
1.2.2 Kehadiran Pekerja dalam Kegiatan KP
1.2.4 Keterlibatan Perwakilan Departemen/Bagian/Seksi dalam Tim Manajemen Risiko KP
1.2.6 Keterlibatan Pekerja Non Pengawas dalam Manajemen Risiko KP
1.2.11 Kehadiran dan Keterlibatan Ketua Komite KP dalam Rapat Komite KP
1.2.13 Kehadiran dan Keterlibatan Wakil Ketua Komite KP dalam Rapat Komite KP
1.2.15 Kehadiran dan Keterlibatan Sekretaris Komite KP dalam Rapat Komite KP
1.2.17 Kehadiran dan Keterlibatan Anggota Komite KP dalam rapat Komite KP
1.2.20 Jumlah Pelaporan Bahaya dan/atau Pengaduan Pelanggaran KP (Whistleblowing) terkait KP oleh Pekerja
1.2.22 Jumlah Saran dan Masukan Pekerja untuk Peningkatan KP
Tanggung Jawab Pimpinan Unit Kerja2.2.6 Jumlah Kehadiran Manajemen Puncak pada Site
2.2.14 Tingkat Kehadiran KTT/PJO di Site
2.2.18 Kehadiran KTT/PJO dalam kegiatan KP (Rapat,Pertemuan,Seminar, dan Kegiatan lainnya)
2.2.22 Keterlibatan Pimpinan Departemen/Bagian dalam Penyusunan dan Tinjauan Kebijakan KP
2.2.24 Keterlibatan Pimpinan Departemen/bagian/Seksi dalam Kegiatan KP
2.2.28 Kehadiran Pengawas Operasional/Teknis dalam Pertemuan KP Kelompok Kerja
2.4.4 Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab KTT
2.4.6 Ketersediaan Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis
2.6.2 Jumlah Pertemuan KP
2.6.4 Jumlah Kampanye KP
2.7.1 Jumlah Penetapan Tata Cara Kerja Baku untuk Operasi Kerja
2.7.10 Jumlah Inspeksi, Pemeriksaan, Pengujian oleh Pengawas Operasional Langsung
2.7.12 Jumlah Inspeksi, Pemeriksaan, Pengujian oleh Pengawas Operasional Jenjang Menengah
2.7.14 Jumlah Inspeksi, Pemeriksaan, Pengujian oleh Pihak Internal di Luar Penanggung Jawab Area (Silang)
2.8.3 Keberhasilan Pencapaian Tujuan Audit Internal SMKP
2.8.4 Jumlah Opportunity for Improvement dari Hasil Audit Internal SMKP
2.8.5 Penyelesaian Rencana Tindak Lanjut Audit Internal SMKP
Analisis dan Statistik Insiden3.2.6 Realisasi Pelaksanaan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan
Upaya Pengendalian yang telah dilakukan 4.5.4 Manajemen Integritas Aset: Jumlah Pengujian Kelayakan SPIP Pertambangan
4.5.5 Manajemen Integritas Aset: Realisasi Commissioning
4.5.6 Manajemen Integritas Aset: Jumlah Pemeliharaan SPIP Pertambangan
4.5.7 Nilai Physical Availability
4.5.8 Nilai Mechanical Availability
4.6.3 Pemenuhan Kompetensi Pekerja sesuai Standar Kompetensi Kerja
4.6.5 Jumlah Pendidikan dan Pelatihan KP

Tembagapura – 3/4/2026 (FN)

Categories: Culture

Lagging – Kuantitatif dalam Kepdirjen 10.K/2023

March 29, 2026 Leave a comment

Melanjutkan tulisan saya terkait Leading-Lagging dalam Kepdirjen 10.K/2023 (klik disini), Terdapat 38 item (dari 194 item, 20%) yang merupakan data lagging-kuantitatif, artinya item ini didapatkan dari output data histori yang tidak bisa kita kendalikan karena sudah berlalu. Berikut adalah 38 item tersebut,

IndikatorItem
Partisipasi Pekerja Tambang1.2.24 Efektivitas Partisipasi Pekerja
Tanggung Jawab Pimpinan Unit Kerja2.1.3 Efektivitas Kebijakan KP
2.2.4 Realisasi Anggaran KP dalam RKAB
2.2.8 Efektivitas Rapat Tinjauan Manajemen
2.3.2 Efektivitas Pemenuhan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya yang Terkait
2.3.6 Kepatuhan KTT dalam Pengelolaan Administrasi KP
2.4.7 Pelaksanaan Jumlah Tugas dan Tanggung Jawab Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis
2.5.4 Efektivitas Pemantauan dan Pengukuran Kinerja Pengelolaan KP
2.6.18 Efektivitas Komunikasi KP
2.7.7 Kesesuaian Pemberian Izin Kerja Khusus
2.7.16 Efektivitas Inspeksi KP
Analisis dan Statistik Insiden3.2.7 Jumlah Kasus KP Serupa dan Berulang dalam 2 Tahun Terakhir
3.3.1 Pencapaian Accident Frequency Rate
3.3.2 Pencapaian Accident Severity Rate
3.3.3 Jumlah Kejadian Berbahaya
3.3.4 Pencapaian Morbidty Frequency Rate
3.3.5 Pencapaian Absence Severity Rate (termauk KAPTK)
3.3.6 Frekuensi PAK
Upaya Pengendalian yang telah dilakukan 4.1.4 Efektifitas Manajemen Risiko KP
4.2.2 Realisasi Program Pokok Kesehatan Kerja
4.2.3 Efektivitas Program Kesehatan Kerja
4.3.2 Realiasi Program Pokok Lingkungan Kerja
4.3.3 Efektivitas Program Lingkungan Kerja
4.4.5 Efektivitas Perancangan dan Rekayasa Pertambangan
4.5.1 Pengadaan dan Pembelian Aset KP
4.5.9 Realisasi Program Pokok: keselamatan Operasi
4.5.10 Efektivitas Program Keselamatan Operasi
4.6.2 Efektivitas Seleksi dan Penempatan Pekerja
4.6.4 Efektivitas Pemenuhan Kompetensi Kerja
4.6.7 Efektivitas Pendidikan dan Pelatihan KP
4.7.4 Efektivitas Kajian Teknis Pertambangan
4.7.5 Efektivitas Manajemen Perubahan
4.8.1 Efektivitas Tim Tanggap Darurat
4.8.2 Efektivitas Manajemen Keadaan Darurat
4.9.1 Kesesuaian Persyaratan, Seleksi, dan Penetapan PJP
4.9.2 Kesesuaian Penetapan Tanggung Jawab PJP
4.9.3 Kesesuian Pemantauan dan Evaluasi Kinerja PJP
4.10.2 Efektivitas Dokumentasi

Tembagapura – 29/03/2026 (FN)

Categories: Culture

Leading-Lagging dalam Kepdirjen 10.K/2023

March 28, 2026 3 comments

Dalam tulisan saya sebelumnya terkait dengan indikator yang dikembangkan (klik disini), terdapat korelasi antara ISO 45004 – Performance Guideline dengan instrumen pengukuran kinerja KP (Kepdirjen 10.K/2023). Tulisan kali ini lebih memberikan contoh kategori (leading-lagging) dan tipe data (kuantitatif-kualitatif) dalam instrumen pengukuran kinerja KP (Kepdirjen 10.K/2023). Terdapat 194 item dalam instrumen yang dapat kita kelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu leading-kuantitatif (35 item, 18%), leading – kualitatif (121 item, 62%), dan lagging – kuantitatif (38 item, 20%) dengan contoh sebagai berikut,

MetodeContoh
Leading – Kuantitatif1.2.1 Kehadiran pekerja dalam pekerjaan di hari kerja
1 – kehadiran pekerja dalam pekerjaan di hari kerja (masuk kerja) 2 tahun terakhir rata rata < 50% dari jumlah pekerja yang seharusnya masuk
2 – kehadiran pekerja dalam pekerjaan di hari kerja (masuk kerja) 2 tahun terakhir rata rata 50-69% dari jumlah pekerja yang seharusnya masuk
3 – kehadiran pekerja dalam pekerjaan di hari kerja (masuk kerja) 2 tahun terakhir rata rata 70-79% dari jumlah pekerja yang seharusnya masuk
4 – kehadiran pekerja dalam pekerjaan di hari kerja (masuk kerja) 2 tahun terakhir rata rata 80-94% dari jumlah pekerja yang seharusnya masuk
5 – kehadiran pekerja dalam pekerjaan di hari kerja (masuk kerja) 2 tahun terakhir rata rata 95-100% dari jumlah pekerja yang seharusnya masuk
Leading – Kualitatif2.1.1 Upaya internalisasi Nilai-nilai inti (Core values) perusahaan oleh manajemen
1 – manajemen tidak melakukan upaya untuk internalisasi nilai-nilai inti perusahaan kepada pekerja
2 – manajemen telah melakukan upaya untuk internalisasi nilai-nilai inti perusahaan hanya kepada sebagian kelompok kerja
3 – manajemen telah melakukan upaya untuk internalisasi nilai-nilai inti perusahaan kepada seluruh pekerja
4 – manajemen telah melakukan upaya untuk internalisasi nilai-nilai inti perusahaan dan memasukkan kepada target kinerja pekerja
5 – manajemen telah memberikan contoh nyata aktualisasi nilai-nilai inti perusahaan kepada pekerja
Lagging – Kuantitatif4.10.2 Efektivitas Dokmentasi
1 – nilai rata rata hasil audit SMKP elemen VI dalam 2 tahun terakhir 0%
2 – nilai rata rata hasil audit SMKP elemen VI dalam 2 tahun terakhir 0.1-1%
3 – nilai rata rata hasil audit SMKP elemen VI dalam 2 tahun terakhir 1.1-2%
4 – nilai rata rata hasil audit SMKP elemen VI dalam 2 tahun terakhir 2.1-2.9%
5 – nilai rata rata hasil audit SMKP elemen VI dalam 2 tahun terakhir 3%

Tembagapura – 28/3/2026 (FN)

Categories: Culture, Performance