HD Besar Tidak Terbaca

January 23, 2016 Leave a comment

Baru saja mendapatkan HD besar 3TB untuk menyimpan koleksi film yang ada, tapi keanehan terjadi ketika dilihat di explorer ternyata hanya terbaca 2 TB ?

Otak atik sana sini menggunakan program partisi yang ada, ternyata ada unallocated partition 1 TB. Ketika mencoba rezise partition tidak berhasil juga ?

Setelah tanya ke mbah google, ternyata partisi HD dengan format MBR sudah kuno sejak Windows 8 muncul, partisi MBR ini hanya support kapasitas HD 2 TB! Solusinya adalah menggantinya dengan format GPT yang mendukung partisi 9 ZB ( tiga tingkat diatas TB ). Menggunakan program partisi yg ada, gantilah menjadi format GPT dan rezise partitionnya supaya maximal 3 TB. Detail lebih lanjut mengenai format MBR dan GPT ini silahkan browsing ke mbah google.

Selamat Mencoba…

Categories: Software

Unable to Load..Torrent is not valid bencoding

January 17, 2016 Leave a comment

Beberapa minggu ini agak sulit mendownload torrent file dari internet, setiap kali klik download torrent selalu saja muncul unable to load..torrent is not valid bencoding. Sepertinya hal ini disebabkan dari ISP yang mulai membuat batasan penggunaan torrent. Untuk mengatasi hal ini, silahkan gunakan Magnet Link daripada Torrent link. Di setiap pilihan file biasanya selalu muncul “download torrent link”dan juga “download magnet link”. Jika kita klik magnet link maka akan otomatis membuka torrent client program yang kita punya untuk mulai mendownload file tersebut. Selamat mencoba

Categories: Software

Selamat hari Guru 2015

November 27, 2015 Leave a comment

Menarik untuk saya tuliskan disini sebagai tulisan tutup tahun 2015. Selama enpat hari ke belakang ini, saya diikutkan dalam sertifikasi instruktur muda dan madya sebagai salah satu prasyarat untuk “mengajar”.

Dalam kesempatan tersebut ada 7 kompetensi yg diukur (muda ) dan ditambahkan 2 kompetensi (madya) sebagai berikut:
1. pemenuhan K3 dengan JSA
2. menyiapkan bahan pelatihan
3. menyiapkan peralatan pelatihan
4. merencanakan program pelatihan
5. membuat rencana sesi
6. menyampaikan sesi pelatihan
7. melatih kelompok kecil

8. membuat dan mempromosikan program pelatihan
9. melakukan kaji ulang pelatihan.

Semua proses diatas merupakan tuntunan urut yang perlu dan wajib dimiliki, dipelajari, diterapkan dan dikaji secara terus menerus oleh seorang instruktur / pengajar sebagai seorang profesional.

Pertanyaan berikutnya yang menarik adalah apakah kesemuanya itu berlaku untuk “guru” ? 

Jawabannya tentu saja, setiap guru lewat jalur pendidikan formal/non formal diwajibkan memiliki semua ranah kompetensi diatas, sehingga muncul profesionalisme guru. akan tetapi ada unsur pembeda antara guru dengan instruktur! dan postingan ini akan jadi panjang jika dipaparkan satu persatu, akan tetapi mungkin “quote” berikut akan membantu…

“Kesuksesan seorang instruktur bisa diukur dari kelulusan peserta didiknya akan tetapi kesuksesan seorang guru hanya bisa diukur dari perubahan perilaku peserta didiknya dan ketulusan”

Selamat hari Guru!

Categories: Education

Mobile Application dalam Lingkungan Kerja

November 8, 2015 Leave a comment

Banyak perusahaan menerapkan batasan penggunaan aplikasi mobile pada saat jam kerja, padahal kalau misalnya dibuatkan survey kecil2 an, pastinya banyak karyawan lebih banyak menggunakan aplikasi mobile lewat hp mereka,i.e whatsapp, bbm,facebook daripada laptop/komputer kerja mereka.

Andaikan, hal ini kita anggap sebuah peluang, maka perusahaan yang melek informasi akan membuat aplikasi mobile untuk internal group yang tentu saja dampaknya pada efisiensi dan peningkatan productivitas. Bayangkan saja, setiap pekerjaan, ide, rapat, meeting, follow up, temuan bisa diupload ke dalam aplikasi mobile tanpa terkurung oleh waktu dan tempat.

Budaya teknologi mobile mulai merambah ke setiap aspek kehidupan, interaksi sosial bergeser dari temu muka menjadi temu foto/video. pro dan kontra pasti, tapi sekali lagi semua tergantung pada pelaku! Pisau  tidak akan membunuh orang, jika hanya digunakan untuk mengiris bawang!

Categories: Others

SMART Analysis

July 2, 2015 Leave a comment

Banyak referensi mengenai SMART ( Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Based ) Analysis, namun hanya sedikit yang memberikan 5 menit pemahaman dan terapan langsung di lapangan. Contoh berikut ini sederhana tapi mempunyai makna mendalam untuk pemahaman lebih lanjut mengenai SMART analysis.

Contoh 1:
S: Saya akan menjual mainan anak di online store
M: Saya akan mencari, mendaftar domain di online store dalam waktu 1 bulan, kemudian saya akan upload foto mainan anak yang akan dijual minimal 10 foto per minggu.
A: Saya akan membuat daftar mainan anak Terbaru, kemudian menguploadnya ke online store, dan mempromosikannya lewat facebook dan e-mail group.
R: Dengan menjual mainan anak di online store akan menambah income saya dan juga menjalin relasi dengan orang lain
T: online store akan siap dalam waktu 1 bulan, daftar mainan baru dan foto akan diupload dalam waktu 1 minggu setelahnya.

Contoh 2:
S: Saya akan menulis buku mengenai pernikahan
M: Saya akan mencari referensi lewat internet, melakukan sampling dan survey minimal 10 pasangan suami istri dalam waktu 2 bulan.
A: Saya akan membuat check list pertanyaan yang akan diajukan untuk survey, mendistribusikannya ke tetangga dan teman terdekat, mengikuti dan menampilkan diri dalam forum media
R: Dengan menulis buku mengenai pernikahan akan menambah pengetahuan saya dan juga menjalin relasi dengan orang lain , membagi pengetahuan dengan pasangan suami istri yang lain
T: pembuatan pertanyaan dan check list dalam waktu 1 minggu, survey dalam waktu 2 bulan, dan promosikan ke penerbit dan media massa dalam tenggat 3 bulan sesudah survery dilakukan.

Categories: Education