Archive

Archive for the ‘Culture’ Category

Pengukuran Maturitas Data KP

May 18, 2025 Leave a comment

Data KP (Keselamatan Pertambangan) dapat diukur maturitasnya dari beberapa hal berikut,

  1. Integritas
    • apakah telah terdapat standarisasi dalam pengambilan data (metode dan formulir pelaporan seragam) ?
    • apakah data telah dikategorikan dengan tepat ?
    • apakah telah dilakukan upaya validasi dan peningkatan reliabilitas data dengan pengambilan data primer yang memadai ?
    • apakah data dapat diakses secara real time, mutakhir, dan lengkap ?
    • apakah mencerminkan apa yang terjadi serta akurat ?
  2. Ruang Lingkup analisis dan pengelolaan
    • apakah analisis dilakukan terhadap satu atau beberapa kasus ?
    • apakah analisis dilakukan secara terintegrasi untuk seluruh kasus ?
  3. Maturitas hasil analisis
    • apakah hasil analisis menemukan korelasi antar data ?
    • apakah hasil analisis merupakan pengolahan data historis untuk membuat model dan memprediksi skenario ke depan ?
    • apakah hasil analisis berupa rumusan dan rekomendasi tindakan yang tepat ?
    • apakah telah terdapat analisis hubungan antara tindakan dan hasil, serta simulasi untuk merancang solusi yang tepat ?
  4. Pengumpulan data dan informasi
    • apakah pengumpulan data pada tempat kejadian dan dari sumber lain yang terkait ?
    • apakah pengumpulan data meliputi data dukung tambahan seperti historical comparison, internal/eksternal benchmarking, literatur ilmiah ?
    • apakah pengumpulan data pre-kondisi yang menunjang sistem kerja kegiatan operasional agar dapat berjalan dengan baik dalam berbagai kondisi ?

Semoga bermanfaat – FN

Categories: Culture

Incident Analysis Maturity

May 11, 2025 Leave a comment

Diskusi beberapa hari ini terkait dengan teknis analisis insiden apa yang terbaik dan paling efektif dalam mencegah terulangnya kembali insiden, Alhasil kita kembalikan kepada Kepdirjen 10.K/2023 yang memberikan panduan sebagai berikut,

  1. simple linear model,
    • fokus untuk mendeteksi penyebab kecelakaan
    • penyebab langsung dan tidak langsung
    • contoh: Domino theory by Heinrich, Loss Causation Model by Bird
  2. complex-linear model,
    • fokus untuk mencari faktor yang berkontribusi terhadap insiden dari setiap barrier/defence layer
    • contoh: Swiss Cheese Model by Reason, HFACS by Shappell and Wiegmann
  3. complex-non linear model,
    • fokus pada pertanyaan mengapa kontrol yang ada gagal untuk mendeteksi/mencegah kecelakaan
    • contoh: TapRooT

Semoga bermanfaat – FN

Categories: Culture

Pengukuran Maturitas Komunikasi KP

April 27, 2025 Leave a comment

Ada dua tulisan saya terkait dengan komunikasi KP, pertama terkait dengan Komunikasi Keselamatan Pertambangan dan kedua terkait Strategi Komunikasi yang Efektif. Tulisan berikut menggenapi keduanya dengan untuk menjawab bagaimana mengukur maturitas komunikasi Kelamatan Pertambangan (KP) yang telah dilakukan?

Ada tujuh aitem yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan di atas sebagaimana diatur dalam Kepdirjen 10.K/MB.01/DJB.T/2023 sebagai berikut,

  1. Efektivitas Komunikasi KP Eksternal dengan Mitra Kerja (pelanggan, kontraktor, subkontraktor, dll)
    • apakah komunikasi dilakukan secara terencana dan sistematis ?
    • apakah komunikasi dilakukan secara kontinu (tidak dibatas oleh proses formal)
    • apakah terdapat keterbukaan informasi KP yang penting ?
    • apakah pesan tersampaikan dengan benar dan tepat ?
    • apakah hal-hal yang memiliki dampak terhadap KP terinformasikan dengan baik ?
  2. Efektivitas Komunikasi Vertikal antara Pimpinan Unit Kerja dengan Anggota
    • apakah pimpinan memberikan arahan kepada anggota kerja sebelum pekerjaan dimulai terkait bekerja dengan aman dan selamat ?
    • apakah pimpinan dan anggota berdiskusi sebelum pekerjaan dimulai ?
    • apakah terdapat koordinasi selama pekerjaan dilaksanakan baik secara verbal dan/atau nonverbal terkait bekerja dengan aman dan selamat ?
    • apakah terdapat komunikasi setelah pekerjaan dilaksanakan dan mampu bersinergi secara positif ?
  3. Efektivitas Komunikasi Horisontal antar Rekan Kerja
    • apakah komunikasi antar rekan kerja dilakukan secukupnya ?
    • apakah terdapat keterbukaan terhadap informasi KP yang penting ?
    • apakah informasi yang memiliki dampak terhadap KP terinformasikan dengan baik ?
  4. Efekfivitas Komunikasi antar Ketua Kelompok Kerja
    • apakah komunikasi antar ketua kelompok kerja dilakukan secukupnya ?
    • apakah terdapat keterbukaan terhadap informasi KP yang penting ?
    • apakah informasi yang memiliki dampak terhadap KP terinformasikan dengan baik ?
  5. Efektivitas Komunikasi Antar Penanggung Jawab Gilir Kerja/Shift
    • apakah komunikasi antar penanggung jawaba gilir kerja/shift dilakukan secukupnya ?
    • apakah terdapat keterbukaan terhadap informasi KP yang penting ?
    • apakah informasi yang memiliki dampak terhadap KP terinformasikan dengan baik ?
  6. Kehandalan Fasilitas dan Media Penunjang Komunikasi KP
    • apakah fasilitas dan media penunjang komunikasi KP telah tersedia dan memadai ?
    • apakah fasilitas dan media penunjang komunikasi KP telah tersedia dan memadai dengan mempertimbangkan risiko dan prioritas ?
  7. Efektivitas Komunikasi KP
    • apakah nilai rata-rata audit SMKP sub elemen III.11 dalam dua tahun terakhir sebesar 4/4 ?

Semoga bermanfaat – FN

Pengukuran Maturitas Risiko Keselamatan Pertambangan

April 20, 2025 1 comment

Ada 14 aitem yang dapat digunakan untuk mengukur maturitas Risiko Keselamatan Pertambangan (KP) sebagaimana diatur dalam Kepdirjen 10.K/MB.01/DJB.T/2023 sebagai berikut,

  1. Kesadaran pekerja terhadap risiko KP
    • apakah pekerja memahami seluruh bahaya, risiko, dan pengendaliannya?
    • apakah pekerja telah memiliki kemampuan kewaspadaan situasi (situational awareness)?
    • apakah pekerja telah konsisten dalam bekerja secara aman?
    • apakah pekerja berperan aktif dalam perbaikan dan peningkatan upaya pengendalian bahaya dan risiko?
  2. Keterlibatan perwakilan departemen/bagian/seksi dalam tim manajemen risiko KP
    • apakah tim manajemen risiko KP beranggotakan bagian K3 dan KO?
    • apakah tim manajemen risiko KP beranggotakan perwakilan seluruh bagian operasional?
  3. Peran perwakilan departemen/bagian/seksi dalam tim manajemen risiko KP
    • apakah seluruh perwakilan departemen/bagian/seksi yang dipilih mampu menyelaraskan pemahaman?
    • melakukan pertukaran informasi yang tepat?
    • mampu berkolaborasi dalam tim untuk mencapai tujuan bersama?
  4. Keterlibatan pekerja non-pengawas dalam manajemen risiko KP
    • apakah pengawas melibatkan seluruh anggota dalam proses manajemen risiko?
  5. Peran pekerja non-pengawas dalam manajemen risiko KP
    • apakah seluruh pekerja non-pengawas mampu memberikan informasi dan dukungan yang tepat?
    • mampu berkolaborasi dalam tim untuk mencapai tujuan bersama?
  6. Peran KTT/PJO dalam manajemen risiko KP
    • apakah KTT/PJO ikut berperan dalam tahap perencanaan, komunikasi dan konsultasi, pelaksanaan dan pemantauan, dan peninjauan manajemen risiko KP?
    • menindaklanjuti hasil evaluasi untuk peningkatan berkelanjutan?
  7. Keterlibatan pimpinan departemen/bagian/seksi dalam manajemen risiko KP
    • apakah pimpinan departemen/bagian/seksi terlibat secara formal dalam tim manajemen risiko?
    • meliputi seluruh aktivitas yang terdapat di dalam departemen tersebut dan aktivitas lain yang tekait?
  8. Peran pimpinan departemen/bagian/seksi dalam manajemen risiko KP
    • apakah seluruh pimpinan departemen/bagian/seksi mampu memberikan informasi dan dukungan yang tepat?
    • saling mentransfer dan menyelaraskan pemahaman?
    • mampu berkolaborasi dalam tim untuk mencapai tujuan bersama?
  9. Keterlibatan pengawas operasional/teknis dalam manajemen risiko KP
    • apakah pengawas operasional/teknsi terlibat secara formal dalma tim manajemen risiko?
    • meliputi seluruh aktivitas yang menjadi tanggung jawabnya dan aktivitas lain yang terkait?
  10. Peran pengawas operasional/teknis dalam manajemen risiko KP
    • apakah seluruh pengawas operasional/teknis mampu memberikan informasi dan dukungan yang tepat?
    • saling mentransfer dan menyelaraskan pemahaman?
    • mampu berkolaborasi dalam tim untuk mencapai tujuan bersama?
  11. Dasar pengelolaan risiko KP
    • apakah perusahaan mengelola risiko KP untuk menunjang kinerja operasional yang konsisten handal di berbagai kondisi?
    • apakah penetapan risk appetite bersifat dinamis mengikuti kondisi internal dan eksternal perusahaan di hari ini dan hasil forecast kondisi masa mendatang?
  12. Ketuntasan Siklus manajemen risiko KP
    • apakah perusahaan telah mengembangkan indikator risiko utama (key risk indicators) sebagai sistem peringatan dini (early warning system) di seluruh organisasi?
    • telah terdapat perencanaan cadangan/alternatif/darurat (contingency planning) dalam berbagai skenario operasional?
    • metode manajemen risiko secara terus menerus dikembangkan mengacu kepada peraturan perundang-undangan dan mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi?
    • tiap individu memiliki peran dalam pengendalian?
  13. Ruang lingkup manajemen risiko KP
    • manajemen risiko dilakukan berdasarkan perencanaan kerja yang adaptif dengan terus menerus mencari kemungkinan terjadinya risiko baru yang tidak terdeteksi untuk rencana operasional di masa mendatang baik jangka pendek maupun panjang?
  14. Efektivitas manajemen risiko KP
    • nilai rata-rata hasil audit SMKP sub elemen II.2 dalam dua tahun terakhir sebesar 15/15

Semoga bermanfaat-FN

Pengenalan Budaya Keselamatan

November 17, 2024 Leave a comment

Berikut saya share slide pengenalan Budaya Keselamatan yang telah dipresentatasikan dalam APKPI Safety Sharing Session di 6 Nov 2024. Di dalamnya dapat kita temukan hal-hal terkait budaya keselamatan dari sejarah, kepentingan, alat ukur SCML, Kepdirjen Minerba 10.K/2023, dan rencana kerja bidang R&D Budaya Keselamatan. Silahkan memberikan masukan di comment, semoga bermanfaat.

Categories: Culture