Safety Wisdom #2
Sahabat safety, kita sering mendengar risiko dinilai sebagai kombinasi antara konsekuensi dan kemungkinan terjadi (likelihood), akan tetapi pertanyaannya adalah seberapa valid perhitungannya ?
Validitas berkaitan dengan derajat ketepatan perangkat untuk mengukur konsep, dua konsep di matrix risiko adalah konsekuensi dan likelihood. Matrix risiko memiliki validitas prediktif yang membuat hasilnya dinamis dan validitas eksternal dimana sebuah nilai risiko akan tergantung konteks dan sumberdaya (man,method,machine,money,material) dalam pekerjaan tersebut.
Itulah sebabnya nilai risiko akan selalu dinamis, diiterasi dengan data insiden yang terjadi di lapangan, dipantau, dievaluasi, dan ditindaklanjuti berdasarkan hasil evaluasi.
Safety Wisdom #1
Sahabat safety, hari ini kita akan membahas 3 hal mendasar dalam manajemen risiko, yaitu bahaya, risiko, dan hirarki kontrol.
Bahaya itu diidentifikasi, bagaimana cara mengidentifikasinya tidak lepas dari definsi bahaya itu sendiri yaitu segala hal yang berpotensi menimbulkan kerugian material/non-material, cedera/sakit pada manusia, dan kerusakan peralatan. Sebagian mengklasifikannya dalam bahaya bahaya fisik, kimia, biologi, keselamatan, sampai dengan psikologis.
Risiko adalah paparan manusia/peralatan terhadap bahaya yang dinilai dalam bentuk angka/warna kombinasi konsekuensi dan likelihood yang disebut matrix risiko.
Hirarki kontrol adalah upaya yang dilakukan untuk menghilangkan/mengurangi bahaya lewat engineering/rekayasa, atau menurunkan nilai risikonya lewat administrasi, praktek kerja, dan APD
GMP (Good Mining Practice) Award
Berdasarkan PP 55-2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara pasal 36 – pelaksanaan pengawasan oleh Inspektur Tambang dapat dilakukan melalui 3 hal, yaitu 1) evaluasi terhadap laporan berkala dan/atau sewaktu-waktu, 2) pemeriksaan berkala atau sewaktu-waktu, dan 3) penilaian atas keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan – dan Permen ESDM 26-2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara – maka Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) setiap tahun mengadakan GMP (Good Mining Practice) Award dari setiap aspek, yaitu aspek Teknis Pertambangan, Konservasi Minerba, Keselamatan Pertambangan, Perlindungan Lingkungan Pertambangan, dan Standarisasi dan Usaha Jasa Pertambangan.
Tulisan kali ini akan berfokus pada aspek Keselamatan Pertambangan, di dalamnya terdapat beberapa kriteria/indikator penilaian sebagai berikut:
- Informasi KTT dan Perusahaan tambang
- RKAB (Rencana Kerja Anggaran dan Biaya)
- Statistik Keselamatan Kerja, meliputi jumlah kumulatif tenaga kerja; jumlah jam kerja kumulatif; jumlah korban kecelakaan tambang berakibat cedera ringan, berat, dan mati; jumlah hari kerja hilang kumulatif; nilai Frequency Rate/FR; nilai Severity Rate/SR; jumlah kejadian berbahaya
- Statistik Kesehatan Kerja, meliputi jumlah pekerja yang sakit; jumlah absensi pekerja; nilai Absence Severity Rate/ASR; nilai Mordibity Frequency Rate/MFR; jumlah Kejadian Akibat Penyakit Tenaga Kerja/KAPTK; jumlah pekerja yang diduga mengalami Penyakit Akibat Kerja/PAK
- Kompetensi Tenaga Kerja, meliputi jumlah tenaga operasional; tenaga administrasi; tenaga pengawas; pengawas tersertifikasi POP, POM, POU
- Laporan Audit SMKP Minerba, meliputi nilai audit SMKP setiap elemen; nomor register auditor SMKP; rencana tindak lanjut audit dan bukti pelaksanaan; dokumen manajemen risiko
- Laporan berkala dan laporan khusus
Semoga bermanfaat (ditulis dari Tembagapura Papua)
Setup Achievement Target
Organisasi yang ingin berkembang pasti akan menentukan target pencapaian untuk melihat sejauh mana aktivitas yang dilakukan dapat berkontribusi terhadap hasil. Metode yang paling efektif untuk membuat bahasa target adalah SMART (Specific, Measureable, Achievable, Realistic, Time-bound). Tujuan adalah kualitatif, sedangkan target adalah kuantitatif, sebagai contoh kita memiliki tujuan menurunkan tingkat kecelakaan jari dalam kuartal kedua tahun 2022, maka kita bisa membuat bahasa target 80% pengawas melakukan observasi kepada pekerja dengan pekerjaan berisiko cedera jari setiap minggu.
Dalam kesempatan kali ini, saya akan memberikan beberapa tipe target (metric) yang dapat kita buat:
- Positive Metric
- Negative Metric
- Threshold Metric
- Milestone
Positive Metric digunakan apabila kondisi naik dinilai lebih baik, sebagai contoh meningkatkan partisipasi pekerja dalam pertemuan K3 sebesar 90% dalam kuartal keempat tahun 2022.
Negative Metric digunakan apabila kondisi turun dinilai lebih baik, sebagai contoh menurunkan kondisi tidak aman di area kerja sebesar 80% dalam kuartal keempat tahun 2022.
Threshold Metric digunakan apabila target dinilai dalam sebuah range/rentang, sebagai contoh mempertahankan tingkat kebisingan area kerja bengkel dalam kisaran 60 – 70 dB dalam kuartal keempat tahun 2022.
Milestone Metric digunakan apabila kita tidak memiliki alat ukur, sebagai contoh mendigitalisasi formulir inspeksi area kerja pada kuartal keempat tahun 2022.
Semoga bermanfaat (FN)
Cross Tabulations – What is it?
Dalam analisis data kuantitatif, kita mengenal perangkat Cross Tabulations untuk melihat korelasi antar variabel. Cross Tabulation adalah tabel yang disajikan dalam bentuk baris (variabel dependent/predictor/cause) dan kolom (variable independent/outcomes) – seperti pivot table dalam Excel – serta digunakan untuk data nominal dan/atau ordinal.
| Apakah Anda melakukan safety talk setiap hari? | Pengawas | Operator | Total |
| Tidak | 187 22,42% | 501 29,70% | 688 27,29% |
| Ya | 647 77,58% | 1186 70,30% | 1833 72,71% |
| Total | 834 100% | 1687 100% | 2521 100% |
Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa jumlah operator yang melakukan safety talk harian ada 1186 (dari 1687 orang) dan jumlah pengawas ada 657 (dari 834 orang), sehingga orang dengan mudah menyimpulkan bahwa Operator lebih banyak melakukan safety talk harian daripada pengawas!
Akan tetapi,
Kalau kita buat dalam bentuk persentase (%), kita mendapatkan data bahwa jumlah operator yang melakukan safety talk harian sebesar 70,30% sedangkan pengawas sebesar 77,58%, artinya pengawas lebih banyak melakukan safety talk harian daripada operator dengan perbedaan sebesar 7,28%!
Pertanyaan berikutnya adalah apakah perbedaan 7,28% ini signifikan ? Untuk menjawab hal tersebut, maka diperlukan uji statistik untuk data nominal/ordinal yang disebut chi-square. Dengan menggunakan kalkulator statistik didapatkan nilai chi-square dari tabel diatas adalah 14,883 dengan nilai p = 0,000 (< 0.05), karena nilai p < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan itu adalah signifikan!
Nilai chi-square menunjukkan apakah ada perbedaan signifikan antar variabel tetapi tidak dapat menunjukkan seberapa kuat korelasi / hubungan antar variable tersebut. Untuk melihat seberapa kuat korelasi / hubungan antar variable tersebut kita menggunakan gamma and kendall’s Tau-b. Dengan menggunakan kalkulator statistik didapatkan nilai gamma = 0,1875 dan nilai kendall’s tau-b = 0,07, ini menunjukan korelasi yang lemah (mendekati nilai 1 adalah korelasi yang kuat).
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa cross tabulations merupakan salah satu cara untuk menampilkan korelasi antar variabel yang digabungkan dengan uji statistik yang tepat untuk membuat interpretasi / kesimpulan sahih.
Semoga bermanfaat (ditulis dari Tembagapura – FN)