Archive

Archive for the ‘Culture’ Category

Safety is Passion

February 2, 2019 Leave a comment

Ada beberapa definisi terkait dengan passion, tapi sedikit definisi terkait dengan safety passion. Secara sederhana, saya definisikan safety passion sebagai dorongan untuk selalu mencari kontrol yang lebih baik untuk mencegah kecelakaan dan kinerja K3 yang setinggi-tingginya.

Bagaimana menumbuhkan Safety Passion ?

Berikut adalah dua hal yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut

1) menjadikan safety sebagai values perusahaan, values akan menumbuhkan set of behaviour yang membentuk safety culture

2) safety leadership melalui 4E framework, yaitu

# envision (perencanaan, plan) : policy, tujuan, sasaran, dan program kerja

# enable (organisasi dan personel): komite safety, task force pekerjaan berisiko tinggi, safety officer, …

# empower (implementasi, do): sistem manajemen k3, safety accountability program, meeting, inspeksi, observasi, instalasi dsn perawatan sarana prasarana peralatan

# engage (evaluasi dan monitoring, check and action): feedback, evaluasi kinerja, internal audit,…

Envision ke enable adalah What, enable ke empower adalah How, dan empower ke engage adalah Why.

– FN 2/2/2019 –

Categories: Culture

Manusia Kardus

December 9, 2018 Leave a comment

Sebagian dari kita berpikir bahwa dengan membatasi ruang gerak manusia lewat aturan, prosedur, hukuman, … akan menghindarkan pekerja dari kecelakaan! Ruang gerak pekerja dibatasi dalam suatu box sehingga ndak memungkinkan pekerja untuk menyimpang di luar box tersebut. Akan tetapi kita lupa bahwa pekerja adalah manusia bukan robot yg bisa diprogram untuk mengikuti kehendak pembuat program. Otak manusia lebih rumit daripada robot dengan perintah pemrograman

Manusia cenderung berperilaku negatif atau menyimpang sudah menjadi kodratnya, orang bijak bilang nobody perfect karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.

Satu pekerja dari 12 pekerja yang mengalami kecelakaan karena perilaku menyimpang belum tentu memiliki pembeda yang dimiliki oleh 11 pekerja yang selamat! apakah 11 pekerja yg selamat tidak pernah menyimpang ? sekecil apapun itu ? sebesar apapun itu ?

Lantas apa yg menjadi pembeda antara 1 dan 11 pekerja tersebut?

Categories: Culture

Human Error – Kesalahan manusia

November 26, 2018 Leave a comment

Banyak praktisi K3 yang mengembangkan program based on intuisi daripada teori dan data empirik, alhasil program K3 hanya menyentuh aktifitas permukaan saja dan tidak menyentuh kedalaman alasan kenapa manusia berbuat kesalahan?

Kesalahan manusia bisa dipahami dari lima persepsi berikut:

1) persepsi manusia: manusia pada dasarnya selalu mudah membuat kesalahan baik karena dorongan internal atau eksternal. Seorang pekerja memutuskan untuk tidak menggunakan APD bisa jadi karena pengetahuan yg kurang atau meniru tindakan atasannya? – ilmu psikologi

2) persepsi sistem: sistem dibuat oleh manusia sehingga rentan kesalahan (vulnerable). Seorang penumpang bis tidak menggunakan sabuk pengaman karena sabuk pengaman di dalam bis rusak / tidak tersedia? – ilmu teknik

3) persepsi lingkungan kerja: lingkungan kerja yang buruk akan memicu kesalahan manusia . kondisi tekanan panas yang tinggi dalam sebuah ruangan akan menyebabkan pekerja mudah emosi dan susah konsentrasi ? – ilmu industrial hygiene

4) persepsi komunikasi: komunikasi yang terputus antara pekerja dan atasan atau sesama pekerja atau pihak eksternal akan memicu kesalahan manusia. seorang pekerja mengalami konflik dengan atasan akan memicu kesalahan di pekerjaanya yg dapat membahayakan dirinya maupun orang lain? – ilmu komunikasi

5) persepsi organisasi: keputusan organisasi yang keliru akan berdampak pada kesalahan manusia. Sebagai contoh kebijakan pengurangan biaya memberikan dampak pada terhentinya pengembangan dan pelatihan pekerja sehingga rentan kesalahan. Ada dua teori besar di ranah ini yaitu domino (1985) dan swiss cheese (1990) , rentang waktu hampir 10 tahun antara kedua teori ini menyebabkan domino lebih banyak digunakan daripada swiss cheese? – ilmu organisasi

Praktisi K3 = ilmu psikologi+ ilmu teknik + ilmu Industrial Hygiene + ilmu komunikasi + ilmu organisasi

framework k3 = persepsi manusia + sistem + lingkungan kerja + komunikasi + organisasi

Note: kesalahan manusia (human error) lebih luas ruang lingkupnya dibandingkan dengan unsafe act dan unsafe condition

bersambung…

Categories: Culture