Matinya prosedur kerja

January 27, 2019 Leave a comment

# Dari Kebijakan (visi,misi,tujuan) turun ke manual lanjut ke Prosedur. Prosedur yang tidak diturunkan dari kebijakan akan MATI
# Tujuan dibuat oleh manajemen turun ke rencana strategis yang diwujudkan dalam bentuk target dan program. Proses kerja yang tepat akan membantu mencapai target. Proses kerja yang distandarisasi adalah prosedur. Prosedur yang tidak distandarisasi akan MATI
# Peraturan perusahaan (reward and punishment) menjaga konsitensi pelaksanaan prosedur. Prosedur yang tidak didukung oleh peraturan perusahaan akan MATI
# Penyusunan prosedur adalah top down dengan mempertimbangkan masukan pekerja. Penerapan prosedur dilakukan dengan pemberian contoh dari manajemen (lead by example) untuk menimbulkan kesadaran pekerja sehingga pelaksaannya bottom up. Prosedur yang tidak dimulai oleh pemberian contoh akan MATI
# Prosedur bersifat dinamis karena menyesuaikan risiko,produktifitas pekerjaan, dan sistem terkait. Prosedur yang statis akan MATI
# Prosedur adalah proses kerja yang distandarisasi dimulai dari Standar Kinerja, Waktu, perlengkapan dan peralatan kerja. Prosedur yang tidak memiliki Standar tersebut akan MATI
# Prosedur diujicobakan untuk mengukur efektifitas , efisiensi, kelemahan dan kekuatannya. Prosedur yang tidak di ujicobakan akan MATI
# Prosedur dievaluasi secara berkala untuk mengukur ketepatan cara kerja, alur kerja, dan hasil kerja. Prosedur yang tidak dievaluasi akan MATI
# Prosedur dilatihkan kepada pekerja supaya kompeten dalam melaksanakannya dan manajemen melakukan pengontrolan untuk menjaga konsistensinya. Prosedur yang tidak dilatihkan akan MATI
# Panjang pendeknya Prosedur adalah wajar disesuaikan dengan kompleksitas pekerjaan. Kesederhanaan prosedur bukan dinilai dari panjang pendeknya isi tapi dari kesederhanaan cara berpikir. Prosedur yang tidak memiliki kesederhanaan cara berpikir akan MATI

– FN 27/01/2019 –

Categories: Safety

Fatality Prevention Program

December 11, 2018 2 comments

Ada hal menarik dari data statistik yang saya tarik siang ini, yaitu antara fatality(pekerja mati), LT (pekerja cidera dan tidak bisa bekerja kembali), dan RD (pekerja cidera tapi masih bisa bekerja kembali dengan keterbatasan fisik).

Fatality berkorelasi POSITIF dengan LT, artinya semakin besar angka LT maka angka Fatality juga semakin meninggi!

Fatality berkorelasi NEGATIF dengan RD, artinya semakin besar angka RD malah angka Fatality semakin menurun!

Apa yang bisa disimpulkan dari korelasi ini ?

Pekerja yg cidera dan kembali bekerja dengan keterbatasan fisik (RD) memiliki pengaruh yg cukup signifikan untuk menumbuhkan kesadaran keselamatan kerja rekan di sekitarnya. Dalam teori Difusi Inovasi pekerja ini adalah opinion leaders atau influencer yang mampu mempengaruhi perilaku orang lain dengan penampakan fisik yang terbatas atau pengalaman cidera yang dialaminya.

Pengalaman cidera didukung oleh penampakan fisik yang terbatas adalah reinforcing factor yang membentuk persepsi rekan kerja yang lain untuk berhati hati atau waspada terhadap keselamatan kerja sehingga mendorong perilaku positif. (teori planned behaviour)

Top Management yang jeli akan menggunakan pekerja pekerja ini untuk menjadi saksi dan inovator keselamatan kerja sehingga pekerja yang lain (early majority dan late majority) akan follow. Strategi ini lebih efisien dan efektif untuk merubah perilaku daripada menggunakan supervisor atau orang lain untuk presentasi keselamatan kerja selama 24 jam nonstop.

Novento, 11 Dec 2018

Categories: Safety

Program safety

December 9, 2018 Leave a comment

Memisahkan safety dengan operation adalah hal yg banyak dilakukan oleh perusahaan. program safety dibuat dari top mgmt dan diturunkan ke down pekerja, pengawas telling to do kepada pekerja apa yg aman dan tidak!

Bagaimana kalau …

Program safety tidak diputuskan oleh top mgmt di board meeting, tapi pengawas turun ke lapangan dan bertanya kepada pekerja show me what is safe or not. Program safety tidak dipisahkan oleh operational, bukan top mgmt yg berisiko celaka tapi pekerja di lapangan yg berisiko celaka. Mengajak pekerja memiliki rasa memiliki dan terlibat dalam program safety akan membuat pekerja memiliki safety awareness dalam day to day operation.

Categories: Safety

Tingkat Kepatuhan

December 9, 2018 Leave a comment

Seorang pasien masuk ke Rumah sakit (sistem organisasi) dan suka atau tidak (atttitude) dia harus minum obat kalau mau sembuh karena dia mau sembuh dan terhindar dari penyakit! Tingkat kepatuhan cenderung tinggi atau rendah?

di tempat lain..

Seorang karyawan masuk ke perusahaan (sistem organisasi) dan suka atau tidak (attitude) dia harus menjalankan prosedur supaya tidak celaka! Tingkat kepatuhan cenderung tinggi atau rendah?

hipotesis…

Tingkat kepatuhan tinggi tapi masih sakit/celaka berarti ada yg salah (lubang keju) di sistem organisasinya. Tingkat kepatuhan rendah berakibat sakit/celaka berarti ada human factor. Tingkat kepatuhan rendah tapi tidak ada sakit/celaka berarti keberuntungan!

Categories: Safety

Manusia Kardus

December 9, 2018 Leave a comment

Sebagian dari kita berpikir bahwa dengan membatasi ruang gerak manusia lewat aturan, prosedur, hukuman, … akan menghindarkan pekerja dari kecelakaan! Ruang gerak pekerja dibatasi dalam suatu box sehingga ndak memungkinkan pekerja untuk menyimpang di luar box tersebut. Akan tetapi kita lupa bahwa pekerja adalah manusia bukan robot yg bisa diprogram untuk mengikuti kehendak pembuat program. Otak manusia lebih rumit daripada robot dengan perintah pemrograman

Manusia cenderung berperilaku negatif atau menyimpang sudah menjadi kodratnya, orang bijak bilang nobody perfect karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.

Satu pekerja dari 12 pekerja yang mengalami kecelakaan karena perilaku menyimpang belum tentu memiliki pembeda yang dimiliki oleh 11 pekerja yang selamat! apakah 11 pekerja yg selamat tidak pernah menyimpang ? sekecil apapun itu ? sebesar apapun itu ?

Lantas apa yg menjadi pembeda antara 1 dan 11 pekerja tersebut?

Categories: Safety