Archive
Matinya prosedur kerja
# Dari Kebijakan (visi,misi,tujuan) turun ke manual lanjut ke Prosedur. Prosedur yang tidak diturunkan dari kebijakan akan MATI
# Tujuan dibuat oleh manajemen turun ke rencana strategis yang diwujudkan dalam bentuk target dan program. Proses kerja yang tepat akan membantu mencapai target. Proses kerja yang distandarisasi adalah prosedur. Prosedur yang tidak distandarisasi akan MATI
# Peraturan perusahaan (reward and punishment) menjaga konsitensi pelaksanaan prosedur. Prosedur yang tidak didukung oleh peraturan perusahaan akan MATI
# Penyusunan prosedur adalah top down dengan mempertimbangkan masukan pekerja. Penerapan prosedur dilakukan dengan pemberian contoh dari manajemen (lead by example) untuk menimbulkan kesadaran pekerja sehingga pelaksaannya bottom up. Prosedur yang tidak dimulai oleh pemberian contoh akan MATI
# Prosedur bersifat dinamis karena menyesuaikan risiko,produktifitas pekerjaan, dan sistem terkait. Prosedur yang statis akan MATI
# Prosedur adalah proses kerja yang distandarisasi dimulai dari Standar Kinerja, Waktu, perlengkapan dan peralatan kerja. Prosedur yang tidak memiliki Standar tersebut akan MATI
# Prosedur diujicobakan untuk mengukur efektifitas , efisiensi, kelemahan dan kekuatannya. Prosedur yang tidak di ujicobakan akan MATI
# Prosedur dievaluasi secara berkala untuk mengukur ketepatan cara kerja, alur kerja, dan hasil kerja. Prosedur yang tidak dievaluasi akan MATI
# Prosedur dilatihkan kepada pekerja supaya kompeten dalam melaksanakannya dan manajemen melakukan pengontrolan untuk menjaga konsistensinya. Prosedur yang tidak dilatihkan akan MATI
# Panjang pendeknya Prosedur adalah wajar disesuaikan dengan kompleksitas pekerjaan. Kesederhanaan prosedur bukan dinilai dari panjang pendeknya isi tapi dari kesederhanaan cara berpikir. Prosedur yang tidak memiliki kesederhanaan cara berpikir akan MATI
– FN 27/01/2019 –
Tingkat Kepatuhan
Seorang pasien masuk ke Rumah sakit (sistem organisasi) dan suka atau tidak (atttitude) dia harus minum obat kalau mau sembuh karena dia mau sembuh dan terhindar dari penyakit! Tingkat kepatuhan cenderung tinggi atau rendah?
di tempat lain..
Seorang karyawan masuk ke perusahaan (sistem organisasi) dan suka atau tidak (attitude) dia harus menjalankan prosedur supaya tidak celaka! Tingkat kepatuhan cenderung tinggi atau rendah?
hipotesis…
Tingkat kepatuhan tinggi tapi masih sakit/celaka berarti ada yg salah (lubang keju) di sistem organisasinya. Tingkat kepatuhan rendah berakibat sakit/celaka berarti ada human factor. Tingkat kepatuhan rendah tapi tidak ada sakit/celaka berarti keberuntungan!
Manusia Kardus
Sebagian dari kita berpikir bahwa dengan membatasi ruang gerak manusia lewat aturan, prosedur, hukuman, … akan menghindarkan pekerja dari kecelakaan! Ruang gerak pekerja dibatasi dalam suatu box sehingga ndak memungkinkan pekerja untuk menyimpang di luar box tersebut. Akan tetapi kita lupa bahwa pekerja adalah manusia bukan robot yg bisa diprogram untuk mengikuti kehendak pembuat program. Otak manusia lebih rumit daripada robot dengan perintah pemrograman
Manusia cenderung berperilaku negatif atau menyimpang sudah menjadi kodratnya, orang bijak bilang nobody perfect karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.
Satu pekerja dari 12 pekerja yang mengalami kecelakaan karena perilaku menyimpang belum tentu memiliki pembeda yang dimiliki oleh 11 pekerja yang selamat! apakah 11 pekerja yg selamat tidak pernah menyimpang ? sekecil apapun itu ? sebesar apapun itu ?
Lantas apa yg menjadi pembeda antara 1 dan 11 pekerja tersebut?
Human Error – Kesalahan manusia
Banyak praktisi K3 yang mengembangkan program based on intuisi daripada teori dan data empirik, alhasil program K3 hanya menyentuh aktifitas permukaan saja dan tidak menyentuh kedalaman alasan kenapa manusia berbuat kesalahan?
Kesalahan manusia bisa dipahami dari lima persepsi berikut:
1) persepsi manusia: manusia pada dasarnya selalu mudah membuat kesalahan baik karena dorongan internal atau eksternal. Seorang pekerja memutuskan untuk tidak menggunakan APD bisa jadi karena pengetahuan yg kurang atau meniru tindakan atasannya? – ilmu psikologi
2) persepsi sistem: sistem dibuat oleh manusia sehingga rentan kesalahan (vulnerable). Seorang penumpang bis tidak menggunakan sabuk pengaman karena sabuk pengaman di dalam bis rusak / tidak tersedia? – ilmu teknik
3) persepsi lingkungan kerja: lingkungan kerja yang buruk akan memicu kesalahan manusia . kondisi tekanan panas yang tinggi dalam sebuah ruangan akan menyebabkan pekerja mudah emosi dan susah konsentrasi ? – ilmu industrial hygiene
4) persepsi komunikasi: komunikasi yang terputus antara pekerja dan atasan atau sesama pekerja atau pihak eksternal akan memicu kesalahan manusia. seorang pekerja mengalami konflik dengan atasan akan memicu kesalahan di pekerjaanya yg dapat membahayakan dirinya maupun orang lain? – ilmu komunikasi
5) persepsi organisasi: keputusan organisasi yang keliru akan berdampak pada kesalahan manusia. Sebagai contoh kebijakan pengurangan biaya memberikan dampak pada terhentinya pengembangan dan pelatihan pekerja sehingga rentan kesalahan. Ada dua teori besar di ranah ini yaitu domino (1985) dan swiss cheese (1990) , rentang waktu hampir 10 tahun antara kedua teori ini menyebabkan domino lebih banyak digunakan daripada swiss cheese? – ilmu organisasi
Praktisi K3 = ilmu psikologi+ ilmu teknik + ilmu Industrial Hygiene + ilmu komunikasi + ilmu organisasi
framework k3 = persepsi manusia + sistem + lingkungan kerja + komunikasi + organisasi
Note: kesalahan manusia (human error) lebih luas ruang lingkupnya dibandingkan dengan unsafe act dan unsafe condition
bersambung…
Berbagi Pengalaman Menimba Ilmu Kesehatan di UNDIP Semarang..Bagian (1)
Banyak hal positif terjadi ketika saya menimba ilmu kesehatan di UNDIP Semarang selama awal semester berjalan, berikut yang bisa saya sharing berikut aplikasinya dalam K3 Perusahaan:
- Statistic: uji beda dengan uji t, uji chi square, anova dan uji korelasi dengan pearson, regresi,..(Aplikasi: Statistik Kecelakaan dalam Perusahaan hanya menampilkan data kecelakaan menggunakan variable demografi seperti umur, masa kerja, pendidikan, dll. Pertanyaan menarik dari Statistik adalah seberapa kuat pengaruh variable tersebut terhadap kecelakaan kerja ? apakah ada persamaan matematis yang bisa dibuat sehingga dengan mengetahui besaran variabel tersebut dapat ditentukan berapa % kecelakaan akan terjadi?)
- Filsafat ilmu: perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat perlu dikembalikan ke solusi filsafat supaya tidak kebablasan,…(Aplikasi: Solusi Filsafat selalu mempertanyakan jawaban yang diberikan sampai kepada dasarnya, dalam Perusahaan selalu ditanyakan root cause dari sebuah Kecelakaan kerja dengan harapan root cause ditemukan maka kecelakaan tidak akan terjadi lagi. Pertanyaan Filsafat selalu mempertimbangkan sisi ONTOLOGIS (dasar), EPISTEMOLOGIS (metode), dan AKSIOLOGIS (norma)
- Ilmu Perilaku: membahas prediktor apa saja yang bisa membentuk perilaku seseorang/kelompok, mulai dari pengetahuan, sikap, keyakinan, persepsi, niat, norma, kontrol, keterampilan, self efficacy, …(Aplikasi: Banyak kali Perusahaan menganalisis unsafe act secara keliru dan dangkal, bisa jadi unsafe act yang terjadi bukan karena kurangnya pengetahuan, tapi karena dia meniru sikap dan perilaku atasan atau rekan kerja yang lain ?
- Ilmu Kesehatan Kerja: mempelajari anatomi anggota tubuh manusia yang terkena dampak kesehatan akibat lingkungan kerja,…(Aplikasi: menemukan bagaimana sebuah penyakit akibat kerja dapat masuk dalam tubuh seseorang lewat penelitian panjang jarang dilakukan oleh Perusahaan karena keterbatasan waktu , budget maupun resources, apakah Departemen K3 memiliki section penelitian atau RnD)
- Metodologi penelitian: penelitian cross sectional, case control, cohort , dan experimental (Aplikasi: menemukan bagaimana sebuah penyakit akibat kerja atau kecelkaan kerja dapat masuk dalam tubuh seseorang atau terjadi ke seseorang lewat penelitian panjang jarang dilakukan oleh Perusahaan karena keterbatasan waktu , budget maupun resources,apakah Departemen K3 memiliki section penelitian atau RnD)
- Promosi Kesehatan: mempelajari bagaimana program kesehatan dijalankan mengikuti Ottawa Charter (Advocate, Mediate, Enable),…(Aplikasi: Promosi Kesehatan tidak hanya lewat Pendidikan ataupun Penyuluhan tapi juga lewat pemberdayaan masyarakat dan usaha mempengaruhi pembuat kebijakan lewat Advokasi. Banyak Perusahaan memberikan pendidikan dan pelatihan K3 tapi jarang mempengaruhi pembuat Kebijakan K3 maupun pemberdayaan karyawan untuk sadar K3 lewat upaya promotif dan preventif
- Industrial Hygiene: membahas bahaya lingkungan kerja, higiene dan sanitasi, …(Aplikasi: Dalam Permenaker 5 tahun 2018, dijelaskan Bahaya Lingkungan Kerja dari Fisik, Kimia, Biologi, Ergonomik, Psikologi, Higiene dan Sanitasi. Tidak banyak perusahaan yang menaruh minta mendalam terhadap bahaya Psikologi ?
- Laboratorium K3: mempraktekkan alat pengukuran Lingkungan Kerja, …(Aplikasi: Pengukuran Lingkungan Kerja perlu dikaitkan dengan Pengukuran Tenaga Kerja, contoh Pengukuran kebisingan menggunakan Sound Level Meter dikaitkan dengan Pengukuran Audiometri Tenaga kerja, …)
Semoga bermanfaat
Novento, 11/19/2018