[Book Review] Training and Assessing Non-Technical Skills – Alternate Solution

July 6, 2025 Leave a comment

Bagaimana jika insiden masih terjadi walaupun prosedur, training, pengawasan, komunikasi, sistem manajemen sudah memadai ? Apakah kita telah melihat kompetensi non teknis seperti situation awareness, decision making, communication & teamwork, and task management ? Matthew Thomas (2018) dalam bukunya “Training and Assessing Non-Technical Skills” memberikan panduan bagaimana melakukannya dengan ringkasan sebagai berikut,

Situation Awareness1. Mengumpulkan informasi
2. Memahami informasi dan risiko
3. Mengantisipasi keadaan yang akan terjadi
1. Apa hal pertama yang membuat Anda menyadari adanya situasi tersebut?
2. Informasi apa yang paling penting pada tahap awal situasi tersebut?
3. Apakah ada informasi yang menurut Anda kurang atau belum tersedia?
4. Apa pemahaman Anda mengenai situasi saat ini pada waktu tersebut?
5. Apakah Anda mempertimbangkan kemungkinan lain yang mungkin lebih masuk akal?
6. Pada saat itu, apa yang Anda pikirkan mengenai arah perkembangan situasi tersebut?
7. Apakah ada momen tertentu dimana Anda merasa tidak memahami apa yang sedang terjadi?
Decision Making1. Mendefinisikan masalah
2. Mengembangkan solusi
3. Menilai risiko dari solusi
4. Meninjau Hasil
1. Apakah informasi paling penting yang memicu perlunya pengambilan keputusan?
2. Pada saat itu, bagaimana Anda menganggap sifat masalahnya?
3. Pilihan apa saja yang Anda pikir Anda miliki?
4. Apakah situasi tersebut mengingatkan Anda pada pengalaman lain di masa lalu, dan apakah hal itu membantu Anda?
5. Apakah Anda menyadari adanya bias yang mungkin memengaruhi keputusan Anda?
6. Dengan informasi yang Anda miliki sekarang (setelah kejadian berlalu), apakah ada sesuatu yang Anda lewatkan dalam proses pengambilan keputusan?
Communication & Teamwork1. Mengidentifikasi media komunikasi
2. Membagi informasi
3. Menyampaikan pendapat
4. Mengembangkan rasa ingin tahu
5. Mengkoordinir pekerjaan
6. Mendukung orang lain
1. Seberapa baik Anda merasa tim Anda bekerja sama?
2. Bagaimana perasaan Anda saat mengomunikasikan informasi penting?
3. Ketika Anda menyampaikan pendapat, apakah Anda merasa didengarkan?
4. Menurut Anda, apakah Anda diberikan informasi yang cukup untuk sepenuhnya memahami situasi?
5. Apakah Anda merasa memahami peran Anda dan apa yang harus dicapai oleh anggota tim lainnya?
6. Apakah ada saat-saat di mana Anda merasa membutuhkan panduan yang lebih jelas?
Task Management1. Membuat perencanaan
2. Mengelola beban kerja
3. Membuat prioritas
4. Mendelegasikan pekerjaan
5. Mengelola stres
6. Mengelola masukan/kritik
1. Seberapa baik menurut Anda perencanaan membantu dalam tugas tersebut?
2. Adakah hal yang tidak Anda antisipasi pada tahap perencanaan?
3. Apakah menurut Anda kinerja Anda terpengaruh oleh interupsi apa pun?
4. Bagaimana Anda memprioritaskan tugas-tugas ketika keadaan menjadi sibuk?
5. Apakah menurut Anda beban kerja Anda berdampak pada kinerja Anda?
6. Strategi lain apa yang bisa Anda gunakan untuk mengelola stres dalam situasi tersebut?

Semoga bermanfaat- FN

Categories: Books Tags: ,

Evaluasi Pelatihan Keselamatan

June 29, 2025 Leave a comment

Kirkpatrick (2006) dalam bukunya “Evaluating Training Programs” memperkenalkan 4 level evaluasi pelatihan/training yang telah diadopsi secara luas sebagai salah satu metode evaluasi pelatihan/training. Berikut adalah panduan singkat penerapannya dalam pelatihan keselamatan,

Level ReaksiFeedback pelatihan dalam bentuk survei/kuesioner yang diberikan setelah pelatihan
Level PembelajaranAsesmen sumatif di akhir pelatihan; asesmen formatif selama pelatihan berlangsung; observasi/ cek list perilaku selamat di kelas; tanya-jawab/diskusi di kelas; kegiatan terstruktur di kelas
Level Perilakuon job asesmen oleh pengawas, audit/observasi perilaku selamat di lapangan, coaching/mentoring oleh pengawas; pengisian permit kerja; pre-job/toolbox meeting; safety meeting, inspeksi
Level Dampaksurvei budaya keselamatan; hasil audit sistem manajemen keselamatan; analisis data lagging/leading; inspeksi manajemen

Semoga bermanfaat- FN

Categories: Training

Statistik Kecelakaan Tambang di Indonesia

June 22, 2025 Leave a comment

Berikut adalah Statistik Kecelakaan Tambang di Indonesia berdasarkan data Minerba per 22 Juni 2025 (klik disini). Di dalamnya dapat kita temukan jumlah kecelakaan tambang (ringan, berat, mati), Frequency Rate (FR), dan Severity Rate (SR). Panduan penilaian untuk FR dan SR dapat kita temuan di Kepdirjen 10.K/2023 sebagai berikut,

Frequency Rate (FR)

  • Dasar: FR >= 0,20
  • Reaktif: 0.10 <= FR < 0.20
  • Terencana: 0.06 <= FR < 0.10
  • Proaktif: 0.02 <= FR < 0.06
  • Resilient: FR < 0.02

Severity Rate (SR)

  • Dasar: SR >= 100
  • Reaktif: 40 <= SR < 100
  • Terencana: 20 <= SR < 40
  • Proaktif: 10 <= SR < 20
  • Resilient: SR <10

Semoga bermanfaat – FN

Categories: Statistic

Konteks Organisasi dan Risiko

June 15, 2025 Leave a comment

Manajemen Risiko dalam SMKP menggunakan istilah konteks risiko sebagai salah satu dari lima kegiatan yang wajib dilakukan (komunikasi dan konsultasi risiko, penetapan konteks risiko, identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko, pemantauan dan peninjauan risiko). Konteks risiko dijelaskan sebagai batasan risiko yang akan dikelola dalam bentuk faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kegiatan dan proses rutin/non rutin, perubahan organisasi, modifikasi SMKP, fasilitas yang baru dibangun, peralatan/proses baru yang diperkenalkan, kondisi normal/abnormal suatu kegiatan, ketidakpatuhan terhadap standar, faktor personal pekerja, desain area kerja, pengelolaan KO. Faktor eksternal meliputi budaya politik hukum, isu berdampak pada tujuan organisasi, persepsi dan nilai para pemangku kepentingan eksternal, kegaitan semua orang di lokasi kerja, fasilitas dan peralatan baru, bahaya dari luar lokasi kerja, infrastruktur yang disediakan pihak luar, dan kewajiban hukum.

ISO 45001:2018 menggunakan istilah konteks organisasi dalam klausul 4 dimana organisasi wajib menentukan batasan faktor internal dan eksternal sebagaimana dijelaskan diatas. Setelah batasan2 tersebut diidentifikasi baru kemudian dilanjutkan dengan proses penentuan dan pendokumentasian ruang lingkup Sistem Manajemen K3 yang digunakan. Konteks organisasi ini menjadi ini menjadi dasar dalam menentukan risiko dan peluang yang perlu dikelola (klausul 6) untuk memberikan jaminan bahwa Sistem Manajemen K3 dapat mencapai hasil yang diinginkan, mencegah/mengurangi efek yang tidak diinginkan, dan mencapai peningkatan berkelanjutan. Penentuan risiko dan peluang ini menggunakan lima kegiatan dalam proses manajemen risiko diatas.

Semoga bermanfaat – FN

Categories: Risk Management

Pengukuran Maturitas Data KP

May 18, 2025 Leave a comment

Data KP (Keselamatan Pertambangan) dapat diukur maturitasnya dari beberapa hal berikut,

  1. Integritas
    • apakah telah terdapat standarisasi dalam pengambilan data (metode dan formulir pelaporan seragam) ?
    • apakah data telah dikategorikan dengan tepat ?
    • apakah telah dilakukan upaya validasi dan peningkatan reliabilitas data dengan pengambilan data primer yang memadai ?
    • apakah data dapat diakses secara real time, mutakhir, dan lengkap ?
    • apakah mencerminkan apa yang terjadi serta akurat ?
  2. Ruang Lingkup analisis dan pengelolaan
    • apakah analisis dilakukan terhadap satu atau beberapa kasus ?
    • apakah analisis dilakukan secara terintegrasi untuk seluruh kasus ?
  3. Maturitas hasil analisis
    • apakah hasil analisis menemukan korelasi antar data ?
    • apakah hasil analisis merupakan pengolahan data historis untuk membuat model dan memprediksi skenario ke depan ?
    • apakah hasil analisis berupa rumusan dan rekomendasi tindakan yang tepat ?
    • apakah telah terdapat analisis hubungan antara tindakan dan hasil, serta simulasi untuk merancang solusi yang tepat ?
  4. Pengumpulan data dan informasi
    • apakah pengumpulan data pada tempat kejadian dan dari sumber lain yang terkait ?
    • apakah pengumpulan data meliputi data dukung tambahan seperti historical comparison, internal/eksternal benchmarking, literatur ilmiah ?
    • apakah pengumpulan data pre-kondisi yang menunjang sistem kerja kegiatan operasional agar dapat berjalan dengan baik dalam berbagai kondisi ?

Semoga bermanfaat – FN

Categories: Culture