Archive

Author Archive

The Systemic Approach

April 14, 2019 Leave a comment

Sistem Manajemen K3 sedang menjadi trend di perusahaan tambang di Indonesia, postingan kali ini tidak membahas mengenai smk3 yang digunakan tapi lebih ke konsep dasar filosofis lahirnya pendekatan sistemik

Saya akan mulai dengan Kecelakaan Kerja, kejadian ini merupakan salah satu yang menjadi tujuan utama dari semua perusahaan terkait dengan performance. banyak konsep dan teori yang mencoba mengurai penyebab dari kecelakaan kerja ini dengan harapan bisa melakukan tindakan koreksi untuk prevent kecelakaan kerja. Dua teori yang cukup populer adalah teori Domino oleh Heinrich yang kemudian dikembangkan oleh Frank Bird dan teori swicc cheese yang dikembangkan oleh James Reason.

Kedua teori tersebut terlihat sama karena digambarkan sebagai barisan layer yang sequential padahal seharusnya berbeda. Domino menggunakan istilah unsafe act and/or unsafe condition yang bergerak linear ditarik ke belakang melewati penyebab dasar sampai manajemen kontrol. Swiss cheese menggunakan istilah active failure (=unsafe act) dan latent failure( lubang tersembunyi yang bisa membuka ketika dipicu).

Kedua teori tersebut memiliki kesamaan hakiki untuk mencari kegagalan, entah itu kegagalan manusia dan/atau mesin secara mikro, padahal dalam perpective macro harus dilihat antara manusia, mesin, organisasi yang berada dalan sebuah lingkungan yang dinamis.

Pendekatan sistem menjawab kelemahan dari kedua teori tersebut dan berusaha menempatkan diri dalam skala yang lebih besar dimana kegagalan ditarik lebih jauh lagi ke belakang ke perancangan sistem. rancangan sistem yang buruk berkorelasi dengan kegagalan dan ini menjadi perhatian para perancang sistem dengan mengidentifikasi elemen pokok dan menjabarkannya dalam subelemen, menerapakan, dan mengevaluasi kembali untuk continual improvement.

Salatiga, 13 April 2019

Categories: Safety

Kompetensi K3 Pengawas

February 26, 2019 Leave a comment

Seringkali di lapangan, pembebanan safety diserahkan kepada safety officer/safety supervisor/safety manager!

Pemahaman ini adalah keliru adanya karena bukan mereka yang melakukan day to day operation tapi karyawan dan pengawas operasional lah yang berurusan dengan risiko setiap hari!

Safety officer/safety supervisor/safety manager hanyalah segelintir orang yang memiliki kelebihan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang positif akan safety yang berfungsi sebagai asisten maupun advisor bagi karyawan dan pengawas operasional!

Oleh karena itu, karyawan dan pengawas operasional selain memiliki kompetensi teknis dan managerial, juga memiliki kompetensi safety yang mumpuni!

FN

Categories: Safety

Budaya K3

February 26, 2019 Leave a comment

Bulan K3 tahun 2019 ini menggunakan istilah Budaya K3, pertanyaannya adalah bagaimana mengukur Budaya K3?

asumsi 1:
Budaya K3 diukur dari perilaku yang sudah terbentuk , ini bisa diamati dari observasi / inspeksi di lapangan

asumsi 2:
Budaya K3 diukur dari persepsi, sikap pelaku, ini bisa digali dari interview maupun survey

asumsi 3:
Budaya K3 diukur dari seberapa besar kepemimpinan dan komitmen pimpinan dan pelaku terhadap K3

asumsi 4:
Budaya K3 diukur dari data leading maupun lagging yang ada dalam organisasi

asumsi 5:
Budaya K3 diukur dari seberapa efektif sistem manajemen K3 yang digunakan dalam organisasi

FN

Categories: Safety

Safety is Passion

February 2, 2019 Leave a comment

Ada beberapa definisi terkait dengan passion, tapi sedikit definisi terkait dengan safety passion. Secara sederhana, saya definisikan safety passion sebagai dorongan untuk selalu mencari kontrol yang lebih baik untuk mencegah kecelakaan dan kinerja K3 yang setinggi-tingginya.

Bagaimana menumbuhkan Safety Passion ?

Berikut adalah dua hal yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut

1) menjadikan safety sebagai values perusahaan, values akan menumbuhkan set of behaviour yang membentuk safety culture

2) safety leadership melalui 4E framework, yaitu

# envision (perencanaan, plan) : policy, tujuan, sasaran, dan program kerja

# enable (organisasi dan personel): komite safety, task force pekerjaan berisiko tinggi, safety officer, …

# empower (implementasi, do): sistem manajemen k3, safety accountability program, meeting, inspeksi, observasi, instalasi dsn perawatan sarana prasarana peralatan

# engage (evaluasi dan monitoring, check and action): feedback, evaluasi kinerja, internal audit,…

Envision ke enable adalah What, enable ke empower adalah How, dan empower ke engage adalah Why.

– FN 2/2/2019 –

Categories: Safety

Matinya prosedur kerja

January 27, 2019 Leave a comment

# Dari Kebijakan (visi,misi,tujuan) turun ke manual lanjut ke Prosedur. Prosedur yang tidak diturunkan dari kebijakan akan MATI
# Tujuan dibuat oleh manajemen turun ke rencana strategis yang diwujudkan dalam bentuk target dan program. Proses kerja yang tepat akan membantu mencapai target. Proses kerja yang distandarisasi adalah prosedur. Prosedur yang tidak distandarisasi akan MATI
# Peraturan perusahaan (reward and punishment) menjaga konsitensi pelaksanaan prosedur. Prosedur yang tidak didukung oleh peraturan perusahaan akan MATI
# Penyusunan prosedur adalah top down dengan mempertimbangkan masukan pekerja. Penerapan prosedur dilakukan dengan pemberian contoh dari manajemen (lead by example) untuk menimbulkan kesadaran pekerja sehingga pelaksaannya bottom up. Prosedur yang tidak dimulai oleh pemberian contoh akan MATI
# Prosedur bersifat dinamis karena menyesuaikan risiko,produktifitas pekerjaan, dan sistem terkait. Prosedur yang statis akan MATI
# Prosedur adalah proses kerja yang distandarisasi dimulai dari Standar Kinerja, Waktu, perlengkapan dan peralatan kerja. Prosedur yang tidak memiliki Standar tersebut akan MATI
# Prosedur diujicobakan untuk mengukur efektifitas , efisiensi, kelemahan dan kekuatannya. Prosedur yang tidak di ujicobakan akan MATI
# Prosedur dievaluasi secara berkala untuk mengukur ketepatan cara kerja, alur kerja, dan hasil kerja. Prosedur yang tidak dievaluasi akan MATI
# Prosedur dilatihkan kepada pekerja supaya kompeten dalam melaksanakannya dan manajemen melakukan pengontrolan untuk menjaga konsistensinya. Prosedur yang tidak dilatihkan akan MATI
# Panjang pendeknya Prosedur adalah wajar disesuaikan dengan kompleksitas pekerjaan. Kesederhanaan prosedur bukan dinilai dari panjang pendeknya isi tapi dari kesederhanaan cara berpikir. Prosedur yang tidak memiliki kesederhanaan cara berpikir akan MATI

– FN 27/01/2019 –

Categories: Safety