Archive

Archive for the ‘Culture’ Category

Kepdirjen 10.K/2023 dan Safety Maturity Level

October 4, 2025 1 comment

Kepdirjen 10.K/2023 Penilaian Kinerja Keselamatan Pertambangan (KP) selalu dikaitkan dengan Safety Maturity Level karena hasil dari Penilaian Kinerja KP adalah tingkat maturitas KP yang merupakan data ordinal dari tingkat dasar, reaktif, terencana, proaktif, dan resilient. Berikut adalah dasar teori yang digunakan dalam penyusunan 4 indikator yang disebutkan dalam artikel saya sebelumnya (klik disini).

Partisipasi PekerjaTanggung Jawab Pimpinan Unit KerjaAnalisis dan Statistik KPUpaya Pengendalian yang Dilakukan
Human Reliability Model

Situational Awareness




Management Maturity Model

Leadership Maturity Model

Collaboration Culture Maturity Model
Data Management Maturity Model

Data Processing Maturity Model

Personal Knowledge Management Maturity Model

Knowledge Management Maturity Model
Asset Management Maturity Model

Maintenance Maturity Model

Supply Chain Management Maturity Model

Human Capital Management Maturity Model

Talent Management Maturity Model

Education & Learning Maturity Model

Communication Maturity Model

Semoga bermanfaat – FN

Categories: Culture

Panduan Praktis: Kuesioner Evaluasi Kinerja KP

July 21, 2025 Leave a comment

Evaluasi Kinerja Keselamatan Pertambangan (KP) berdasarkan Kepdirjen 10.K/2023 memiliki 194 item dan 30 item diantaranya menggunakan metode kuesioner yang ditriangulasi dengan hasil wawancara/FGD/tinjauan dokumen. Dari 30 item tersebut, terdapat 5 kategori responden, yaitu manajemen, KTT/PJO, Pimpinan Departemen, Pengawas, dan Pekerja. Skala Likert digunakan untuk 6 item persepsi dengan pilihan STS – TS – N – S – SS dan metode sensus/sampling diterapkan untuk setiap kategori responden.

Panduan Praktis kuesioner tersebut disampaikan dalam APKPI Safety Sharing Session di 23 Juli 2025 dan [klik disini] untuk mendapatkannya.

Semoga bermanfaat – FN

Categories: Culture

Pengukuran Maturitas Data KP

May 18, 2025 1 comment

Data KP (Keselamatan Pertambangan) dapat diukur maturitasnya dari beberapa hal berikut,

  1. Integritas
    • apakah telah terdapat standarisasi dalam pengambilan data (metode dan formulir pelaporan seragam) ?
    • apakah data telah dikategorikan dengan tepat ?
    • apakah telah dilakukan upaya validasi dan peningkatan reliabilitas data dengan pengambilan data primer yang memadai ?
    • apakah data dapat diakses secara real time, mutakhir, dan lengkap ?
    • apakah mencerminkan apa yang terjadi serta akurat ?
  2. Ruang Lingkup analisis dan pengelolaan
    • apakah analisis dilakukan terhadap satu atau beberapa kasus ?
    • apakah analisis dilakukan secara terintegrasi untuk seluruh kasus ?
  3. Maturitas hasil analisis
    • apakah hasil analisis menemukan korelasi antar data ?
    • apakah hasil analisis merupakan pengolahan data historis untuk membuat model dan memprediksi skenario ke depan ?
    • apakah hasil analisis berupa rumusan dan rekomendasi tindakan yang tepat ?
    • apakah telah terdapat analisis hubungan antara tindakan dan hasil, serta simulasi untuk merancang solusi yang tepat ?
  4. Pengumpulan data dan informasi
    • apakah pengumpulan data pada tempat kejadian dan dari sumber lain yang terkait ?
    • apakah pengumpulan data meliputi data dukung tambahan seperti historical comparison, internal/eksternal benchmarking, literatur ilmiah ?
    • apakah pengumpulan data pre-kondisi yang menunjang sistem kerja kegiatan operasional agar dapat berjalan dengan baik dalam berbagai kondisi ?

Semoga bermanfaat – FN

Categories: Culture

Incident Analysis Maturity

May 11, 2025 Leave a comment

Diskusi beberapa hari ini terkait dengan teknis analisis insiden apa yang terbaik dan paling efektif dalam mencegah terulangnya kembali insiden, Alhasil kita kembalikan kepada Kepdirjen 10.K/2023 yang memberikan panduan sebagai berikut,

  1. simple linear model,
    • fokus untuk mendeteksi penyebab kecelakaan
    • penyebab langsung dan tidak langsung
    • contoh: Domino theory by Heinrich, Loss Causation Model by Bird
  2. complex-linear model,
    • fokus untuk mencari faktor yang berkontribusi terhadap insiden dari setiap barrier/defence layer
    • contoh: Swiss Cheese Model by Reason, HFACS by Shappell and Wiegmann
  3. complex-non linear model,
    • fokus pada pertanyaan mengapa kontrol yang ada gagal untuk mendeteksi/mencegah kecelakaan
    • contoh: TapRooT

Semoga bermanfaat – FN

Categories: Culture

Pengukuran Maturitas Komunikasi KP

April 27, 2025 Leave a comment

Ada dua tulisan saya terkait dengan komunikasi KP, pertama terkait dengan Komunikasi Keselamatan Pertambangan dan kedua terkait Strategi Komunikasi yang Efektif. Tulisan berikut menggenapi keduanya dengan untuk menjawab bagaimana mengukur maturitas komunikasi Kelamatan Pertambangan (KP) yang telah dilakukan?

Ada tujuh aitem yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan di atas sebagaimana diatur dalam Kepdirjen 10.K/MB.01/DJB.T/2023 sebagai berikut,

  1. Efektivitas Komunikasi KP Eksternal dengan Mitra Kerja (pelanggan, kontraktor, subkontraktor, dll)
    • apakah komunikasi dilakukan secara terencana dan sistematis ?
    • apakah komunikasi dilakukan secara kontinu (tidak dibatas oleh proses formal)
    • apakah terdapat keterbukaan informasi KP yang penting ?
    • apakah pesan tersampaikan dengan benar dan tepat ?
    • apakah hal-hal yang memiliki dampak terhadap KP terinformasikan dengan baik ?
  2. Efektivitas Komunikasi Vertikal antara Pimpinan Unit Kerja dengan Anggota
    • apakah pimpinan memberikan arahan kepada anggota kerja sebelum pekerjaan dimulai terkait bekerja dengan aman dan selamat ?
    • apakah pimpinan dan anggota berdiskusi sebelum pekerjaan dimulai ?
    • apakah terdapat koordinasi selama pekerjaan dilaksanakan baik secara verbal dan/atau nonverbal terkait bekerja dengan aman dan selamat ?
    • apakah terdapat komunikasi setelah pekerjaan dilaksanakan dan mampu bersinergi secara positif ?
  3. Efektivitas Komunikasi Horisontal antar Rekan Kerja
    • apakah komunikasi antar rekan kerja dilakukan secukupnya ?
    • apakah terdapat keterbukaan terhadap informasi KP yang penting ?
    • apakah informasi yang memiliki dampak terhadap KP terinformasikan dengan baik ?
  4. Efekfivitas Komunikasi antar Ketua Kelompok Kerja
    • apakah komunikasi antar ketua kelompok kerja dilakukan secukupnya ?
    • apakah terdapat keterbukaan terhadap informasi KP yang penting ?
    • apakah informasi yang memiliki dampak terhadap KP terinformasikan dengan baik ?
  5. Efektivitas Komunikasi Antar Penanggung Jawab Gilir Kerja/Shift
    • apakah komunikasi antar penanggung jawaba gilir kerja/shift dilakukan secukupnya ?
    • apakah terdapat keterbukaan terhadap informasi KP yang penting ?
    • apakah informasi yang memiliki dampak terhadap KP terinformasikan dengan baik ?
  6. Kehandalan Fasilitas dan Media Penunjang Komunikasi KP
    • apakah fasilitas dan media penunjang komunikasi KP telah tersedia dan memadai ?
    • apakah fasilitas dan media penunjang komunikasi KP telah tersedia dan memadai dengan mempertimbangkan risiko dan prioritas ?
  7. Efektivitas Komunikasi KP
    • apakah nilai rata-rata audit SMKP sub elemen III.11 dalam dua tahun terakhir sebesar 4/4 ?

Semoga bermanfaat – FN