Archive

Author Archive

ISO 9001:2008 – Bab 3_WSS 3.0

October 24, 2010 Leave a comment

Dalam Bab 2 sempat disinggung mengenai kesempurnaan Windows SharePoint Service 3.0 dalam mengakomodir klausul 4.2.3 ( control of documents ) dan 4.2.4 ( control of records ) ISO 9001:2008. Bab ini akan menjelaskan alasan kesempurnaan tersebut, akan tetapi terlebih dahulu perlu ada gambaran mengenai WSS 3.0 tersebut, beberapa malah menamakannya sebagai MOSS 2007, padahal secara konsep keduanya berbeda. Silahkan mengunjungi blog berikut http://mugi.or.id/blogs/sony/archive/2009/11/07/windows-sharepoint-technology.aspx untuk penjelasan lebih detail.

Pada prinsipnya WSS 3.0 menggunakan dua macam kontent yaitu:

  • document library
  • lists

Document library sama dengan folder dalam komputer, dimana folder / file dapat dimasukkan ke dalamnya. setiap file atau folder yang diupload / dibuat membutuhkan content approval dari administrator, sehingga hal ini benar sempurna untuk document kontrol ( klausul 4.2.3 ) dan persyaratannya.

Lists sama dengan record, dimana setiap input yang dimasukkan  membutuhkan content approval dari administrator, hal ini benar sempurna untuk record control ( klausul 4.2.4 ) dan persyaratannya.  record adalah tipe dokument yang dipersyaratkan dalam ISO 9001:2008, contohnya adalah: record traning, record assesment, record customer feedback.

Categories: ISO 9001

ISO 9001:2008 – Bab 2_RuangLingkup

October 24, 2010 Leave a comment

Seperti halnya penulisan prosedur standar ISO 9001:2008 ( Tujuan – Ruang Lingkup – Prosedur – Referensi ) , pembahasan selanjutnya adalah mengenai Ruang Lingkup. Ruang lingkup dari penulisan panduan ini adalah sebagai berikut:

  • Kontrol Document ( klausul 4.2.3 )
  • Kontrol Record ( klausul 4.2.4 )

Sistem online yang digunakan untuk memfasilitasi dua klausul tersebut adalah Windows SharePoint Services 3.0 ( WSS 3.0 ) dengan pertimbangan sistem tersebut dapat mengakomodir kebutuhan dua klausul diatas dengan sempurna. Pada bab selanjutnya akan dijelaskan dengan lebih rinci alasan kesempurnaan tersebut.

Categories: ISO 9001

ISO 9001:2008 – Bab 1_Pengenalan

October 24, 2010 Leave a comment

Tidak banyak buku lokal yang membahas mengenai Implementasi ISO 9001:2008, Perusahaan atau sekolah yang hendak mengimplementasikan Standard ISO tersebut harus menyewa konsultan untuk membimbing dan membuat sistem yang sesuai dengan standar tersebut yang pada akhirnya berujung pada Final Audit untuk sertifikasi. Alhasil, perencanaan biaya untuk kebutuhan ini perlu dipikirkan dengan matang sebelum memulai, katakanlah kita sebut sebagai investasi jangka panjang, maka perlu dianalisa kembali keadaan dan kebutuhan sebelum dan sesudah implementasi tersebut apakah membawa kebaikan positif bagi perusahaan atau sekolah tersebut.

Terlepas dari permasalahan diatas, maka kita perlu sepakat bahwa implementasi tersebut akan membawa kebaikan bagi perusahaan atau sekolah karena sistem yang teratur dan terkontrol akan memudahkan pihak manajemen untuk mengelolanya dengan efektfif dan efisien.  Oleh karena itu untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka penulis menyusun tulisan ini dengan harapan akan menjadi panduan cepat dan mudah bagi perusahaan atau sekolah yang hendak menerapkan sistem ISO 9001:2008 tersebut.

ISO 9001:2008 dibagi dalam 8 klausa utama, untuk melihatnya silahkan klik link berikut ISO 9001-2008 QMS-Persyaratan. Di dalamnya dapat ditemukan penjelasan dari 8 klausa yang ada berikut sub standar di dalamnya. Silahkan diprint, dibaca dan dipahami terlebih dahulu untuk memberikan gambaran umum mengenai sistem ISO 9001:2008 yang ada.

Categories: ISO 9001

Taxonomy Bloom Journey

February 12, 2010 Leave a comment

Not everyone know that Bloom Taxonomy has been revised and updated. Here’s the Journey:

1956: Benjamin Bloom introduced The Cognitive Domain with the following order :

Knowledge – Comprehension – Application – Analysis – Syntesis – Evaluation

1990: Anderson & Krathwohl ( a former students of Bloom ) introduce Bloom Revised Taxonomy with the following order: ( Noun changes to Verbs )

Remembering – Understanding – Applying – Analysing – Evaluating – Creating

With the invention and implementatation of technology in Education, Bloom Revised Taxomony has been revised into Bloom’s Digital Taxonomy that is collaborating Education with Internet and technology.

For complete detail click here 

Categories: Education

Refleksi Seorang Guru

November 24, 2009 Leave a comment

Dalam satu seminar Guru yang saya ikuti, ditampilkan satu slide film mengenai seorang Guru yang mengajar di pedalaman tanpa dibayar sepeserpun dan seringkali Guru tersebut mengeluarkan uang pribadi untuk kepentingan anak muridnya. Bahkan ditampilan ruangan kelas yang masih berbau tanah dan ayam pun ikut berada di kelas dengan kursi yang lapuk. ( Mungkin bisa diusulkan untuk ikut bedah rumah RCTI ).

Pribadi, saya mengacungkan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap pengabdian Guru tersebut, akan tetapi di sisi lain saya sebagai seorang Guru juga berontak ?

Pemberontakan saya terletak pada profesi Guru yang sering dipandang dengan sebelah Mata. Guru adalah profesi prestisius yang sama seperti profesi yang lain, i.e insinyur, dokter, pengacara, dll. Guru bekerja secara professional dan mendapatkan penghasilan yang dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Bagaimana mungkin seorang Guru mengajar anak murid tanpa bayaran sedangkan di rumah sudah menunggu kebutuhan istri dan anak  untuk membeli susu dan beras ?

Guru di awal cerita ini bukanlah Guru melainkan Misionaris yang bekerja dan mengabdi tanpa mengharapkan balas uang atau jasa. Guru yang sebenarnya adalah sama dengan profesi lain dengan tuntutan profesionalisme dan juga balas uang atau jasa yang sepadan dengan kompetensinya.

Adalah salah satu pandangan lama ketika Guru dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dengan dimunculkannya lagu “Terpujilah Wahai Engkau..Ibu Bapak Guru ..( Hymne Guru )”. Kelirumorologi ( pinjam istilah bos Jamu Jaya Suprana ) mungkin istilah yang tepat untuk pandangan ini. Guru adalah Pahlawan dengan Jasa yang harus dibalas budi dengan penghasilan yang dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Sudah saatnya profesi Guru dipandang dengan Dua Mata dimana Guru ditempatkan dalam satu profesi prestisius sama dengan yang lain dengan tuntutan profesionalisme dan kompetensi yang tinggi.

Categories: Education