Archive
Pengukuran Risk Maturity Level (RML)

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya terkait Maturitas Risiko, berikut adalah instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat maturitas risiko sebagai bahan pertimbangan untuk penyusunan atau intervensi program manajemen risiko
| Pernyataaan | Sangat Tidak Setuju (1) – Tidak Setuju (2) – Netral (3) – Setuju (4) – Sangat Setuju (5) |
|---|---|
| Saya memahami seluruh bahaya, risiko, dan pengendalian di area kerja | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya memiliki kewaspadaan situasi (situational awareness) dan bekerja secara aman | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya berperan aktif dalam perbaikan pengendalian risiko dan aspek K3 | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Tim Manajemen Risiko melibatkan perwakilan K3, KO, serta seluruh bagian operasional | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Tim mampu menyelaraskan pemahaman dan bertukar informasi secara tepat | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Kolaborasi dalam tim sudah berjalan baik untuk mencapai tujuan bersama | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Pimpinan dan Pengawas terlibat aktif secara formal dalam manajemen risiko | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Pengawas memberikan dukungan dan melibatkan seluruh angggota dalam tim | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| KTT/PJO menindaklanjuti hasil evaluasi untuk peningkatan berkelanjutan | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Perusahaan memiliki risk appetite yagn dinamis dan indikator risiko utama (KRI) | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Perusahaan memiliki perencanaan cadangan/darurat (contigency planning) yang memadai | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Metode manajemen risiko dikembangkan terus menerus sesuai regulasi dan kondisi | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
Interpretasi nilai: Maturitas Risiko Tinggi (48 – 60); sedang (36 – 47); rendah (12 – 35)
Tembagapura – FN (2/4/2026)
[Book Review] The Essentials of Risk Management

Buku ini cukup menarik untuk dibaca, ditulis oleh Michel Crouchy, Dan Galai, dan Robert Mark serta diterbitkan oleh McGraw Hill tahun 2023. Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita jadikan proposisi untuk bahan diskusi dalam manajemen risiko,
- manajemen risiko sering dimasukkan dalam aktivitas mandiri, padahal seharusnya menjadi bagian dari program optimalisasi sebuah proses bisnis
- masa depan tidak dapat diprediksi, selalu ada ketidakpastian dan belum ada orang yang dapat memprediksi secara pasti dan konsisten
- proses manajemen risiko secara sekuensial tidak dapat dijalankan secara praktis, hari ini terkait dengan identifikasi dan hari lain terkait dengan pemantauan
- stategi manajemen risiko meliputi avoid, transfer, mitigate, dan keep
- manajemen risiko dan pengambilan risiko (baca insiden) adalah dua sisi sebuah koin, tidak ada yang dapat menduga pasti sisi apa yang akan muncul ketika dilempar jatuh
- ketika risiko dihubungkan dengan biaya, maka risiko sebenarnya adalah ketika muncul biaya yang tidak direncanakan (un-expected cost/loss)
- ERM (Enterprise Risk Management) adalah usaha untuk menghilangkan silo setiap departemen/bagian/proses dan memasukkan risiko sebagai bagian dari pengambilan keputusan yang holistik
- ESG (Environmental Social Governance) membantu mengidentifikasi risiko yang tidak terdeteksi dalam manajemen risiko konvensional, contoh risiko environmental yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan atau operasional
- Hati-hati ketika memasukkan angka dalam perhitungan risiko karena angka tersebut bukan angka absolut, kondisi lingkungan bisa berubah setiap saat, contoh bahaya psikologi, teknologi, dll
- manager risiko bukan seorang peramal, tugasnya adalah membedah sumber risiko dan membuatnya visible untuk pengambilan keputusan
- topologi risiko meliputi market risk, credit risk, liquidity risk, operational risk, legal dan regulatory risk, business risk, strategic risk, dan reputation risk
- operational risk meliputi kelemahan operasional termasuk di dalamnya sistem yang tidak memadai, kegagalan manajemen, human error, cybersecurity risk, climate risk, pandemic risk, supply chain risk
- manajemen risiko dapat menjadi lebih praktis dengan melakukan hal berikut, 1) tentukan tujuan yang jelas, 2) membuat peta risiko, 3) tentukan instrumen untuk mitigasi risiko, 4) evaluasi kinerja terhadap tujuan
- Delapan elemen wajib untuk mengelola operational risk adalah 1) kembangkan kebijakan risiko yg jelas, 2) buat terminologi standar untuk jenis risiko dan kontrol, 3) kembangkan peta proses bisnis, 4) kembangkan risk matriks, 5) tentukan bagaimana mengelola paparan risiko, 6) tentukan bagaimana melaporkan paparan, 7) kembangkan tools untuk analisis risiko, 8) pastikan atribut risiko yang sesuai untuk setiap proses bisnis
- Jumlah temuan audit bukanlah KRI (Key Risk Indicator) yang baik karena tidak menampilkan penyebab risiko individual, temuan audit individual adalah KRI yang baik
- Operational risk dapat ditampilkan secara visual dalam grafik 2 dimensi dengan sumbu y (severity) dan sumbu x (likelihood)
- Stress testing and scenario analysis diperlukan untuk melihat reliabilitas dan menguji ketahanan manajemen risiko dalam berbagai situasi/skenario
Jakarta – FN (14/1/2026)
[Book Review]Buat Kamu Yang Lelah Bersih-Bersih

Sayo Konishi (2025) adalah seorang konsultan berbenah dan bersertifikat dari Jepang yang menulis buku di atas. Buku ini memberikan panduan untuk kita yang punya niatan untuk selalu bersih dan rapi di rumah, namun selalu gagal dalam eksekusi. Menurut Sayo keberhasilan itu tidak bisa dicapai secara instan/cepat, namun melalui langkah sistematis yang wajib diikuti secara berurutan sebagai berikut,
- Memilah, kegiatan memilih barang yang dibutuhkan
- Menyimpan, kegiatan menyimpan barang hasil pilah supaya mudah digunakan
- Menata, kegiatan mengembalikan barang yang disimpan ke tempat semula
- Membersihkan, kegiatan merawat Dan membersihkan debu/kotoran/noda di barang yang kita simpan
Kegiatan 1-2 merupakan kegiatan membentuk lingkungan, sedangkan kegiatan 3-4 adalah kegiatan membentuk kebiasaan.
Semoga bermanfaat – FN
Employee Engagement
Employee Engagement merupakah salah satu penentu motivasi dan perilaku seseorang dalam sebuah organisasi, karyawan yang memiliki tingkat engagement tinggi akan berperan serta dalam menjaga keberlangsungan perusahaan termasuk keselamatan dan kesehatan kerja. Berikut adalah contoh instrumen pengukuran dari Gallup yang terdiri atas 15 item dengan reliabilitas alpha Cronbach 0,91 (Tedja FW, 2020),
| Pernyataaan | Sangat Tidak Setuju (1) – Tidak Setuju (2) – Netral (3) – Setuju (4) – Sangat Setuju (5) |
|---|---|
| Saya mengerti apa yang diharapkan di tempat kerja | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya mempunyai materi dan sarana yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dengan aman | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya memiliki kesempatan untuk melakukan yang terbaik setiap hari di tempat kerja | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya memperoleh penghargaan/pujian karena melakukan pekerjaan dengan baik dalam tujuh hari terakhir | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Atasan saya terlihat memedulikan saya sebagai pribadi | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Ada seseorang di tempat kerja yang mendorong perkembangan saya | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya merasa pendapat saya diperhitungkan di tempat kerja | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Misi/tujuan perusahaan membuat saya merasa pekerjaan saya penting | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Rekan kerja saya bertekad untuk melakukan pekerjaan yang berkualitas dan aman | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya mempunyai sahabat di tempat kerja | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Dalam enam bulan terakhir, seseorang di tempat kerja memberikan umpan balik tentang perkembangan kinerja saya | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Pada tahun terakhir ini, saya berkesempatan untuk belajar dan berkembang di tempat kerja | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya memahami visi perusahaan dan stategi mencapainya | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Saya memahami dan melakukan nilai-nilai budaya perusahaan | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
| Top/Senior manajemen menjadi contoh/teladan dalam melakukan nilai-nilai budaya perusahaan | 1 – 2 – 3 – 4 – 5 |
Interpretasi nilai: Engagement tinggi (60-75); Engagement sedang (45-59); Engagement rendah (15-44)
Semoga bermanfaat – FN
Kata Kerja Operasional Ranah Kognitif

Dalam tulisan saya sebelumnya terkait taksonomi Bloom (klik disini) terdapat 6 tingkatan berpikir dalam ranah kognitif. Ranah Kognitif adalah kemampuan dalam mengulang atau menyatakan kembali konsep/prinsip yang telah dipelajari dalam proses pembelajaran yang didapatnya. Berikut adalah kata kerja operasional yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pembuatan kompetensi,
| Proses Kognitif | Definisi | Kata Kerja Operasional |
|---|---|---|
| C1-Mengingat | mengambil pengetahuan yang relevan dari ingatan | mengutip, menyebutkan, menjelaskan, menggambar, membilang, mengidentifikasi, mendaftar, menunjukkan, memberi label, memberi indeks, memasangkan, membaca, menamai, menandai, menghafal, meniru, mencatat, mengulang, mereproduksi, meninjau, memilih, mentabulasi, memberi kode, menulis, menyatakan, menelusuri |
| C2-Memahami | membangun arti dari proses pembelajaran, termasuk komunikasi lisan, tertulis, dan gambar | memperkirakan, menjelaskan, menceritakan, mengkategorikan, mencirikan, merinci, mengasosiasikan, membandingkan, menghitung, mengkontraskan, menjalin, mendiskusikan, mencontohkan, mengemukakan, mempolakan, memperluas, menyimpulkan, meramalkan, merangkum, menjabarkan, menggali, mengubah, mempertahankan, mengartikan, menerangkan, menafsirkan, memprediksi, melaporkan, membedakan |
| C3-Mengaplikasikan | melakukan atau menggunakan prosedur di dalam situasi yang tidak biasa | menugaskan, mengurutkan, menentukan, menerapkan, mengkalkulasi, memodifikasi, menghitung, membangun, mencegah, menggambarkan, menggunakan, menilai, melatih, menggali, mengemukakan, mengadaptasi, menyelidiki, mempersoalkan, mengkonsepkan, melaksanakan, memproduksi, memproses, mengaitkan, menyusun, memecahkan, melakukan, mensimulasikan, mentabulasi, memproses, membiasakan, mengklasifikasi, menyesuaikan, mengoperasikan, meramalkan |
| C4-Menganalisis | memecah materi ke dalam bagian-bagiannay dan menentukan bagaimana bagian-bagian itu terhubungkan antara bagian dan ke struktur atau tujuan keseluruhan | mengaudit, mengatur, menganimasi, mengumpulkan, memecahkan, menegaskan, menganalisis, menyeleksi, merinci, menominasikan, mendiagramkan, mengkorelasikan, menguji, mencerahkan, membagankan, menyimpulkan, menjelajah, memaksimalkan, memerintahkan, mengaitkan, mentrasfer, melatih, mengedit, menemukan, menyeleksi, mengoreksi, mendekteksi, menelaah, mengukur, membangunkan, merasionalkan, mendiagnosis, memfokuskan, memadukan |
| C5-Mengevaluasi | membuat pertimbangan berdasarkan kriteria atau standar | membandingkan, menyimpulkan, menilai, mengarahkan, memprediksi, memperjelas, menugaskan, menafsirkan, mempertahankan, memerinci, mengukur, merangkum, membuktikan, memvalidasi, mengetes, mendukung, memilih, memproyeksikan, mengkritik, mengarahkan, memutuskan, memisahkan, menimbang |
| C6-Mencipta/Membuat | menempatkan unsur-unsur secara bersama-sama untuk membentuk keseluruhan secara koheren atau fungsional, menyusun kembali unsur-unsur ke dalam pola atau struktur baru | mengumpulkan, mengabstraksi, mengatur, menganimasi, mengkategorikan, membangun, mengkreasikan, mengoreksi, merencanakan, memadukan, mendikte, membentuk, meningkatkan, menanggulangi, mengggeneralisasi, menggabungkan, merancang, membatas, mereparasi, membuat, menyiapkan, memproduksi, memperjelas, merangkum, merekonstruksi, mengarang, menyusun, mengkode, mengkombinasikan, memfasilitasi, mengkonstruksi, merumuskan, menghubungkan, menciptakan, menampilkan |
Semoga bermanfaat – FN