Archive
Sistem Dokumentasi ISO 9001:2008
Ada banyak versi mengenai Sistem Dokumentasi ISO 9001:2008, mulai dari 3 level sampai 4 level dokumen. Semua teori tersebut BENAR adanya hanya penjabarannnya saja yang berbeda. Berikut saya akan jabarkan dengan singkat mengenai Sistem Dokumentasi ISO 9001:2008, diwujudkan dalam Piramida dari kecil di atas ( level 1 ) menurun sampai bawah ( Level 4 ).
- Level 1 – Quality Manual
- Level 2 – Policy
- Level 3 – Prosedure
- Level 4 – Work Instruction,Forms, Cek List, dsb
- Level 5 – Records
Berhubung Level 1 sudah saya jabarkan dalam POST sebelumnya, maka akan saya fokuskan kepada Level 2 – 5.
- Level 2 – Policy berbicara mengenai WHY ,
- Level 3 – Prosedur berbicara mengenai WHAT, WHO, WHEN
- Level 4 – WI, Forms, Cek list, dsb berbicara mengenai HOW TO
Bagaimana dengan level 5 ( Records ) ? Records diatur dalam klausa 4.2.4, Seringkali terdapat kesalahpahaman mengenai document ( 4.2.3 ) dan records ( 4.2.4 ). Ilustrasi berikut mungkin bisa membantu, ketika Form dibuat dan masih kosong, maka namanya adalah dokumen, Akan tetapi jika Form tersebut diisi dan disimpan maka Form tersebut menjadi record. Record adalah evidence / bukti akan apa yang telah dilakukan.
Berikut adalah contoh SamplePolicyProsedur
SISTEM KOMPETENSI KARYAWAN_STEP 3
TENTUKAN RESOURCES CENTER!
Resources yang dikembangkan pada STEP 2 harus dimasukkan dalam satu lokasi yang mudah dijangkau dengan penjagaan yang memadai, hal ini untuk menjaga integritas dari resources yang telah dikembangkan tersebut.
Resources akan meliputi Assessment Resources dimana di dalamnya terdapat test tertulis,lisan, praktek dan sign off sebagai bukti assessment. Hal lain yang perlu dimasukkan adalah Training Resources dimana di dalamnya terdapat modul, lembar kegiatan, lesson plan, dan slide presentasi.
Resources Center menggunakan software content management system seperti SharePoint merupakan langkah termudah dan terbukti efektif dalam pengelolaan di lapangan. Beberapa orang akan diberikan akses dan ditunjuk sebagai penguji maupun ketua penguji untuk mengambil dan menggunakan resources tersebut.
Dengan resources standar tersebut, setiap proses assessment maupun training dapat dilakukan oleh setiap orang yang memang ditugaskan untuk hal tersebut. Akan tetapi kontol kualitas dan pengawasan melekat harus selalu dilakukan untuk menjaga dan mengupdate resources tersebut sesuai dengan tuntutan zaman.
Posted with WordPress for BlackBerry.
SISTEM KOMPETENSI KARYAWAN_STEP 2
TENTUKAN LEARNING OUTCOMES!
Setelah menentukan STANDARD yang akan digunakan, KONTEKSTUALISASIKAN ke dalam bentuk LEARNING OUTCOMES (LO) sesuai dengan resources dan budaya organisasi.
LO digunakan untuk membuat ASSESSMENT maupun TRAINING Resources yang akan digunakan. Alat Assessment haruslah dibuat terlebih dahulu berdasarkan LO yang ada untuk mengukur dan menjaring kemampuan karyawan dalam meraih satu atau lebih Kompetensi yang dipersyaratkan. Apabila didapati hasil yang kurang maka haruslah disediakan Training atau pelatihan yang sesuai sehingga Training Resources harus disediakan oleh organisasi itu sendiri atau outsource training.
Jalur Assessment yang digunakan untuk pengakuan seorang karyawan terhadap kompetensi tertentu dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
– ON / OFF JOB
– Mutual Recognition
– Recognition Prior Learning.
Sebagai contoh pengakuan seorang karyawan terhadap kompetensi microsoft Excel dapat dilakukan menggunakan test tertulis ( OFF JOB ) oleh penguji yang telah ditentukan dan pengamatan praktek di tempat kerja oleh supervisor langsung ( ON JOB ), baru kemudian dinyatakan Kompeten apabila lulus ujian tersebut.
Akan tetapi apabila karyawan tersebut memiliki sertifikasi microsoft mengenai Excel, dimana sertifikasi tersebut mendapat pengakuan dari organisasi tersebut maka secara otomatis karyawan tersebut dinyatakan kompeten ( Mutual Recognition).
Jalur terakhir yang bisa digunakan oleh karywan untuk mendapatkan pengakuan kompeten adalah dengan mengumpulkan portfolio atau bukti kerja selama dia bekerja. Misalnya dia mampu menunjukkan aplikasi excel yang digunakan di tempat kerja yg terbukti efektif. ( Recognition Prior Learning )
Posted with WordPress for BlackBerry.
SISTEM KOMPETENSI KARYAWAN_STEP 1
TENTUKAN STANDARD YANG AKAN DIGUNAKAN!……
Setiap Negara, perusahaan, bidang kerja memiliki satu acuan ( STANDARD ) baku supaya memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sama dan diakui di belahan dunia manapun. Sebagai contoh standard:
– NTIS ( http://www.ntis.gov.au/ )
– IEEE-SA ( http://standards.ieee.org/ )
– BAN ( http://www.bsn.go.id/ )……dan sebagainya
STANDARD diperlukan untuk mengakomodir keberagaman persepsi yang berkembang, sehingga tercapailah satu persyartan minimal yang harus dipenuhi untuk mencapai kompetensi profesi yang akan dibuat sehingga meningkatkan daya saing atau daya jual seseorang.
Contoh paling sederhana, kita ambil profesi CLERK/SEKRETARIS, dalam STANDARD ( misalnya NTIS ) profesi tersebut dipersyaratkan untuk menguasai ketrampilan dan pengetahuan mengenai Program Office standard ( Word, Excel, PowerPoint, dan Outlok ) . Dari hasil pencarian di NTIS kita akan mendapatkan LEARNING OUTCOMES mengenai TRAINING DAN ASSESSMENT yang dibutuhkan. Selanjutnya kita sesuaikan ( KONTEKSTUALISASI ) dengan organisasi yang kita miliki sesuai dengan RESOURCES yang kita punya.
Alhasil, kita mendapatkan KOMPETENSI UNIT dengan judul ( Menguasai program Office Standard ) dimana di dalamnya kita siapkan jalur TRAINING DAN ASSESSMENT lengkap berikut dengan RESOURCES nya.
Clause 6.2.2 Competence, training and awareness
Post kali ini saya akan membahas sedikit mengenai implementasi Klausa 6.2.2 ( Competence, Training and Awareness ). Ada Lima kriteria yang perlu dipenuhi untuk memenuhi persyaratan klausa ini, yaitu:
a) determine the necessary competence for personnel performing work affecting conformity to product
requirements,
b) where applicable, provide training or take other actions to achieve the necessary competence,
c) evaluate the effectiveness of the actions taken,
d) ensure that its personnel are aware of the relevance and importance of their activities and how they contribute to the achievement of the quality objectives, and
e) maintain appropriate records of education, training, skills and experience (see 4.2.4)..
IMPLEMENTASI diwujudkan dalam sebuah SISTEM KOMPETENSI KARYAWAN! …..HOW ?
Pada beberapa POST ke depan saya akan membuat judul SISTEM KOMPETENSI KARYAWAN dengan panduan dan langkah praktis yang dapat dilakukan dengan terencana.