Archive
Bukti Insiden Pertambangan
Insiden Pertambangan berdasarkan SNI 7081:2013 adalah kejadian yang timbul dari, atau disebabkan oleh, pekerjaan yang dapat atau mungkin mengakibatkan cedera, kerusakan harta benda, dan atau terhalangnya operasional di pertambangan, mencakup hampir celaka, kecelakaan tambang, dan kejadian berbahaya. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengumpulkan dan menganalisis Bukti Insiden Pertambangan, yaitu rekaman, pernyataan mengenai fakta atau informasi lain yang terkait dengan insiden pertambangan dan dapat diverifikasi.
Berikut adalah pembagian kategori dan pemberikan koding untuk Bukti Insiden Pertambangan berdasarkan Lampiran Surat KaIT Nomor B-3582/MB.07/DBT.KP/2023 tanggal 16 Juni 2023,
| A.Posisi Korban, Alat, Saksi, Kondisi Material, dan Lingkungan Kerja Lokasi | B.Data dan dokumen berkaitan dengan orang yang terlibat | C.Data dan dokumen berkaitan dengan kondisi dan material SPIP | D.Dokumen dan rekaman pendukung lainnya |
|---|---|---|---|
| A1. Sketsa yang menggambarkan lokasi kecelakaan/kejadian berbahaya, posisi korban, alat, jarak, dan dimensi A2. Foto situasi dari beberapa sisi pasca kecelakaan/kejadian berbahaya yang menunjukkan fakta lapangan A3. Material (kondisi,jenis, dan karakteristik) yang berkaitan dengan kecelakaan/kejadian berbahaya A4. Kondisi lingkungan kerja (debu,kebisingan,getaran,pencahayaan,kuantitas dan kualitas udara, iklim kerja, radiasi, faktor kimia, faktor biologi, dan kebersihan lingkungan) di lokasi … | B1. Saksi langsung B2. Saksi tidak langsung B3. Data pribadi korban kecelakaan dan saksi kecelakaan/kejadian berbahaya B4. Surat keterangan dokter yang menjelaskan kondisi medis korban kecelakaan dan saksi kecelakaan/kejadian berbahaya berdasarkan hasil pemeriksaan terdiri dari rekaman medis hasil pemeriksaan berkala, rekaman media hasil pemeriksaan pasca kecelakaan B5. Struktur organisasi perusahaan yang menunjukkan posisi dan jabatan korban kecelakaan dan saksi kecelakaan/kejadian berbahaya B6. Status ikatan kerja dan deskripsi pekerjaan korban kecelakaan dan saksi kecelakaan/kejadian berbahaya B7. Data TNA, rencana pelatihan dan rekaman pelatihan/kompetensi korban kecelakaan dan saksi kecelakaan/kejadian berbahaya B8. Surat izin mengoperasikan unit atau peralatan … | C1. Kondisi teknis (statis dan mekanis) C2. Kondisi fisik (kerusakan , suhu, dan bau) C3. Perangkat lunak pendukung peralatan C4. Data teknis berkaitan dengan spesifikasi dan desain SPIP yang digunakan C5. Dokumen dan rekaman yang berkaitan dengan pemeliharaan SPIP C6. Sertifikasi kelayakan SPIP C7. Sistem pengamanan (proteksi keselamatan) dari setiap alur proses … | D1. Buku Tambang D2. Buku daftar kecelakaan D3. Legalitas perusahaan pemegang IUP dan IUJP D4. Pengesahan KTT/PTL/PJO D5. Rencana dan realisasi program KP berkaitan dengan kecelakaan/kejadian berbahaya D6. Hasil inspeksi internal beserta tindak lanjutnya yang berkaitan dengan kecelakaan/kejadian berbahaya D7. Hasil audit internal dan/atau eksternal SMKP D8. Alur proses dari suatu sistem operasional yang berhubungan dengan kecelakaan/kejadian berbahaya D9. Dokumen manajemen risiko yang berkaitan dengan kecelakaan/kejadian berbahaya D10. Peraturan perusahaan yang terkait dengan kejadian kecelakaan/kejadian berbahaya D11. Prosedur kerja (SOP, instruksi kerja, dan JSA) yang berkaitan dengan kecelakana/kejadian berbahaya D12. Alur pemberian dan pelaporan pekerjaan yang terkait dengan kecelakaan/kejadian berbahaya D13. Dokumen dan rekaman digital (video, cctv, drone, dll) …. |
Semoga bermanfaat – FN
TapRoot RCA for Equipment Failure
Equipment Failure merupakan salah satu hal yang dapat dianalisis dalam TapRoot dengan root cause sebagai berikut,

- Kegagalan kecil yang ditoleransi
- Kegagalan desain
- spesifikasi desain perlu perbaikan
- spesifikasi perlu perbaikan
- desain tidak sesuai spesifikasi
- problem tidak diantisipasi
- review desain perlu perbaikan
- Management of Change perlu perbaikan
- analisis risiko perlul perbaikan
- spesifikasi desain perlu perbaikan
- Peralatan/bagian peralatan yang rusak
- procurement
- manufacturing
- handling
- storage
- quality control
- Preventive/Predictive Maintenance
- tidak ada PM
- PM perlu perbaikan
- Kegagalan berulang
- tindakan koreksi perlu perbaikan
- tindakan koreksi belum diimplementasikan
- tidak ada trending
Semoga bermanfaat – FN
TapRoot RCA for Management System
Mangement System merupakan salah satu penyebab yang sering muncul dalam insiden investigasi, TapRoot menurunkannya menjadi root cause berikut,
- Standar, kebijakan, aturan perlu perbaikan
- tidak ada standar, kebijakan, dan aturan
- kurang ketat
- membingungkan atau tidak lengkap
- kesalahan teknis
- gambar/print out perlu perbaikan
- Standar, kebijakan, aturan tidak digunakan
- komunikasi standar, kebijakan, aturan perlu perbaikan
- ada perubahan
- penegakan perlu perbaikan
- tidak mungkin diimplemntasikan
- akuntabilitas perlu perbaikan
- Evaluasi dan partisipasi karyawan
- evaluasi dan audit jarang
- evaluasi dan audit kurang dalam
- evaluasi dan audit tidak indepneden
- komunikasi karyawan perlu perbaikan
- umpan balik karyawan perlu perbaikan
- Tindakan koreksi
- tindakan koreksi perlu perbaikan
- tindakan koreksi belum diimplementasikan
- trending perlu perbaikan
Semoga bermanfaat – FN
TapRoot RCA for Quality Control
Quality Control merupakan salah satu penyebab yang sering muncul dalam insiden investigasi, TapRoot menurunkannya menjadi root cause berikut,
- Tidak ada inspeksi
- inspeksi tidak diperlukan
- tidak ada obyek inspeksi
- obyek inspeksi terlewatkan
- Inspeksi perlu perbaikan
- instruksi inspeksi masih kurang
- teknik inspeksi masih kurang
- gangguan dari pihak luar
Semoga bermanfaat – FN
TapRoot RCA for Communication
Communication merupakan salah satu penyebab yang sering muncul dalam insiden investigasi, TapRoot menurunkannya menjadi root cause berikut,
- Tidak ada komunikasi / komunikasi tidak tepat
- sarana komunikasi kurang
- komunikasi yang terlambat
- Kurangnya handover
- tidak ada standar proses handover
- tidak menggunakan proses handover
- proses handover kurang
- Komunikasi verbal yang disalahpahami
- tidak menggunakan istilah yang standar
- standar yang kurang
- tidak menggunakan proses feedback
- pesan terlalu panjang
- lingkungan yang bising
- bahasa yang tidak dipahami
Semoga bermanfaat – FN