Home > Safety > Alur Logis Pengawas Operasional Pertama (POP)

Alur Logis Pengawas Operasional Pertama (POP)


Dari artikel mengenai POM kemarin, ada permintaan untuk membuat hal yang sama mengenai POP karena postingan POP saya yang lama sudah kadaluarsa dan tidak sesuai dengan Permen ESDM 43-2016. Oleh karena itu tulisan ini saya buat dengan judul yang sama dengan POM yaitu  Alur Logis Pengawas Operasional Pertama (POP) dengan acuan Permen ESDM 43-2016, beberapa yang saya bold tebal biasanya menjadi pertanyaan untuk Ujian Tertulis di awal Uji Kompetensi POP dan untuk Evidence/Portofolio bukti silahkan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Perhatikan Aspek Kritis ketika melakukan interview atau menjelaskan portofolio kepada Assessor!

Ada 8 Unit Kompetensi yang diujikan dalam POP sebagai berikut:

1. Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait KP

a. Tugas dan tanggung jawab Pengawas Operasional (Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran I)
b. Filosofi dasar KP sesuai peraturan perundang-undangan
c. Kriteria Kecelakaan tambang (Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran III)
d. Klasifikasi Cidera  (Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran III)
e. Statistik kecelakaan tambang
f. Teori análisis penyebab kecelakaan  domino
g. Teori gunung es biaya kecelakaan
h. Teori dan aplikasi 5S/5R di lingkungankerja (Housekeeping )
i. Penggolongan APD
j. Penggolongan api, teori terjadinya api, jenis alat deteksi api, klasifikasi pemadam api
k. Prosedur penanganan keadaan darurat (Prevention,Preparedness,Response,Recovery)
l. Prinsip First Aid
m. Izin kerja khusus (work permit)

Aspek kritis = ketepatan menjelaskan kewajiban pengawas operasional dan ketepatan menjelaskan upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam menerapkan kewajiban tersebut

2. Melaksanakan Tugas dan Tanggung jawab KP pada area yang menjadi tanggung jawabnya

a. Tugas dan tanggung jawab KP
b. Mengukur pelaksanaan tugas dan tanggung jawab KP

Aspek kritis = membandingkan realisasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dengan parameter pengukuran

3. Melaksanakan Pertemuan KP Terencana

a. Menyiapkan pertemuan KP terencana
b. Melaksanakan pertemuan kp terencana(teori komunikasi)
c. Mengevaluasi proses pelaksanaan pertemuan KP terencana
d. Menindaklanjuti hasil pelaksanaan pertemuan KP terencana

Aspek kritis = menjelaskan topik pertemuan KP sesuai dengan rencana dan menggunakan materi pertemuan KP sesuai dengan topik

4. Melaksanakan Investigasi Kecelakaan

a. Mempersiapkan investigasi  kecelakaan
b. Melakukan pemeriksaan lokasi kecelakaan
c. Melakukan wawancara terhadap saksi
d. Mengumpulkan data peralatan dan/atau pendukung lainnya
e. Menganalisa data kecelakaan
f. Menyimpulkan status kecelakaan tambang
g. Menyimpulkan penyebab kecelakaan
h. Membuat rekomendasi tindakan perbaikan
i. Membuat laporan investigasi kecelakaan tambang

Aspek kritis = ketepatan dalam menentukan penyebab langsung kecelakaan sesuai teori análisis penyebab terjadinya kecelakaan dan ketepatan dalam menentukan penyebab dasar kecelakaan sesuai teori análisis penyebab terjadinya kecelakaan

5. Melaksanakan Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko

a. Mengidentifikasi potensi potensi bahaya ( definisi bahaya dan risiko )pada kegiatan pertambangan mineral dan batubara
b. Melakukan penilaian risiko (Faktor Kekerapan = Frequency, Faktor Keparahan = Severity, Faktor Kemungkinan = Probability) pada kegiatan pertambangan mineral dan batubara
c. Melakukan klasifikasi bahaya dan risiko berdasarkan nilai risiko
d. Melakukan pengendalian risiko pada kegiatan pertambangan mineral dan batubara

Aspek kritis = ketepatan dalam menghitung nilai risiko sesuai dengan teori penilaian risiko dan ketepatan dalam menentukan pengendalian risiko sesuai dengan hierarki pengendalian risiko (Rekayasa,Administrasi,Praktek Kerja,APD)

6. Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait Perlindungan Lingkungan (Kepmen ESDM 1827-2018 Lampiran V dan VI)

a. Melaksanakan peraturan perlindungan lingkungan pertambangan di area lingkungan kerjanya
b. Mengidentifikasi potensi dampak terhadap lingkungan hidup di area kerjanya
c. Melakukan pengelolaan limbah di area kerjanya

Aspek kritis = ketepatan melaksanakan pengelolaan limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan di area lingkungan kerjanya sesuai dengan SOP

7. Melaksanakan Inspeksi

a. Mempersiapkan inspeksi
b. Melakukan inspeksi (metode inspeksi pengamatan total dan siklus pengamatan)
c. Membuat laporan inspeksi
d. Pemantauan tindak lanjut hasil inspeksi

Aspek kritis = ketepatan dan kecepatan dalam mengidentifikasi tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman yang membutuhkan penanganan segera dan ketepatan dalam menentukan tindakan perbaikan sesuai dengan klasifikasi bahaya

8. Melaksanakan Analisis Keselamatan Pekerjaan

a. Menginventarisasi tugas-tugas ( perbedaan tugas baru dan tugas kritis ) yang belum mempunyai análisis KP
b. Menentukan metode análisis KP
c. Menentukan pekerjaan yang akan dianalisis
d. Menguraikan langkah pekerjaan
e. Mengindentifikasi potensi bahaya
f. Menentukan tindakan pencegahan/pengendalian

Aspek kritis = ketepatan dalam mengidentifikasi potensi bahaya untuk setiap uraian langkah sesuai dengan SOP dan ketepatan dalam menentukan tindakan pengendalian untuk setiap potensi bahaya

Semoga Bermanfaat

Novento – 8/6/2018

 

Categories: Safety
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: