Home > ISO 9001 > ISO 9001:2008 – Bab 5_Six Sigma

ISO 9001:2008 – Bab 5_Six Sigma


Banyak referensi menghubungkan secara erat antara six sigma dan ISO baik langsung maupun tidak langsung. Bab ini akan membahas secara dasar keterkaitan tersebut.

Dalam konsep matematis, six sigma ini adalah simbol matematis untuk standar deviasi. Dilambangkan seperti angka 6 sehingga disebut sebagai six sigma. Dalam konsep tersebut dijelaskan konsep toleransi dan penyimpangan dalam sebuah pengukuran data. Sebagai contoh dalam satu kelas dengan 20 murid didapatkan nilai rata-rata nya adalah 6. Six Sigma mengatakan bahwa nilai rata-rata tersebut tidak mencerminkan data sebenarnya karena setelah dilihat deviasi atau penyimpangannya ternyata nilai mengumpul secara berkelompok di kisaran angka 4 – 5. Kiranya digambarkan dalam kurva lonceng maka akan menceng ke kiri, sehingga jika digambarkan dengan kurva normal akan ada nilai toleransi atau penyimpangan yang dilukiskan dengan standard deviasi.

Tidak selamanya service atau produk yg dihasilkan sesuai standard, melainkan ada sedikit cacat yang dapat ditoleransi sejauh tidak melenceng terlalu besar. Tak ada gading yang tak retak kalau peribahasa lama berbicara. Akan tetapi setiap penyimpangan tersebut harus dicontrol dan di record sebagaimana yang termaksud dalam klausul 8.3 – control of nonconforming product dan 4.2.4 – control of record.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements
Categories: ISO 9001
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: