Archive

Archive for the ‘People’ Category

Safety Wisdom #4

August 2, 2023 Leave a comment

Sahabat Safety, Dalam dunia K3 kita mengenal audit SMK3, SMKP, ISO 45001,..

Sistem memastikan sustainable/resilient dalam jangka panjang, dan audit sebagai penjaga yang baik memastikan sistem tersebut dievaluasi secara berkala

Hasil audit yang sempurna bukan menihilkan kecelakaan, tapi hasil audit yang sempurna menihilkan penyimpangan dan meminta kita untuk berpikir jauh ke depan untuk menjadikan sistem lebih tangguh dan dewasa

Kedewasaan sistem bukan diukur dari akurasi waktu, tapi dari presisi pengalaman dalam menghadapi dan mengatasi setiap penyimpangan yang terjadi

Categories: Wisdom

Safety Wisdom #3

July 27, 2023 Leave a comment

Sahabat safety, kita memiliki inspeksi/observasi sebagai salah satu cara untuk memastikan kepatuhan/kesesuaian dengan sebuah standar, pertanyaannya seberapa efektif inspeksi tersebut dan bagaimana cara mengukurnya ?

Efektivitas inspeksi/observasi merupakan fungsi dari ketersediaan orang/peralatan x kompetensi orang x kualitas item/cek list inspeksi x tindak lanjut jika terjadi ketidaksesuaian/ketidakpatuhan

Ketersediaan orang/peralatan bisa didapat dari penjadwalan dan pengadaan, kompetensi orang bisa didapat dari pelatihan, kualitas item/cek list inspeksi bisa didapat dari uji validitas terhadap standar, tindak lanjut ketidaksesuaian/ketidakpatuhan bisa didapat dari pengawasan.

Categories: Wisdom

Safety Wisdom #2

July 22, 2023 Leave a comment

Sahabat safety, kita sering mendengar risiko dinilai sebagai kombinasi antara konsekuensi dan kemungkinan terjadi (likelihood), akan tetapi pertanyaannya adalah seberapa valid perhitungannya ?

Validitas berkaitan dengan derajat ketepatan perangkat untuk mengukur konsep, dua konsep di matrix risiko adalah konsekuensi dan likelihood. Matrix risiko memiliki validitas prediktif yang membuat hasilnya dinamis dan validitas eksternal dimana sebuah nilai risiko akan tergantung konteks dan sumberdaya (man,method,machine,money,material) dalam pekerjaan tersebut.

Itulah sebabnya nilai risiko akan selalu dinamis, diiterasi dengan data insiden yang terjadi di lapangan, dipantau, dievaluasi, dan ditindaklanjuti berdasarkan hasil evaluasi.

Categories: Wisdom

Safety Wisdom #1

July 22, 2023 Leave a comment

Sahabat safety, hari ini kita akan membahas 3 hal mendasar dalam manajemen risiko, yaitu bahaya, risiko, dan hirarki kontrol.
Bahaya itu diidentifikasi, bagaimana cara mengidentifikasinya tidak lepas dari definsi bahaya itu sendiri yaitu segala hal yang berpotensi menimbulkan kerugian material/non-material, cedera/sakit pada manusia, dan kerusakan peralatan. Sebagian mengklasifikannya dalam bahaya bahaya fisik, kimia, biologi, keselamatan, sampai dengan psikologis.

Risiko adalah paparan manusia/peralatan terhadap bahaya yang dinilai dalam bentuk angka/warna kombinasi konsekuensi dan likelihood yang disebut matrix risiko.

Hirarki kontrol adalah upaya yang dilakukan untuk menghilangkan/mengurangi bahaya lewat engineering/rekayasa, atau menurunkan nilai risikonya lewat administrasi, praktek kerja, dan APD

Categories: Wisdom

Competent Person

October 15, 2022 1 comment

Istilah Competent Person atau Orang Yang Berkompeten seringkali muncul dalam peraturan perundang-undangan dan prosedur internal perusahaan, beberapa diantaranya mendefinisikannnya sebagai orang yang memiliki pengetahuan, kemampuan/keterampilan, pengalaman atau sertifikasi kompetensi yang ditetapkan oleh internal perusahaan atau pemerintah berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK), Standar Internasional (SI), atau Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Dalam ilmu kompetensi, orang yang berkompeten digambarkan dalam IRISAN antara Knowledge, Skills, dan Attitude (lihat gambar diatas), dengan kata lain orang yang mengerjakan suatu task menggunakan gabungan dari pengetahuan, keterampilan, dan sikapnya maka dikatakan sebagai orang yang berkompeten. Akan tetapi, bagaimana mengukur task yang dilakukan oleh orang tersebut dalam kondisi lingkungan yang sama atau berbeda disebut kompeten ?

Jawaban dari pertanyaan tersebut ada dalam DIMENSI KOMPETENSI.

Dimensi Kompetensi merupakan ukuran baku ketika kita hendak menyatakan bahwa orang tersebut kompeten/belum kompeten. Terdapat Lima Dimensi Kompetensi, Dimensi 1 s.d. 4 (Task Skills, Task Management Skills, Contigency Management Skills, Job Role Environmental Skills) merupakan dimensi kompetensi dalam lingkungan yang tetap, sedangkan Dimensi 5 (Transfer Skills) merupakan dimensi kompetensi dalam lingkungan yang berbeda.

Untuk memahami lima dimensi kompetensi tersebut, kita ambil contoh sederhana seorang pengemudi mobil. Seorang pengemudi mobil dikatakan kompeten apabila 1) dia dapat menghidupkan,menjalankan, dan mematikan mobil sesuai dengan prosedur (Task Skils), 2) dia dapat menjalakan mobil untuk mengantar barang/penumpang dari titik A ke tidak B (Task Management Skills), 3) dia dapat mengambil tindakan pencegahan/perbaikan apabila ada kerusakan mobil (Contigency Management Skils), 4) dia dapat mengikuti aturan perjalanan/rambu lalu lintas ketika mengemudikan mobil (Job Role Environmental Skills), dan 5) dia dapat mengemudikan mobil dengan merk apapun dan transmisi manual/matik (Transfer Skills). Ketika pengemudi mobil tersebut telah memenuhi kelima unsur dimensi kompetensi tersebut maka dia dikatakan sebagai pengemudi yang Kompeten!

Semoga bermanfaat (ditulis dari Tembagapura – FN)

Categories: Training