Teori Keseimbangan

August 14, 2018 Leave a comment

Dalam pelatihan awal kepemimpinan biasanya kita diminta untuk membuat Visi – Misi – Goals diri sendiri yang disandingkan dengan Organisasi untuk mendapatkan titik temu dan saling untung satu dengan lainnya.

Pertama yang kita lakukan adalah membuat Balancing (Teori Keseimbangan) dimana kita diminta untuk melihat gambaran diri kita lewat pendekatan MBS (Mind, Body, Soul) dengan skala Likert.

# Seberapa jauh kita menilai Mind Kita terkait dengan Pekerjaan, Sekolah, Membaca, …

# Seberapa jauh kita menilai Body kita terkait dengan Olahraga jasmani, makanan, Finance, Istirahat, …

# Seberapa jauh kita menilai Soul kita terkait dengan Persahabatan, Meditasi, Ibadah, Doa, Sosial, …

Kedua yang kita lakukan adalah membuat Goals berdasarkan hasil Balancing pada poin Pertama sebagai contoh untuk Mind kita bisa menetapkan goals Membaca 1 buku per minggu, untuk Body bisa berjalan kaki 1 x per hari, untuk Soul bisa beribadah 1 x per minggu, dst….

Ketiga yang kita lakukan setelah semua goals diatas ditetapkan adalah memasukannya dalam skala prioritas untuk dikerjakan berdasarkan matrix Steven Covey berikut:

# Urgent and Important

# Urgent but Not Important

# Not Urgent but Important

# Not Urgent and Not Important

Keempat yang kita lakukan adalah melaksanakan goals yang telah ditepatkan berdasarkan skala prioritas dan membuat komitmen untuk reward jika melakukan dan penalti jika tidak melakukan

Kelima yang kita lakukan adalah memulai lagi dari langkah pertama jika misalnya karena satu dan lain tidak berjalan sebagaimana direncanakan karena demotivasi atau faktor lain di luar kontrol kita.

Semoga bermanfaat – Novento 8/14/2018

Categories: Leadership

A Simple note of ISO 14001:2015

August 12, 2018 Leave a comment

Minggu lalu saya dapat kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Interpretation ISO 14001:2015: Sistem Manajemen Lingkungan dan berikut adalah beberapa catatan saya bagi Bapak/Ibu yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Sistem Manajemen Lingkungan hidup.

“Hal ini cukup menarik karena dalam Kepmen ESDM 1827-2018 ADA Manajemen Keselamatan Pertambangan (Lampiran III) dan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (Lampiran IV) tetapi TIDAK ADA Sistem Manajemen Lingkungan karena karena di Lampiran V hanya berbicara mengenai Manajemen Lingkungan hidup”

ISO 14001:2015 memiliki 10 Klausul dimana Klausul 1 s/d 3 berbicara mengenai Lingkup, Normatif, Istilah dan Definisi yang bisa dibaca sendiri, Klausul lainnya seperti berikut ( Klausul baru dibandingkan dengan pendahulunya ISO 14001:2005 saya berikan pembeda huruf tebal)

  • Klausul 4: Context of the organization
  • Klausul 5: Leadership
  • Klausul 6: Planning
  • Klausul 7: Support
  • Klausul 8: Operation
  • Klausul 9: Performance Evaluation
  • Klausul 10: Improvement

Dalam tulisan ini saya tidak ingin menjebak Bapak/Ibu dalam penjelasan detail dan penomoran Klausul/Sub Klausul ( bisa dibaca dan dipelajai sendiri) tapi lebih memberikan pemahaman umum dari masing-masing Klausul tersebut dan interaksi satu dengan lainnya

Klausul 4: Context of the organization 

Klausul ini berbicara mengenai internal dan eksternal issue termasuk kebutuhan dan harapan dari pihak yang berkepentingan. Dari hal tersebut disusunlah Ruang Lingkup (Scope) dari Organisasi tersebut untuk mencapai tujuan organisasi.

Klausul 5: Leadership

Untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan Organisasi dan Personel, sehingga diperlukan Komitmen dari Manajemen Puncak yang menyusun Kebijakan dan membuat Peran, Tanggung Jawab dan Kewenangan Organisasi. Satu catatan menarik dari klausul ini adalah penjelasan mengenai Accountability dan Responsibility sebagai berikut:

“Top Management may delegate responsibility for these actions to others, but it retains accountability for ensuring the action are performed” 

Klausul 6: Planning (PLAN)

Klausul ini berbicara mengenai Risk Assessment, Legal Compliance dimana di dalamnya muncul mitigation plan yang diwujudkan dalam bentuk Tujuan Sasaran dan Program Organisasi mengikuti kaidah SMART (Specific,Measurable,Achievable,Realistic,Time bound)

Klausul 7: Support dan Klausl 8: Operation (DO)

Kedua Klausul ini berbicara mengenai implementasi (DO) untuk mencapai Tujuan,Sasaran dan Program dalam Klausul Planning dimulai dari Sumber Daya yang digunakan, kompetensi, Kepedulian, Komunikasi, Documented Information (=Document and Record Control), kontrol operasional dan Manajemen Keadaan Darurat (Preventive, Preparedness, Response, Recovery ?).

Klausul 9: Performance Evaluation (CHECK)

Performance Evaluation berbicara mengenai bagaimana melakukan Evaluasi terhadap Perencanaan dan Pelaksanaan Program dengan pemantauan, pengukuran, evaluasi legal compliance, internal audit, dan Tinjauan Manajemen.

Klausul 10: Improvement (ACTION)

Klausul ini berbicara mengenai Nonconformity dan Corrective Action dan Continual Improvement untuk peningkatan kinerja Organisasi.

Demikian penjelasan dan keterkaitan antar Klausul dalam ISO 14001:2015 mengikuti kaidah PDCA. Guideline mengenai ISO 14001:2015 dapat ditemukan dari ISO 14004:2016. Dengan adanya Annex SL maka semua standar sistem manajemen (termasuk ISO 45001:2015 mengenai Sistem Manajemen K3) memiliki konsistensi dalam hal struktur, format, wording, major clause numbers and titles untuk menjaga kompatibilitas satu dengan yang lainnya.

Semoga bermanfaat

Novento – 8/12/2018

Categories: Safety

Alur Logis Pengawas Operasional Pertama (POP)

August 6, 2018 Leave a comment

Dari artikel mengenai POM kemarin, ada permintaan untuk membuat hal yang sama mengenai POP karena postingan POP saya yang lama sudah kadaluarsa dan tidak sesuai dengan Permen ESDM 43-2016. Oleh karena itu tulisan ini saya buat dengan judul yang sama dengan POM yaitu  Alur Logis Pengawas Operasional Pertama (POP) dengan acuan Permen ESDM 43-2016, beberapa yang saya bold tebal biasanya menjadi pertanyaan untuk Ujian Tertulis di awal Uji Kompetensi POP dan untuk Evidence/Portofolio bukti silahkan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Perhatikan Aspek Kritis ketika melakukan interview atau menjelaskan portofolio kepada Assessor!

Ada 8 Unit Kompetensi yang diujikan dalam POP sebagai berikut:

1. Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait KP

a. Tugas dan tanggung jawab Pengawas Operasional (Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran I)
b. Filosofi dasar KP sesuai peraturan perundang-undangan
c. Kriteria Kecelakaan tambang (Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran III)
d. Klasifikasi Cidera  (Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran III)
e. Statistik kecelakaan tambang
f. Teori análisis penyebab kecelakaan  domino
g. Teori gunung es biaya kecelakaan
h. Teori dan aplikasi 5S/5R di lingkungankerja (Housekeeping )
i. Penggolongan APD
j. Penggolongan api, teori terjadinya api, jenis alat deteksi api, klasifikasi pemadam api
k. Prosedur penanganan keadaan darurat (Prevention,Preparedness,Response,Recovery)
l. Prinsip First Aid
m. Izin kerja khusus (work permit)

Aspek kritis = ketepatan menjelaskan kewajiban pengawas operasional dan ketepatan menjelaskan upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam menerapkan kewajiban tersebut

2. Melaksanakan Tugas dan Tanggung jawab KP pada area yang menjadi tanggung jawabnya

a. Tugas dan tanggung jawab KP
b. Mengukur pelaksanaan tugas dan tanggung jawab KP

Aspek kritis = membandingkan realisasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dengan parameter pengukuran

3. Melaksanakan Pertemuan KP Terencana

a. Menyiapkan pertemuan KP terencana
b. Melaksanakan pertemuan kp terencana(teori komunikasi)
c. Mengevaluasi proses pelaksanaan pertemuan KP terencana
d. Menindaklanjuti hasil pelaksanaan pertemuan KP terencana

Aspek kritis = menjelaskan topik pertemuan KP sesuai dengan rencana dan menggunakan materi pertemuan KP sesuai dengan topik

4. Melaksanakan Investigasi Kecelakaan

a. Mempersiapkan investigasi  kecelakaan
b. Melakukan pemeriksaan lokasi kecelakaan
c. Melakukan wawancara terhadap saksi
d. Mengumpulkan data peralatan dan/atau pendukung lainnya
e. Menganalisa data kecelakaan
f. Menyimpulkan status kecelakaan tambang
g. Menyimpulkan penyebab kecelakaan
h. Membuat rekomendasi tindakan perbaikan
i. Membuat laporan investigasi kecelakaan tambang

Aspek kritis = ketepatan dalam menentukan penyebab langsung kecelakaan sesuai teori análisis penyebab terjadinya kecelakaan dan ketepatan dalam menentukan penyebab dasar kecelakaan sesuai teori análisis penyebab terjadinya kecelakaan

5. Melaksanakan Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko

a. Mengidentifikasi potensi potensi bahaya ( definisi bahaya dan risiko )pada kegiatan pertambangan mineral dan batubara
b. Melakukan penilaian risiko (Faktor Kekerapan = Frequency, Faktor Keparahan = Severity, Faktor Kemungkinan = Probability) pada kegiatan pertambangan mineral dan batubara
c. Melakukan klasifikasi bahaya dan risiko berdasarkan nilai risiko
d. Melakukan pengendalian risiko pada kegiatan pertambangan mineral dan batubara

Aspek kritis = ketepatan dalam menghitung nilai risiko sesuai dengan teori penilaian risiko dan ketepatan dalam menentukan pengendalian risiko sesuai dengan hierarki pengendalian risiko (Rekayasa,Administrasi,Praktek Kerja,APD)

6. Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait Perlindungan Lingkungan (Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran V dan VI)

a. Melaksanakan peraturan perlindungan lingkungan pertambangan di area lingkungan kerjanya
b. Mengidentifikasi potensi dampak terhadap lingkungan hidup di area kerjanya
c. Melakukan pengelolaan limbah di area kerjanya

Aspek kritis = ketepatan melaksanakan pengelolaan limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan di area lingkungan kerjanya sesuai dengan SOP

7. Melaksanakan Inspeksi

a. Mempersiapkan inspeksi
b. Melakukan inspeksi (metode inspeksi pengamatan total dan siklus pengamatan)
c. Membuat laporan inspeksi
d. Pemantauan tindak lanjut hasil inspeksi

Aspek kritis = ketepatan dan kecepatan dalam mengidentifikasi tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman yang membutuhkan penanganan segera dan ketepatan dalam menentukan tindakan perbaikan sesuai dengan klasifikasi bahaya

8. Melaksanakan Analisis Keselamatan Pekerjaan

a. Menginventarisasi tugas-tugas ( perbedaan tugas baru dan tugas kritis ) yang belum mempunyai análisis KP
b. Menentukan metode análisis KP
c. Menentukan pekerjaan yang akan dianalisis
d. Menguraikan langkah pekerjaan
e. Mengindentifikasi potensi bahaya
f. Menentukan tindakan pencegahan/pengendalian

Aspek kritis = ketepatan dalam mengidentifikasi potensi bahaya untuk setiap uraian langkah sesuai dengan SOP dan ketepatan dalam menentukan tindakan pengendalian untuk setiap potensi bahaya

Semoga Bermanfaat

Novento – 8/6/2018

 

Categories: Safety

Alur Logis Pengawas Operasional Madya (POM)

August 1, 2018 1 comment

Dalam Permen ESDM 43-2016, Unit Kompetensi dalam POP dijelaskan secara detail dalam tabel KUK (Kriteria Unjuk Kerja) masing-masing unit kompetensi tetapi dalam POM tabel KUK setiap unit kompetensinya  mengikuti kaidah Legal/SOP – Membuat Program (PLAN) – Melaksanakan Program (DO) – Monitoring Program (CHECK) – Evaluasi Program (ACTION) – PDCA Life Cycle

Hal ini membuat pengawas membuat penafsiran yang beragam dan melakukan persiapan yang tidak perlu karena tidak mendapatkan pemahaman sistematis mengenai sistematika unit kompetensi dan hubungannya satu dengan lainnya. Lewat tulisan ini saya akan memberikan pemahaman sistematis ( Alur Logis ) yang dapat menjadi acuan untuk para pengawas yang hendak mengambil Sertifikasi POM diambil dari Legal dan juga pengalaman saya mengikuti Diklat dan Sertifikasi POM dengan hasil KOMPETEN!

Saya akan mulai dengan mengelompokkan 8 unit kompetensi POM menjadi 4 scope sebagai berikut:

  1. K3 ( Mengelola Keselamatan Pertambangan (KP), Mengelola Keadaan Darurat Pertambangan, Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab POM)
  2. Lingkungan ( Mengelola Lingkungan Pertambangan )
  3. Teknis + Konservasi ( Mengelola Penerapan Kaidah Teknis Pertambangan, Melaksanakan Upaya Konservasi )
  4. Usaha Jasa + Standarisasi ( Mengawasi Kegiatan Usaha Jasa Pertambangan, Mengawasi Standarisasi Pertambangan Minerba)

Level Kedalaman setiap Unit Kompetensi memiliki 3 level yang berbeda mulai dari Umum sampai dengan detail. Saya tidak akan mengutip isi dari setiap pasal dalam tulisan ini supaya dapat dicari, dibaca dan ditulis sendiri karena pembelajaran orang dewasa meminta partisipasi aktif. Berikut adalah Level Kedalaman dari setiap unit kompetensi yang ada dalam POM yang selanjutnya saya sebut sebagai Alur Logis (Sistematika) POM sebagai acuan pembelajaran mandiri/kolektif:

  1. K3 (Mengelola KP, Darurat, Tugas Tanggung Jawab POM)
    • Level 1 : PP 55-2010 pasal 26,27
    • Level 2: Permen ESDM 26-2018 pasal 7 – 19
    • Level 3: Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran I, III, IV
  2. Lingkungan (Mengelola Lingkungan Pertambangan)
    • Level 1: PP 55-2010 pasal 28 dan PP 78-2010 mengenai Reklamasi dan Pasca Tambang
    • Level 2: Permen ESDM 26-2018 pasal 20-23
    • Level 3: Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran V, VI
  3. Teknis Pertambangan
    • Level 1: PP 55-2010 pasal 21
    • Level 2: Permen ESDM 26-2018 pasal 12 – 13
    • Level 3: Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran II
  4. Konservasi Minerba
    • Level 1: PP 55-2010 pasal 25
    • Level 2: Permen ESDM 26-2018 pasal 24-26
    • Level 3: Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran VII
  5. Usaha Jasa
    • Level 1: Permen ESDM 11-2018
    • Level 2: Permen ESDM 26-2018 pasal 45-38
    • Level 3: Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran VIII
  6. Standarisasi
    • Permen ESDM 42-2016

Dengan mencari, membaca dan menulis Alur Logis (Sistematika) POM diatas maka kita akan mendapatkan pemahaman Ruang Lingkup dari masing-masing Unit Kompetensi – Knowledge Competent ! 

Langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan ruang lingkup diatas sesuai dengan job desc / peran masing-masing dalam organisasinya ( Operation / Operation Support ) dalam bentuk SOP  Internal yang diwujudkan dalam Program Internal yang memiliki kaidah PDCA ( Plan Do Check Action ).  Sebagai contoh dalam Unit kompetensi Lingkungan, seorang pengawas dalam section Engineering membuat program pengelolaan sampah padat + B3 sesuai dengan SOP internal pengelolaan limbah padat + B3. Bukti yang ditunjukan bisa dalam bentuk SOP Internal limbah padat +B3 yang telah dikomunikasikan, foto terkait tempat sampah padat dan B3 dalam section kerjanya, schedule pengamatan/inspeksi untuk evaluasi program, corrective action untuk temuan outstanding. – Skills Competent !

Langkah terakhir adalah memastikan bahwa setiap bukti atau portofolio yang dimasukkan dalam setiap unit kompetensi adalah VATM (Valid, Asli, Terkini , Memadai ) . Siapkanlah bukti atau portofilio sendiri supaya kita bisa menunjukkan dan menjelaskan sendiri dengan terbuka dan lugas kepada assesor. Sangat penting kita dapat menjelaskan bukti atau portofolio yang kita bawa – Attitude Competent !

Semoga bermanfaat – Novento 8/1/2018

Categories: Safety

Tantangan Pekerja jaman NOW

June 17, 2018 Leave a comment

Untuk kaum pekerja yang akan, sedang, bahkan telah meniti karir pekerjaan dalam sebuah organisasi atau perusahaan maka seringkali akan dihadapkan pada dua pertanyaan berikut:

# Seperti apa pekerjaan impian itu ?

# Sudah bekerja sampai mati tapi kok karir dan gaji mentok ?

Mari kita coba uraikan jawaban pertanyaan tersebut dengan terbuka karena saya yakin bapak/ibu pasti memiliki jawaban sendiri, urain berikut hanya pendapat pribadi saya yang saya rangkum dari beberapa sumber dan pengalaman hidup

# Pekerjaan impian sering disebut Dream Job, sama seperti mimpi yang selalu baik dan ideal adalah pekerjaan yang memberikan gaji cukup untuk memenuhi kebutuhan dan sisa untuk menabung dan investasi, pekerjaan yang sesuai dengan passion atau hobi kita sehingga kita melakukannnya dengan senang tanpa paksaan, dan pekerjaan yang memberikan ruang untuk aktualisasi diri, pekerjaan yang dekat dengan tempat tinggal sehingga tidak habis dan stress di jalan sehingga masih ada waktu untuk bercengkrama dengan keluarga di rumah, pekerjaan yang….( silahkan tambahkan sendiri )

# Karir dan gaji stok di sebuah perusahaan bisa jadi karena hal berikut: kompetensi kerja kita yang masih kurang di mata manajemen, impression kita ke management kurang ( kerja luar biasa tapi promosi ke mgmt kurang sehingga mgmt ndak tahu ), kita kerja di perusahaan dimana struktur organisasi , finance dan karir yg ada amburadul sehingga tidak memberikan kesempatan baik bagi pekerja potential.

Alhasil, jika kita sudah mengidentifikasi dua problem di atas dan menemukan jawaban yang tepat maka pilihannya adalah stay with no complain or leave and believe that someday somewhere a dream job is waiting for us to be find

– Novento 17/06/2018 –

Categories: Others