Home > Risk > Mengubah KTA dan TTA menjadi Leading Indicator untuk mencegah Kecelakaan

Mengubah KTA dan TTA menjadi Leading Indicator untuk mencegah Kecelakaan


Dalam tulisan saya sebelumnya terkait definisi bahaya (klik disini), KTA dan TTA merupakan causal factor kecelakaan (predictive). Mengumpulkan dan menganalisis data KTA dan TTA mampu menurunkan likelihood tingkat risiko. KTA dan TTA juga merupakan hal yang dapat kita kontrol (influenceable), target kuantitatif dan kualitatif dapat kita tetapkan dan diimplementasikan dan melakukan tindakan koreksi jika tidak tercapai. Dua persyaratan dasar leading indicator (predictive dan influenceable) memenuhi kriteria KTA dan TTA sebagai leading indicator untuk mengurangi/mencegah kecelakaan (lagging indicator).

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana menerjemahkan KTA dan TTA dalam satuan yang mampu diimplementasikan, dimonitor, dan dievaluasi kinerjanya? Berikut adalah beberapa parameter yang dapat digunakan dan simulasi targetnya,

  1. TTA Rate = jumlah TTA / 1,000,000 jam kerja (target TTA Rate > 75)
  2. KTA Rate = jumlah KTA / 1,000,000 jam kerja (target KTA Rate > 75)
  3. Total Hazard Reporting Rate = (jumlah TTA dan KTA) / 1,000,000 jam kerja (target > 150)
  4. Closure Rate = (jumlah temuan yang ditutup/total temuan) x 100% (target > 95%)
  5. Overdue Rate = (KTA dan TTA overdue/KTA+TTA) x 100% (target < 5%)
  6. Average Closure Days = jumlah hari penyelesaian / jumlah temuan (target < 30 hari)
  7. Repeat Finding Rate = (temuan berulang/total temuan) x 100% (target < 5%)
  8. Critical Risk Closure Rate = (jumlah temuan risiko kritis yang ditutup/total temuan kritis) x 100% (target > 95%)
  9. Coaching Completion Rate = (jumlah TTA yang telah diberikan coaching/total TTA yang memerlukan coaching) x 100% (target > 90%)
  10. Supervisor Observation Participation = (jumlah supervisor yang melakukan observasi/total supervisor yang wajib melakukan observasi) x 100% (target > 90%)
  11. Management Field Engagement = (jumlah manajemen yang melakukan inspeksi/total manajemen yang wajib melakukan inspeksi) x 100% (target > 90%)
  12. Inspection Completion Rate = (jumlah inspeksi yang dilakukan/jumlah inspeksi yang direncanakan) x 100% (target > 95%)

ditulis dari Jakarta (23 Aug 2026)

Categories: Risk
  1. Arnold Jansen's avatar
    Arnold Jansen
    August 23, 2026 at 2:55 pm

    Terimakasih pencerahan dan ilmunya pak, dan memang mencegah kecelakaan kita harus bisa membuat parameter berdasarkan Piramida Kecelakaan yaitu paling dasar adalah KTA dan TTA, dan menurut saya penerjemahan utk menjadi lagging indicator ini sangat membantu pemahaman kita semua. 👍👍

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment