Archive
CAPA: Corrective Action and Preventive Action
Corrective action (ISO 45001:2018) didefinisikan sebagai tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian/insiden DAN untuk mencegah keberulangan (recurrence)
Preventive action (OHSAS 18001:2007) didefinisikan sebagai tindakan untuk menghilangkan potensi penyebab ketidaksesuaian DAN untuk mencegah keterjadian (occurence)
Preventive action dihilangkan sejak OHSAS 18001:2007 digantikan oleh ISO 45001:2018 karena sudah terintegrasi dalam dalam permikiran berbasis risiko (risk based thinking) klausa 4 konteks organisasi dan 6.1 Manajemen Risiko serta untuk menghilangkan perdebatan dengan corrective action
Sebagian audit menggunakan istilah sebagai berikut: Corrective Action, PICA (Problem Identification and Corrective Action), Tindak Lanjut dan Rekomendasi, Rencana Perbaikan dan Tindak Lanjut, Audit Folow up, Tindak Lanjut Hasil Audit, Action Plan, Non conformity Report,…
Jogja (3/1/2026) – FN
Catatan Akhir Tahun 2025
Menutup akhir tahun 2025, terdapat 47 postingan blog dengan ringkasan judul sebagai berikut,
Kategori: Safety Program
- Program K3 Nasional (11/1)
- Bulan K3 Nasional 2025 (12/1)
- K3 di Dunia Tambang (11/2)
- Mengukur Efektivitas Tindakan Koreksi (6/4)
Kategori: SMKP
- Tinjauan Manajemen SMKP Minerba (2/3)
- Pembinaan dan Pengawasan Terpadu Minerba (20/8)
- Gap Analysis Implementasi SMKP (14/9)
- Kewajiban Menerapkan SMKP (20/9)
- Rencana Perbaikan dan Tindak Lanjut – SMKP (9/11)
- Rekomendasi Audit Internal SMKP 2025 (16/11)
- Audit SMKP untuk IUJP (20/11)
- Matriks Penilaian Kriteria Audit SMKP (21/11)
- Audit Internal SMKP Berbasis Risiko dan Kinerja (29/11)E
- Evaluasi dalam SMKP (12/12)
Kategori: Safety Communication
- Stategi Komunikasi KP yang Efektif (23/3)
Kategori: Safety System
- Manual Sistem Manajemen Keselamatan (12/4)
Kategori: Safety Culture
- Pengukuran Maturitas Risiko KP (10/4)
- Pengukuran Maturitas Komunikasi KP (27/4)
- Incident Analysis Maturity (11/5)
- Pengukuran Maturitas Data KP (18/5)
- Panduan Praktis: Kuesioner Evaluasi Kinerja KP (21/7)
- Kepdirjen 10.K/2023 dan Safety Maturity Model (4/10)
- Unconscious Biases dalam Safety (11/10)
- Employee Engagement (14/12)
Kategori: Risk Mgmt.
- Konteks Organisasi dan Risiko (15/6)
- Perhitungan Nilai Kemungkinan dalam Matriks Analisis Risiko (19/10)
Kategori: Statistic
- Statistik Kecelakaan Tambang di Indonesia (22/6)
Kategori:Safety Training
- Evaluasi Pelatihan Keselamatan (29/6)
Kategori: Books
- Training and Asessing Non Technical Skills – Alternate Solution (5/7)
- Makanya Mikir (5/8)
- Buat Kamu yang Suka Lelah Bersih-Bersih (25/12)
Kategori: Sistem Manajemen Pengamanan
- Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) – Dasar Hukum (8/8)
- SMP Elemen 1 – Komitmen dan Kebijakan (9/8)
- SMP Elemen 2 – Pola Pengamanan (9/8)
- SMP Elemen 3 – Konfigurasi Pengamanan (10/8)
- SMP Elemen 4 – Standar Kemampuan Pelaksana Pengamanan (10/8)
- SMP Elemen 5 – Monitoring dan Evaluasi (10/8)
Kategori: Asesmen
- Metode dan Instrumen Asesmen (30/8)
- Pendekatan 5W1H dalam Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen (6/9)
- Prinsip Asesmen Kompetensi (21/9)
- Aturan Bukti Asesmen VATM (1/11)
Kategori: Incident Investigation
- Bukti Insiden Pertambangan (27/9)
- Penyebab Insiden Pertambangan (26/10)
Kategori: Safety Personel
- RACI Pengelola KP (28/9)
Kategori: Audit
- Opportunity For Improvement SMKP Audit (8/11)
- Bahasa Temuan Audit PLOR/DLOR (20/11)
Kategori: Education
- Kata Kerja Operasional Ranah Kognitif (13/12)
Semoga Bermanfaat – FN
[Book Review]Buat Kamu Yang Lelah Bersih-Bersih

Sayo Konishi (2025) adalah seorang konsultan berbenah dan bersertifikat dari Jepang yang menulis buku di atas. Buku ini memberikan panduan untuk kita yang punya niatan untuk selalu bersih dan rapi di rumah, namun selalu gagal dalam eksekusi. Menurut Sayo keberhasilan itu tidak bisa dicapai secara instan/cepat, namun melalui langkah sistematis yang wajib diikuti secara berurutan sebagai berikut,
- Memilah, kegiatan memilih barang yang dibutuhkan
- Menyimpan, kegiatan menyimpan barang hasil pilah supaya mudah digunakan
- Menata, kegiatan mengembalikan barang yang disimpan ke tempat semula
- Membersihkan, kegiatan merawat Dan membersihkan debu/kotoran/noda di barang yang kita simpan
Kegiatan 1-2 merupakan kegiatan membentuk lingkungan, sedangkan kegiatan 3-4 adalah kegiatan membentuk kebiasaan.
Semoga bermanfaat – FN
Employee Engagement
Employee Engagement merupakah salah satu penentu motivasi dan perilaku seseorang dalam sebuah organisasi, karyawan yang memiliki tingkat engagement tinggi akan berperan serta dalam menjaga keberlangsungan perusahaan termasuk keselamatan dan kesehatan kerja. Berikut adalah contoh instrumen pengukuran dari Gallup yang terdiri atas 15 item dengan reliabilitas alpha Cronbach 0,91 (Tedja FW, 2020),
| Pernyataaan | Sangat Tidak Setuju (1) – Tidak Setuju (2) – Netral (3) – Setuju (4) – Sangat Setuju (5) |
|---|---|
| Saya mengerti apa yang diharapkan di tempat kerja | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya mempunyai materi dan sarana yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dengan aman | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya memiliki kesempatan untuk melakukan yang terbaik setiap hari di tempat kerja | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya memperoleh penghargaan/pujian karena melakukan pekerjaan dengan baik dalam tujuh hari terakhir | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Atasan saya terlihat memedulikan saya sebagai pribadi | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Ada seseorang di tempat kerja yang mendorong perkembangan saya | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya merasa pendapat saya diperhitungkan di tempat kerja | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Misi/tujuan perusahaan membuat saya merasa pekerjaan saya penting | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Rekan kerja saya bertekad untuk melakukan pekerjaan yang berkualitas dan aman | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya mempunyai sahabat di tempat kerja | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Dalam enam bulan terakhir, seseorang di tempat kerja memberikan umpan balik tentang perkembangan kinerja saya | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Pada tahun terakhir ini, saya berkesempatan untuk belajar dan berkembang di tempat kerja | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya memahami visi perusahaan dan stategi mencapainya | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya memahami dan melakukan nilai-nilai budaya perusahaan | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Top/Senior manajemen menjadi contoh/teladan dalam melakukan nilai-nilai budaya perusahaan | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
Interpretasi nilai: Engagement tinggi (60-75); Engagement sedang (45-59); Engagement rendah (15-44)
Semoga bermanfaat – FN
Kata Kerja Operasional Ranah Kognitif

Dalam tulisan saya sebelumnya terkait taksonomi Bloom (klik disini) terdapat 6 tingkatan berpikir dalam ranah kognitif. Ranah Kognitif adalah kemampuan dalam mengulang atau menyatakan kembali konsep/prinsip yang telah dipelajari dalam proses pembelajaran yang didapatnya. Berikut adalah kata kerja operasional yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pembuatan kompetensi,
| Proses Kognitif | Definisi | Kata Kerja Operasional |
|---|---|---|
| C1-Mengingat | mengambil pengetahuan yang relevan dari ingatan | mengutip, menyebutkan, menjelaskan, menggambar, membilang, mengidentifikasi, mendaftar, menunjukkan, memberi label, memberi indeks, memasangkan, membaca, menamai, menandai, menghafal, meniru, mencatat, mengulang, mereproduksi, meninjau, memilih, mentabulasi, memberi kode, menulis, menyatakan, menelusuri |
| C2-Memahami | membangun arti dari proses pembelajaran, termasuk komunikasi lisan, tertulis, dan gambar | memperkirakan, menjelaskan, menceritakan, mengkategorikan, mencirikan, merinci, mengasosiasikan, membandingkan, menghitung, mengkontraskan, menjalin, mendiskusikan, mencontohkan, mengemukakan, mempolakan, memperluas, menyimpulkan, meramalkan, merangkum, menjabarkan, menggali, mengubah, mempertahankan, mengartikan, menerangkan, menafsirkan, memprediksi, melaporkan, membedakan |
| C3-Mengaplikasikan | melakukan atau menggunakan prosedur di dalam situasi yang tidak biasa | menugaskan, mengurutkan, menentukan, menerapkan, mengkalkulasi, memodifikasi, menghitung, membangun, mencegah, menggambarkan, menggunakan, menilai, melatih, menggali, mengemukakan, mengadaptasi, menyelidiki, mempersoalkan, mengkonsepkan, melaksanakan, memproduksi, memproses, mengaitkan, menyusun, memecahkan, melakukan, mensimulasikan, mentabulasi, memproses, membiasakan, mengklasifikasi, menyesuaikan, mengoperasikan, meramalkan |
| C4-Menganalisis | memecah materi ke dalam bagian-bagiannay dan menentukan bagaimana bagian-bagian itu terhubungkan antara bagian dan ke struktur atau tujuan keseluruhan | mengaudit, mengatur, menganimasi, mengumpulkan, memecahkan, menegaskan, menganalisis, menyeleksi, merinci, menominasikan, mendiagramkan, mengkorelasikan, menguji, mencerahkan, membagankan, menyimpulkan, menjelajah, memaksimalkan, memerintahkan, mengaitkan, mentrasfer, melatih, mengedit, menemukan, menyeleksi, mengoreksi, mendekteksi, menelaah, mengukur, membangunkan, merasionalkan, mendiagnosis, memfokuskan, memadukan |
| C5-Mengevaluasi | membuat pertimbangan berdasarkan kriteria atau standar | membandingkan, menyimpulkan, menilai, mengarahkan, memprediksi, memperjelas, menugaskan, menafsirkan, mempertahankan, memerinci, mengukur, merangkum, membuktikan, memvalidasi, mengetes, mendukung, memilih, memproyeksikan, mengkritik, mengarahkan, memutuskan, memisahkan, menimbang |
| C6-Mencipta/Membuat | menempatkan unsur-unsur secara bersama-sama untuk membentuk keseluruhan secara koheren atau fungsional, menyusun kembali unsur-unsur ke dalam pola atau struktur baru | mengumpulkan, mengabstraksi, mengatur, menganimasi, mengkategorikan, membangun, mengkreasikan, mengoreksi, merencanakan, memadukan, mendikte, membentuk, meningkatkan, menanggulangi, mengggeneralisasi, menggabungkan, merancang, membatas, mereparasi, membuat, menyiapkan, memproduksi, memperjelas, merangkum, merekonstruksi, mengarang, menyusun, mengkode, mengkombinasikan, memfasilitasi, mengkonstruksi, merumuskan, menghubungkan, menciptakan, menampilkan |
Semoga bermanfaat – FN