Archive
Pengukuran Maturitas Risiko Keselamatan Pertambangan

Ada 14 aitem yang dapat digunakan untuk mengukur maturitas Risiko Keselamatan Pertambangan (KP) sebagaimana diatur dalam Kepdirjen 10.K/MB.01/DJB.T/2023 sebagai berikut,
- Kesadaran pekerja terhadap risiko KP
- apakah pekerja memahami seluruh bahaya, risiko, dan pengendaliannya?
- apakah pekerja telah memiliki kemampuan kewaspadaan situasi (situational awareness)?
- apakah pekerja telah konsisten dalam bekerja secara aman?
- apakah pekerja berperan aktif dalam perbaikan dan peningkatan upaya pengendalian bahaya dan risiko?
- Keterlibatan perwakilan departemen/bagian/seksi dalam tim manajemen risiko KP
- apakah tim manajemen risiko KP beranggotakan bagian K3 dan KO?
- apakah tim manajemen risiko KP beranggotakan perwakilan seluruh bagian operasional?
- Peran perwakilan departemen/bagian/seksi dalam tim manajemen risiko KP
- apakah seluruh perwakilan departemen/bagian/seksi yang dipilih mampu menyelaraskan pemahaman?
- melakukan pertukaran informasi yang tepat?
- mampu berkolaborasi dalam tim untuk mencapai tujuan bersama?
- Keterlibatan pekerja non-pengawas dalam manajemen risiko KP
- apakah pengawas melibatkan seluruh anggota dalam proses manajemen risiko?
- Peran pekerja non-pengawas dalam manajemen risiko KP
- apakah seluruh pekerja non-pengawas mampu memberikan informasi dan dukungan yang tepat?
- mampu berkolaborasi dalam tim untuk mencapai tujuan bersama?
- Peran KTT/PJO dalam manajemen risiko KP
- apakah KTT/PJO ikut berperan dalam tahap perencanaan, komunikasi dan konsultasi, pelaksanaan dan pemantauan, dan peninjauan manajemen risiko KP?
- menindaklanjuti hasil evaluasi untuk peningkatan berkelanjutan?
- Keterlibatan pimpinan departemen/bagian/seksi dalam manajemen risiko KP
- apakah pimpinan departemen/bagian/seksi terlibat secara formal dalam tim manajemen risiko?
- meliputi seluruh aktivitas yang terdapat di dalam departemen tersebut dan aktivitas lain yang tekait?
- Peran pimpinan departemen/bagian/seksi dalam manajemen risiko KP
- apakah seluruh pimpinan departemen/bagian/seksi mampu memberikan informasi dan dukungan yang tepat?
- saling mentransfer dan menyelaraskan pemahaman?
- mampu berkolaborasi dalam tim untuk mencapai tujuan bersama?
- Keterlibatan pengawas operasional/teknis dalam manajemen risiko KP
- apakah pengawas operasional/teknsi terlibat secara formal dalma tim manajemen risiko?
- meliputi seluruh aktivitas yang menjadi tanggung jawabnya dan aktivitas lain yang terkait?
- Peran pengawas operasional/teknis dalam manajemen risiko KP
- apakah seluruh pengawas operasional/teknis mampu memberikan informasi dan dukungan yang tepat?
- saling mentransfer dan menyelaraskan pemahaman?
- mampu berkolaborasi dalam tim untuk mencapai tujuan bersama?
- Dasar pengelolaan risiko KP
- apakah perusahaan mengelola risiko KP untuk menunjang kinerja operasional yang konsisten handal di berbagai kondisi?
- apakah penetapan risk appetite bersifat dinamis mengikuti kondisi internal dan eksternal perusahaan di hari ini dan hasil forecast kondisi masa mendatang?
- Ketuntasan Siklus manajemen risiko KP
- apakah perusahaan telah mengembangkan indikator risiko utama (key risk indicators) sebagai sistem peringatan dini (early warning system) di seluruh organisasi?
- telah terdapat perencanaan cadangan/alternatif/darurat (contingency planning) dalam berbagai skenario operasional?
- metode manajemen risiko secara terus menerus dikembangkan mengacu kepada peraturan perundang-undangan dan mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi?
- tiap individu memiliki peran dalam pengendalian?
- Ruang lingkup manajemen risiko KP
- manajemen risiko dilakukan berdasarkan perencanaan kerja yang adaptif dengan terus menerus mencari kemungkinan terjadinya risiko baru yang tidak terdeteksi untuk rencana operasional di masa mendatang baik jangka pendek maupun panjang?
- Efektivitas manajemen risiko KP
- nilai rata-rata hasil audit SMKP sub elemen II.2 dalam dua tahun terakhir sebesar 15/15
Semoga bermanfaat-FN
Pengenalan Budaya Keselamatan
Berikut saya share slide pengenalan Budaya Keselamatan yang telah dipresentatasikan dalam APKPI Safety Sharing Session di 6 Nov 2024. Di dalamnya dapat kita temukan hal-hal terkait budaya keselamatan dari sejarah, kepentingan, alat ukur SCML, Kepdirjen Minerba 10.K/2023, dan rencana kerja bidang R&D Budaya Keselamatan. Silahkan memberikan masukan di comment, semoga bermanfaat.
Internalisasi Core Values dan Golden Rules KP
Internalisasi Core Values (nilai-nilai inti) dan Golden Rules (Aturan Emas) Keselamatan Pertambangan (KP) dilakukan oleh manajemen dalam mengimplementasikan kebijakan KP. Manajemen melakukan upaya tersebut dengan memasukkannya pada target kinerja pekerja dan memberikan contoh aktualisasi nyata di lapangan.
Core values seperti integritas, kejujuran, inovasi, keadilan, akuntabilitas, transparansi, dll mendasari semua aktivitas/proses yang ada dalam perusahaan. Beberapa perusahaan memasukannya dalam kebijakan KP yang disosialisasikan kepada pekerja, dievaluasi pemahamannya, dan diobservasi pelaksanaannya (SMKP I.4-5).
Golden rules seperti izin kerja ketinggian, LOTOTO, APD, ruang terbatas, pre-ops kendaraan, dll merupakan hal wajib yang dilakukan oleh pekerja sebelum dan ketika melakukan pekerjaan berisiko kritis/tinggi. Dalam SMKP IV.1.1-3, Golden rules ini diimplementasikan dalam bentuk prosedur operasi/kerja yang ditetapkan, dikomunikasikan, diterapkan oleh pekerja secara konsisten, dievaluasi dan ditinjau ulang secara berkala.
Semoga bermanfaat – FN
Penilaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja K3 selalu diukur dengan nilai statistik Frequency Rate dan/atau Severity Rate, padahal nilai statistik tersebut merupakan output dari sebuah proses. Sebagian sumber mendefinisikan proses ini berikut pengukurannya yang sering disebut sebagai leading indicator. Kepdirjen Minerba Nomor 10.K/MB.01/DJB.T/2023 memberikan panduan jelas bagaimana melakukan pengukuran leading indicator tersebut dalam konteks Keselamatan Pertambangan. Di dalamnya, dapat kita temukan 4 indikator kinerja berbobot yang signifikan.
Setiap indikator tersebut memiliki parameter yang diukur menggunakan item rubrik dengan struktur sebagai berikut:
- Partisipasi pekerja (2 parameter, 29 item)
- Tanggung Jawab Pimpinan (8 parameter, 98 item)
- Analisis dan Statistik Insiden (4 parameter, 18 item)
- Upaya Pengendalian Risiko (10 parameter, 49 item)
Setiap item diukur menggunakan skala ordinal 1 s.d. 5 dengan metode pengumpulan data tinjauan dokumen, kuesioner, wawancara, observasi, Focus Group Discussion/FGD, dan/atau simulasi. Hasilnya dikalkulasi dengan bobot setiap parameter untuk mengetahui level tingkat kinerja (Tingkat Dasar, Reaktif, Terencana, Proaktif, Resilient).
Berikut template (Excel) yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran kinerja Keselamatan Pertambangan berdasarkan Kepdirjen 10.K/MB.01/DJB.T/2023. Terdapat 5 sheet di dalamnya, yaitu Penilaian, Rubrik, Kuesioner, Jumlah sample, dan Program.
- Penilaian (anda hanya perlu mengisi sel C2, C3, F2, dan F3)
- Rubrik (anda hanya perlu mengisi sel J, K, L)
- Kuesioner
- Jumlah Sample (anda hanya perlu mengisi sel B10-13, C10-13, E10-13)
- Program (anda hanya perlu mengisi sel C2,C3, I2, I3, F,G,H,I,J, dan K)
Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan menghubungi saya via email fnovento@gmail.com atau WA: 0852-280-63460.
Budaya K3
Bulan K3 tahun 2019 ini menggunakan istilah Budaya K3, pertanyaannya adalah bagaimana mengukur Budaya K3?
asumsi 1:
Budaya K3 diukur dari perilaku yang sudah terbentuk , ini bisa diamati dari observasi / inspeksi di lapangan
asumsi 2:
Budaya K3 diukur dari persepsi, sikap pelaku, ini bisa digali dari interview maupun survey
asumsi 3:
Budaya K3 diukur dari seberapa besar kepemimpinan dan komitmen pimpinan dan pelaku terhadap K3
asumsi 4:
Budaya K3 diukur dari data leading maupun lagging yang ada dalam organisasi
asumsi 5:
Budaya K3 diukur dari seberapa efektif sistem manajemen K3 yang digunakan dalam organisasi
FN