Teori Motivasi
Banyak Teori Motivasi yang berkembang di pasaran dari A – Z, hanya saya mengambil aliran Tandon Air untuk memudahkan pemahaman. Tandon Air yang sering kita lihat di rumah itu setiap hari akan berkurang airnya karena kita gunakan untuk mandi, minum, masak yang alhasil kita perlu isi lagi supaya penuh kembali.
Kejadian, pemikiran, atau lingkungan negatif akan menguras tandon air kita seperti kecelakaan, macet, promosi yang tertunda, target yg tidak tercapai, project yang gagal, phk, uang hilang, tagihan tak terbayar, masalah anak di sekolah, …
Kejadian, pemikiran, atau lingkungan positif akan mengisi dan memenuhi tandon air yang terkuras seperti promosi, gaji naek, target tercapai, pinjaman modal, anak berprestasi di sekolah, project berhasil, ide cemerlang, …
Prinsip untuk menjaga motivasi adalah setiap 1 liter air negatif yang terkuras dari tandon selalu penuhi dengan 2 liter air positif . Tidak mudah dilakukan tapi juga tidak sulit diwujudkan.
Novento
Master Plan – Business Plan – Work Plan
Mendapatkan ketiga istilah diatas dan berusaha memahami kemudian membedakan ketiganya adalah satu hal yang cukup mendasar di dalam sebuah organisasi.
MASTER PLAN adalah rencana kegiatan menyeluruh untuk 5 tahun ke depan. Contoh, membeli apartemen di jakarta di tahun pertama, di jogja di tahun kedua, di surabaya di tahun ketiga, dst…
BUSINESS/STRATEGIC PLAN adalah rencana MASTER PLAN dalam satu tahun ke depan. Contoh kalau di atas adalah membeli apartemen di Jakarta di tahun pertama. Disinilah perspective Balance Scorecard bisa diterapkan, dalam ISO business/strategic plan ini lebih dikenal sebagai SASARAN MUTU
ACTION/WORK PLAN adalah rencana detail dari Business/Strategic plan dimana di dalamnya dimasukkan Target, Penanggung Jawab, Dateline, Progress, subTask, dst. Contoh untuk dapat membeli apartemen di Jakarta pada tahun pertama berarti Action Workplannya kita breakdown menjadi subtask sbb:
- Survey titik lokasi oleh A pada Jan 2017
- Penentuan titik lokasi strategis oleh B pada Feb 2017
- Deal dengan kontraktor oleh B pada Mar 2017
- …
Dalam ISO Action Plan ini lebih dikenal sebagai QUALITY PLAN
Novento
Responsibility vs Accountability
Banyak orang masih belum dapat memebedakan dengan jelas perbedaan dari Responsibility (Tanggung Jawab) dan Accountability (Tanggung gugat). Kalau kita berbicara mengenai deretan Task (Tugas) yang dapat didelegasikan maka kita berbicara mengenai Responsibility. Contohnya, kita sebagai seorang atasan mendapatkan task memastikan target produksi tercapai dalam xxx ton per hari. Maka task ini bisa kita delegasikan ke anak buah jika kita tidak berada di tempat kerja karena cuti atau sakit. ITULAH RESPONSIBILITY
Tapi…
Jika tidak mencapai target di task tersebut dan ada penalty alias konsekwensi dari tidak tercapainya target atau task tersebut maka disitulah kita berbicara mengenai Accountability (Tanggung Gugat). Dimanapun dan kapanpun kita berada kita sebagai atasan tetap menjadi bagian dari “who is blame ” sesuai dengan dokumen accountability yang dibuat. ITULAH ACCOUNTABILITY
Novento
Catatan Awal Tahun 2017
Kebiasaaan setiap orang membuat Catatan Akhir Tahun 2016 dan membuka halaman baru untuk tahun berikutnya. Di tahun 2017 ini, sengaja saya tuliskan beberapa hal yang akan saya sharing berdasarkan pengalaman suka dan duka yang terjadi setiap waktu. Tahun ini, saya cukup beruntung karena mendapatkan peran yang berbeda dari sebelumnya yaitu memiliki kesempatan untuk memimpin sebuah group pelatihan K3 yang sangat vital untuk kelangsungan hidup perusahaan. Sesuatu yang baru dan belum pernah saya lakukan sebelumnya karena selain sistem/teknis yang biasa saya kerjakan juga kemampuan leadership-managerial mulai terasah satu demi waktu. Dari benda mati yang bisa saya kontrol/reset menjadi benda hidup yang tentu saja tidak bisa dikontrol hanya dengan tombol Ctrl+Alt+Dell ?
Belajar, Tantangan, dan Passion yang pastinya akan menjadi cerita tersendiri dan menarik untuk saya tampilkan dalam blog ini.
Novento
Selamat hari Guru 2015
Menarik untuk saya tuliskan disini sebagai tulisan tutup tahun 2015. Selama enpat hari ke belakang ini, saya diikutkan dalam sertifikasi instruktur muda dan madya sebagai salah satu prasyarat untuk “mengajar”.
Dalam kesempatan tersebut ada 7 kompetensi yg diukur (muda ) dan ditambahkan 2 kompetensi (madya) sebagai berikut:
1. pemenuhan K3 dengan JSA
2. menyiapkan bahan pelatihan
3. menyiapkan peralatan pelatihan
4. merencanakan program pelatihan
5. membuat rencana sesi
6. menyampaikan sesi pelatihan
7. melatih kelompok kecil
8. membuat dan mempromosikan program pelatihan
9. melakukan kaji ulang pelatihan.
Semua proses diatas merupakan tuntunan urut yang perlu dan wajib dimiliki, dipelajari, diterapkan dan dikaji secara terus menerus oleh seorang instruktur / pengajar sebagai seorang profesional.
Pertanyaan berikutnya yang menarik adalah apakah kesemuanya itu berlaku untuk “guru” ?
Jawabannya tentu saja, setiap guru lewat jalur pendidikan formal/non formal diwajibkan memiliki semua ranah kompetensi diatas, sehingga muncul profesionalisme guru. akan tetapi ada unsur pembeda antara guru dengan instruktur! dan postingan ini akan jadi panjang jika dipaparkan satu persatu, akan tetapi mungkin “quote” berikut akan membantu…
“Kesuksesan seorang instruktur bisa diukur dari kelulusan peserta didiknya akan tetapi kesuksesan seorang guru hanya bisa diukur dari perubahan perilaku peserta didiknya dan ketulusan”
Selamat hari Guru!